SUMENEP, detikkota.com – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) melanda wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Kondisi ini telah berlangsung sekitar sepekan dan berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat, mulai dari pendidikan hingga sektor perikanan.
Seorang warga Pulau Sapudi, Asisi, mengungkapkan bahwa krisis BBM tidak hanya terjadi di wilayah Podai, tetapi juga merata di sejumlah desa lainnya.
“Kelangkaan ini sudah hampir satu minggu. Sekarang anak-anak sudah mulai masuk sekolah, tapi aktivitas jadi terganggu. BBM bukan hanya langka, tapi kadang benar-benar tidak ada,” ujarnya kepada media ini, Selama malam (31/3/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, jika pun tersedia, harga BBM di tingkat pengecer melonjak hingga Rp25 ribu sampai Rp30 ribu per liter. Namun kondisi tersebut dinilai wajar mengingat sulitnya pasokan dari daratan.
“Ada yang jual dengan harga segitu, dan kami tidak menyalahkan pengecer. Karena untuk mendapatkan satu liter saja sangat sulit, apalagi satu jerigen dari daratan,” katanya.
Asisi juga menyoroti kebijakan distribusi BBM bersubsidi yang dinilai menyulitkan masyarakat kepulauan, terutama terkait pembatasan penggunaan jerigen.
“Kalau tidak boleh pakai jerigen, masyarakat harus pakai apa? Sementara untuk beli BBM non-subsidi juga tidak terjangkau,” ungkapnya.
Dampak paling terasa, lanjutnya, terjadi pada aktivitas pendidikan dan ekonomi masyarakat. Banyak anak sekolah tidak bisa berangkat karena keterbatasan transportasi, sementara nelayan terpaksa menghentikan aktivitas melaut.
“Dengan kondisi seperti ini, aktivitas anak sekolah bisa lumpuh total. Nelayan juga tidak bisa melaut karena tidak ada BBM untuk mesin perahu,” jelasnya.
Kelangkaan juga mulai dirasakan di wilayah Kecamatan Nonggunong. Meski di Kecamatan Gayam terdapat SPBU, distribusi BBM disebut mengalami keterlambatan tanpa kejelasan penyebab.
Sementara itu, fasilitas SPBU di Nonggunong yang dikelola PT WUS dilaporkan sudah lama tidak beroperasi dan kini dalam kondisi terbengkalai.
“Kalau saja masyarakat diizinkan mengambil BBM dari daratan menggunakan perahu dan jerigen, mungkin kondisi tidak akan separah ini. Masyarakat bisa kembali beraktivitas, anak sekolah bisa masuk, dan nelayan bisa melaut,” tambahnya.
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kelangkaan BBM di wilayah kepulauan, agar aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Penulis : M
Editor : Id







