LUMAJANG, detikkota.com – Bupati Lumajang Indah Amperawati menegaskan bahwa tradisi ngeliwet memiliki makna lebih dari sekadar makan bersama. Menurutnya, ngeliwet mengandung nilai kebersamaan, kesederhanaan, dan rasa syukur yang menjadi landasan penting dalam membangun kepemimpinan dan pemerintahan yang harmonis.
Hal tersebut disampaikan Bupati saat mengikuti kegiatan ngeliwet bersama para gus pesantren dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Pendopo Arya Wiraraja Kabupaten Lumajang, Senin (26/1/2026) malam.
Dalam suasana lesehan yang sederhana, Bupati yang akrab disapa Bunda Indah membaur bersama seluruh peserta tanpa sekat. Ia menilai, kegiatan tersebut menjadi ruang komunikasi yang terbuka dan egaliter, sehingga mampu memperkuat hubungan antarelemen di daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bunda Indah mengatakan, kebersamaan yang terbangun melalui tradisi ngeliwet mencerminkan nilai kesetaraan dan persaudaraan yang penting dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Ngeliwet bukan hanya soal makan bersama, tetapi tentang kebersamaan. Ketika semua duduk sejajar dan menikmati hidangan yang sama, di situlah nilai kesetaraan, rasa syukur, dan persaudaraan tumbuh,” ujarnya.
Ia menambahkan, kepemimpinan yang kuat tidak hanya ditopang oleh kebijakan dan program, tetapi juga melalui keteladanan dalam membangun hubungan sosial yang sehat dan dekat dengan masyarakat.
“Pemimpin harus hadir, menyatu, dan mau mendengar. Dari kebersamaan inilah kepercayaan dan sinergi dapat terbangun,” tegasnya.
Bunda Indah juga menyebut bahwa nilai-nilai pesantren yang tercermin dalam tradisi ngeliwet relevan dengan tata kelola pemerintahan, terutama dalam menjaga persatuan dan stabilitas daerah.
Sementara itu, Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma mengatakan bahwa filosofi ngeliwet sejalan dengan semangat kolaborasi yang terus dibangun oleh pemerintah daerah.
“Kegiatan sederhana seperti ini memiliki makna besar karena mampu membangun kekompakan dan rasa saling percaya antar unsur,” katanya.
Kegiatan ngeliwet berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, diikuti oleh para kyai, gus, Forkopimda, serta jajaran pemerintah daerah yang duduk bersama menikmati hidangan yang sama.
Melalui momentum tersebut, Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan komitmennya untuk menjadikan nilai kebersamaan, kesederhanaan, dan rasa syukur sebagai bagian dari prinsip kepemimpinan dalam mewujudkan pemerintahan yang rukun dan solid.
Penulis : An
Editor : M/Red







