Bupati Lumajang Tegaskan Proklim Harus Menjadi Gerakan Kolektif Masyarakat

Selasa, 2 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyerahan Penghargaan Proklim 2025 di Ballroom Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat, Senin (1/12/2025).

Penyerahan Penghargaan Proklim 2025 di Ballroom Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat, Senin (1/12/2025).

LUMAJANG, detikkota.com – Bupati Lumajang Indah Amperawati menekankan bahwa Program Kampung Iklim (Proklim) harus menjadi gerakan bersama masyarakat, bukan sekadar program formal pemerintah. Hal itu disampaikan saat menghadiri Penyerahan Penghargaan Proklim 2025 di Ballroom Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat, Senin (1/12/2025).

“Kami ingin Proklim menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Bukan hanya program pemerintah, tetapi gerakan kolektif yang menumbuhkan kesadaran, kesiapsiagaan, dan inovasi di tingkat lokal,” ujar Bupati Indah.

Ia menyampaikan bahwa Pemkab Lumajang mendorong setiap desa dan kelurahan menjalankan aksi adaptasi dan mitigasi iklim secara terukur dan berkelanjutan. Proklim disebutnya sebagai wadah inovasi lokal yang membantu warga memahami risiko iklim, mengambil langkah mitigasi, serta berperan aktif dalam menjaga lingkungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Proklim bukan lagi sekadar proyek formal, melainkan platform inovasi lokal,” tegasnya.

Indah menambahkan bahwa keberhasilan Proklim di Lumajang merupakan hasil sinergi kebijakan daerah, partisipasi warga, dan pengembangan inisiatif berbasis komunitas. Ia menegaskan bahwa tujuan utama program ini adalah memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.

“Warga Lumajang harus merasakan manfaat langsung dari Proklim, dan kesadaran iklim menjadi bagian dari rutinitas mereka,” katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang, Hertutik, menjelaskan bahwa penguatan Proklim dilakukan melalui pendampingan teknis lintas sektor, pembinaan kelembagaan desa dan RW, serta kerja sama dengan perguruan tinggi dan dunia usaha.

“Strategi ini memastikan setiap lokasi Proklim dapat menerapkan adaptasi dan mitigasi yang terukur, sekaligus membangun kapasitas masyarakat menghadapi risiko ekologis jangka panjang,” ujarnya.

Program ini ditegaskan sebagai gerakan transformasi sosial dan lingkungan yang bertujuan membangun masyarakat yang sadar iklim, tangguh, dan inovatif dalam menjaga keberlanjutan.

Penulis : An

Editor : An

Berita Terkait

BPPKAD Probolinggo-KPKNL Jember Perkuat Sinergi, Pengajuan BPHTB Lelang Bakal Lebih Mudah
Forpensi Dibentuk, Pemkab Sumenep Perkuat Kolaborasi Program Imunisasi
Semarak HUT RI ke-81, Dispangtan Purwakarta Gelar Berbagai Kegiatan
DPRD Sumenep Bahas Perubahan APBD 2026, Pendapatan Daerah Turun Rp175,16 Miliar
Bappeda Sumenep Siapkan Roadmap Pertumbuhan Ekonomi, Dorong Hilirisasi dan Investasi
Jelang HUT RI ke-81, Kepala Dinas Bale Atikan Purwakarta Cek Langsung Progres Pengecatan Kantor
Bupati Sumenep Ajak ASN dan Masyarakat Semarakkan Bulan Kemerdekaan dengan Kibarkan Merah Putih
Pemkab Sumenep Awasi Harga Tembakau, Pastikan Pembelian Tak di Bawah Titik Impas

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 09:18 WIB

BPPKAD Probolinggo-KPKNL Jember Perkuat Sinergi, Pengajuan BPHTB Lelang Bakal Lebih Mudah

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:50 WIB

Forpensi Dibentuk, Pemkab Sumenep Perkuat Kolaborasi Program Imunisasi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:01 WIB

Semarak HUT RI ke-81, Dispangtan Purwakarta Gelar Berbagai Kegiatan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:07 WIB

DPRD Sumenep Bahas Perubahan APBD 2026, Pendapatan Daerah Turun Rp175,16 Miliar

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:36 WIB

Bappeda Sumenep Siapkan Roadmap Pertumbuhan Ekonomi, Dorong Hilirisasi dan Investasi

Berita Terbaru