Festival Kebangsaan Banyuwangi Perkuat Toleransi dan Kerukunan Antar Etnis

Minggu, 23 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Festival Kebangsaan di Gedung Seni Budaya (Gesibu) Blambangan, Sabtu malam (22/11/2025).

Festival Kebangsaan di Gedung Seni Budaya (Gesibu) Blambangan, Sabtu malam (22/11/2025).

BANYUWANGI, detikkota.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar Festival Kebangsaan sebagai upaya memperkuat toleransi dan merayakan keragaman etnis di daerah tersebut. Agenda tahunan yang melibatkan berbagai kelompok etnis di Banyuwangi itu dipusatkan di Gedung Seni Budaya (Gesibu) Blambangan, Sabtu malam (22/11/2025).

Banyuwangi dikenal sebagai wilayah multikultural yang dihuni beragam suku, mulai dari Osing sebagai suku asli, hingga Jawa, Madura, Bugis, Mandar, Bali, serta etnis Tionghoa dan Arab. Kondisi tersebut membawa kekayaan tradisi dan budaya yang terus diwariskan masyarakat setempat.

“Festival Kebangsaan ini menjadi sarana memperkuat semangat persaudaraan, toleransi, dan persatuan. Ini menunjukkan bahwa beragam suku dan etnis di Banyuwangi dapat hidup berdampingan dan rukun membangun daerah,” ujar Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, saat membuka acara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Festival berlangsung meriah dengan penampilan seni budaya dari berbagai etnis. Atraksi yang ditampilkan antara lain tari Barongsai, tari Tanduk Majeng, sendratari Kembang Sak Ronce, serta tari kolaborasi etnis Mandar, Jawa, dan Madura.

Mujiono menambahkan bahwa keberagaman harus dipandang sebagai kekuatan. Ia mengapresiasi seluruh pihak yang terus menjaga kerukunan di Banyuwangi dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun daerah menuju kesejahteraan.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Banyuwangi, Agus Mulyono, menyebut bahwa penyelenggaraan Festival Kebangsaan tahun ini menekankan Trilogi Pemuda, Suku, dan Budaya sebagai pilar penting dalam memperkuat identitas bangsa yang majemuk.

Selain pertunjukan seni, festival juga diisi beragam lomba yang melibatkan generasi muda, seperti Lomba Band Kebangsaan untuk pelajar SD dan SMP, serta Lomba Video Kebangsaan bagi pelajar SMA.

Penulis : Bi

Editor : Red

Berita Terkait

Tumpeng Sewu Kemiren Jadi Simbol Gotong Royong dan Pelestarian Budaya Osing
Bupati Ipuk dan Tokoh Lintas Agama Sambut Kedatangan Biksu Thudong di Banyuwangi
CV Bangkit Anugrah Jaya Kembali Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Tambang Pasir
Wabup Sumenep Dorong Penampilan Jaran Serek Lebih Kreatif dan Modern
Terak Bulan Geger Jadi Panggung Budaya dan Penggerak UMKM di Bangkalan
Ritual Hong Bahhong dari Geger Diajukan ke WBTbI
Ngaji Budaya Harjakapro ke-280, Soroti Kesejahteraan Seniman Probolinggo
Sego Lemeng dan Kopi Uthek Meriahkan Festival “Janda Reni” di Banyuwangi

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:30 WIB

Tumpeng Sewu Kemiren Jadi Simbol Gotong Royong dan Pelestarian Budaya Osing

Senin, 11 Mei 2026 - 19:46 WIB

Bupati Ipuk dan Tokoh Lintas Agama Sambut Kedatangan Biksu Thudong di Banyuwangi

Minggu, 10 Mei 2026 - 16:42 WIB

CV Bangkit Anugrah Jaya Kembali Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Tambang Pasir

Minggu, 10 Mei 2026 - 12:58 WIB

Wabup Sumenep Dorong Penampilan Jaran Serek Lebih Kreatif dan Modern

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:08 WIB

Terak Bulan Geger Jadi Panggung Budaya dan Penggerak UMKM di Bangkalan

Berita Terbaru