Diduga Kambuh Sakit, Seorang Pria Tewas di Kedai Kopi

Rabu, 1 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMUT, detikkota.com – Lek Tulis alias Encek Tanjung Balai nama panggilan yang ditafsir usia (50) tanpa identitas ditemukan warga tewas saat sedang duduk di kedai teh Jambur tempat tangkahan ikan milik Ruslan(45) warga Dusun I Desa Tebingtinggi, Kecamatan Tanjungberingin, Sergai.

Kapolres Sergai AKBP dr. Ali Machfud melalui Kapolsek Tanjung Beringin, Iptu T Sihombing didampingi Kanit Reskrim Ipda Qori O Siregar, Rabu (1/12/2021) membenarkan peristiwa kejadian penemuan seorang pria meninggal dunia di lokasi kedai teh Jambur tangkahan ikan milik Ruslan.

“Kejadian pada hari Selasa (30/11) sekira pukul 16.00WIB, dimana Kanit Reskrim Polsek Tanjung Beringin mendapat informasi dari masyarakat Dusun I Desa Tebingtinggi, Kecamatan Tanjungberingin, Sergai tentang adanya mayat seorang lelaki tanpa identitas di Jambur milik Ruslan,”kata Iptu T. Sihombing.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selanjutnya, kata T. Sihombing. Kemudian kita bersama personil langsung mendatangi tempat kejadian perkara. Setiba dilokasi ternyata benar ditemukan mayat seorang laki tanpa identitas.

“Warga sekitar mengaku bahwa korban sering nama panggilan lek tulis, bahkan beberapa warga juga melihat korban awalnya sedang duduk duduk di kedai jambur sebelum meninggal,’terang Kapolsek Tanjung Beringin.

Sambung Kapolsek. Kemudian saat sedang duduk-duduk di Jambur atau tempat tangkahan ikan milik Ruslan. Kemudian anak Ruslan Yuslina berteriak,” pak pak kenapa dengan bapak itu, lalu korban tergeletak sambil mengerang memegang dada dengan kondisi sesak nafas,”terang Kapolsek Tanjungberingin dalam kronologis kejadian.

Melihat kondisi korban memgerang dan sesak, lanjut Kapolsek. Kemudian Ruslan dibantu warga lainya mengangkat korban kelantai Jambur yang agak lapang. Setelah dipindah korban akhirnya meninggal dunia.

Namun untuk memastikan apa korban apakah telah meninggal dunia, kemudian warga memanggil mantri atau tenaga medis atas nama Taupiq untuk mengecek kondisi korban.

Setiba dilokasi, mantri melakukan pemeriksaan awal dan diketahui bahwa korban sudah meninggal dunia. Atas kejadian tersebut warga melaporkan ke Polsek Tanjung Beringin,”terang Kapolsek Iptu T. Sihombing.

Untuk melakukan proses Identifikasi selanjutnya Kanit Reskrim melaporkan kepada pimpinan dan menghubungi Tim INAFIS Polres Sergai guna untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

Hasil pemeriksaan awal di lokasi oleh INAFIS dan Personil Polsek Tanjung Beringin tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pada pukul 18.45 WIB korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Sulaiman untuk dilakukan Visum luar terhadap korban,”ujar Kapolsek.

“Hasil Pemeriksaan sidik jari oleh Tim INAFIS dengan menggunakan MAMBIS untuk mengetahui Identitas korban, namun identitas korban tidak ditemukan,”tegas Kapolsek Iptu T. Sihombing.

Aswad Sirait warga Dusun I Desa Tebingtinggi, Rabu (1/12) menerangkan bahwa sebelum meninggal dunia korban bercerita bahwa dirinya mengalami sakit sesak nafas.

“Korban pernah bercerita bahwa dirinya sering mengalami sakit sesak nafas, bahkan korban dengan nama panggilan Encek Tanjung Balai karna keluarga korban banyak di tanjung balai,”kata Aswad Sirait.

Sambung Aswad, bahwa korban bekerja semerawut kadang kerja sebagai nelayan, kadang bekerja membersihkan kapal nelayan di Jambur atau tempat tangkahan kapal.

“Korban bekerja selalu pindah pindah kadang bekerja sebagai nelayan dan bekerja membersihkan kapal nelayan,”ujar Aswad Sirait.

Kepala Dusun I Zulpan Effendi Sinaga menuturkan bahwa korban tidak ada melaporkan diri ke pemerintah desa, bahkan korban terkesan pendiam dan selalu menyendiri,”pungkasnya. (Rizky Zulianda)

Berita Terkait

Presiden Prabowo: Olahraga Cerminan Kekuatan dan Kebangkitan Bangsa
Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional
Pemerintah Bentuk Satgas Percepatan Pemulihan Pascabencana Aceh, Sumut, dan Sumbar
Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas
Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan
Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum
Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah
Fiskal Tertekan, AFED Nilai Kebijakan APBD Sumenep Tak Sejalan dengan Visi Kepala Daerah

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 14:12 WIB

Presiden Prabowo: Olahraga Cerminan Kekuatan dan Kebangkitan Bangsa

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:58 WIB

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional

Rabu, 7 Januari 2026 - 13:07 WIB

Pemerintah Bentuk Satgas Percepatan Pemulihan Pascabencana Aceh, Sumut, dan Sumbar

Sabtu, 3 Januari 2026 - 07:15 WIB

Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:11 WIB

Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan

Berita Terbaru

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Pemerintahan

SPBE Banyuwangi Tertinggi Nasional, KemenPAN-RB Beri Nilai 4,87

Jumat, 9 Jan 2026 - 14:06 WIB