Diduga Kurang Bahan Baku, PT IGG Berhenti Produksi

Jumat, 17 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI, detikkota.com – Pabrik gula PT Industri Gula Glenmore (IGG) telah memasuki musim giling. Namun pabrik yang berlokasi di Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi tersebut terlihat senggang tanpa aktivitas, Jumat (17/6/2022).

PT IGG telah melaksanakan giling perdana sejak 9 Juni 2022 lalu. Sejak giling perdana tersebut, menandakan bahwa segala aktivitas mulai padat dan berkelanjutan.

“Sejak pagi aktivitas di sekitar pabrik IGG sangat lenggang, tanpa aktivitas,” kata Muzaky warga Kecamatan Glenmore.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sepi aktivitas, lanjut Muzaky, tidak seperti biasanya waktu memasuki musim giling, selalu dipadati antrian truk pengangkut tebu. Namun terlihat hanya beberapa truk saja yang mengantri, dan suara mesin tidak terdengar.

“Sepertinya mesin penggiling juga tidak beroperasi, sejak pagi hanya sekitar 10 truk yang terparkir di antrian,” tuturnya.

Sementara Halili, salah satu sopir truk tebu mengaku jika hari ini pabrik IGG mesin mati dan tidak produksi lantaran tidak ada bahan baku.

“Kurang bahan baku mas, sehingga tidak produksi,” ujar Halili saat ditemui awak media di area parkir PT IGG pada Jum,at (17/6/2022).

Namun sayang hingga berita ini ditayangkan pihak PT IGG belum bisa dikonfirmasi. (no)

Berita Terkait

Polres Sumenep Tegaskan Seleksi Polri 2026 Harus Bersih dan Transparan
Darurat BBM di Kepulauan Sumenep, Harga Melonjak hingga Rp30 Ribu dan Stok Nihil, Sekolah Lumpuh Nelayan Tak Melaut
Arus Balik Tol Trans Jawa Kondusif, 2,9 Juta Kendaraan Masuk Jakarta
Puncak Arus Balik Lebaran, Pelabuhan Ketapang Dipadati Kendaraan
Kepala BNPB Tinjau Banjir Pasuruan, Soroti Penanganan Jangka Pendek hingga Panjang
Heboh! Sumur Bor di Pragaan Semburkan Gas, Aparat Amankan Lokasi
Pencairan Dana Dipersoalkan, Anggota Arisan Get di Sumenep Keluhkan Kurangnya Transparansi
Pemerintah Kaji WFH Sehari dalam Sepekan, Sejumlah Sektor Berpotensi Dikecualikan

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 22:26 WIB

Darurat BBM di Kepulauan Sumenep, Harga Melonjak hingga Rp30 Ribu dan Stok Nihil, Sekolah Lumpuh Nelayan Tak Melaut

Senin, 30 Maret 2026 - 11:15 WIB

Arus Balik Tol Trans Jawa Kondusif, 2,9 Juta Kendaraan Masuk Jakarta

Minggu, 29 Maret 2026 - 22:30 WIB

Puncak Arus Balik Lebaran, Pelabuhan Ketapang Dipadati Kendaraan

Sabtu, 28 Maret 2026 - 11:50 WIB

Kepala BNPB Tinjau Banjir Pasuruan, Soroti Penanganan Jangka Pendek hingga Panjang

Kamis, 26 Maret 2026 - 18:08 WIB

Heboh! Sumur Bor di Pragaan Semburkan Gas, Aparat Amankan Lokasi

Berita Terbaru