Dapat Atensi Kejati Jatim, Kejari Sampang Telusuri Pernikahan Anak Di Bawah Umur

Kamis, 2 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Kejari Sampang menemui sejumlah pihak untuk menelusuri informasi pernikahan anak di bawah umur.

Petugas Kejari Sampang menemui sejumlah pihak untuk menelusuri informasi pernikahan anak di bawah umur.

SAMPANG, detikkota.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang turun tangan setelah mendapatkan atensi dari Kejati Jawa Timur untuk menelusuri video viral soal pernikahan pasangan anak di bawah umur.

“Ramainya di media sosial Itu pernikahan anak 10 tahun di Madura. Ini sampai di Kejati, makanya kami diperintah untuk menelusuri informasi yang beredar,” kata Achmad Wahyudi, Kasi Intel Kejari Sampang dilansir detik, Kamis (2/11/2023).

Pihaknya mengaku punya kewenangan untuk membatalkan jika benar terjadi pernikahan di bawah umur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Iya, jika memang ada pernikahan anak di bawah umur itu, maka akan kami batalkan karena kami, Kejaksaan memiliki kewenangan untuk itu,” tegasnya.

Wahyudi mengatakan, pihaknya juga telah mendatangi Camat Robatal dan kades setempat untuk meminta keterangan. Dari mereka didapatkan informasi bahwa pernikahan anak tersebut tidak ada.

“Kami juga sudah konfirmasi ke Pengadilan Agama dan ke KUA setempat. Semua menyatakan tidak ada pernikahan itu,” imbuhnya.

Sementara Camat Robatal, Deas Steny menegaskan bahwa, anak yang diviralkan menikah tersebut tidak benar. Sebab, kedua anak tersebut baru sebatas tunangan yang digelar pada 22 Oktober 2023 lalu.

“Secara resmi dari kecamatan, dari desa termasuk dari warga kami berikan klarifikasi langsung di Kejaksaan hari ini, bahwa acara tersebut sebatas tunangan,” jelas Deas.

Sebelumnya, viral sebuah video acara pernikahan anak usia 10 tahun viral di media sosial. Pernikahan tersebut diketahui terjadi di Kabupaten Sampang, Madura.

Dalam video yang beredar tampak mempelai perempuan memegang buket uang pecahan Rp100 ribu. Mempelai perempuan bersanding dengan seorang anak laki-laki mengenakan kopiah, baju putih dan sarung yang terus menebar senyum. Di video itu disebut anak yang menikah berusia 10 tahun.

Layaknya acara pernikahan pada umumnya, sejumlah tamu juga hadir dan memberikan amplop.

“Momen dua anak di Madura melangsung pernikahan muda, si cowok masih 10 tahun dan kabarnya si cewek nanti tinggal di rumah mertuanya,” demikian keterangan di video yang beredar.

Berdasarkan keterangan Camat Robatal, caption pada video tersebut salah. Acara itu adalah acara pertunangan. Anak laki-laki dan perempuan yang bertunangan berusia 14 tahun dan sama-sama pelajar MTs. Pertunangan dilakukan karena mereka saling suka.

Berita Terkait

TMI Sumenep Soroti Dugaan Mafia Solar Subsidi Gunakan Barcode Nelayan dan Petani
Polres Sumenep Sambut Positif Rencana Kerja Sama dengan LBH GP Ansor
Polsek Ra’as Ungkap Kasus Curat, Dua Terduga Pelaku Berhasil Diamankan
Hak Penumpang Terampas, Rokok Ilegal Berlayar Bebas Ketika Kapal Rakyat Lebih Melayani Penyelundup
Kapolres Sumenep Inisiasi Persamaan Persepsi APH Sambut Pemberlakuan KUHP dan KUHAP Baru
Achmad Fauzi Kembali Pimpin DPC PDI Perjuangan Sumenep Periode 2025–2030
Konferda 2025 Tetapkan Kepengurusan Lengkap DPD PDI Perjuangan Jatim Periode 2025–2030
Said Abdullah Kembali Pimpin DPD PDI Perjuangan Jatim 2025–2030

Berita Terkait

Kamis, 8 Januari 2026 - 22:32 WIB

TMI Sumenep Soroti Dugaan Mafia Solar Subsidi Gunakan Barcode Nelayan dan Petani

Kamis, 8 Januari 2026 - 11:13 WIB

Polres Sumenep Sambut Positif Rencana Kerja Sama dengan LBH GP Ansor

Sabtu, 27 Desember 2025 - 17:26 WIB

Polsek Ra’as Ungkap Kasus Curat, Dua Terduga Pelaku Berhasil Diamankan

Rabu, 24 Desember 2025 - 19:50 WIB

Hak Penumpang Terampas, Rokok Ilegal Berlayar Bebas Ketika Kapal Rakyat Lebih Melayani Penyelundup

Selasa, 23 Desember 2025 - 13:04 WIB

Kapolres Sumenep Inisiasi Persamaan Persepsi APH Sambut Pemberlakuan KUHP dan KUHAP Baru

Berita Terbaru

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Pemerintahan

SPBE Banyuwangi Tertinggi Nasional, KemenPAN-RB Beri Nilai 4,87

Jumat, 9 Jan 2026 - 14:06 WIB