SUMENEP, detikkota.com – Peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh setiap tanggal 1 Juni menjadi momentum penting bagi seluruh elemen bangsa untuk kembali merefleksikan nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Direktur RSUD dr H Moh Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes., menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar rangkaian sila yang dihafalkan, melainkan pedoman hidup yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata, terutama dalam pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, nilai-nilai Pancasila memiliki relevansi yang sangat kuat dalam dunia kesehatan. Pelayanan yang adil, penghormatan terhadap martabat manusia, semangat gotong royong, serta kepedulian terhadap sesama merupakan bentuk nyata pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hari Lahir Pancasila mengingatkan kita bahwa bangsa ini dibangun di atas keberagaman yang dipersatukan oleh nilai-nilai luhur. Di lingkungan pelayanan kesehatan, kami diajarkan untuk melayani tanpa membedakan suku, agama, status sosial, maupun latar belakang lainnya. Semua memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan terbaik,” ujar dr. Erliyati, Senin (1/6/2026).
Ia mengatakan, tantangan bangsa saat ini tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan karakter dan kemanusiaan. Di tengah perkembangan teknologi serta derasnya arus informasi, masyarakat perlu terus menjaga persatuan, toleransi, dan rasa saling menghormati.
Tema Hari Lahir Pancasila 2026, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, menjadi pengingat bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tidak hanya relevan bagi kehidupan berbangsa, tetapi juga menjadi kontribusi Indonesia dalam membangun perdamaian dan harmoni global.
Lebih lanjut, dr. Erliyati mengajak seluruh tenaga kesehatan dan masyarakat untuk menjadikan Pancasila sebagai sumber inspirasi dalam bekerja dan mengabdi.
“Ketika kita menolong orang lain dengan tulus, ketika kita mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi, ketika kita menjaga persaudaraan di tengah perbedaan, saat itulah Pancasila hidup dalam diri kita. Bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang maju secara teknologi, tetapi bangsa yang mampu menjaga nilai kemanusiaan,” tuturnya.
Ia menambahkan, semangat Pancasila harus terus diwariskan kepada generasi muda agar tidak hanya menjadi warisan sejarah, melainkan menjadi kekuatan moral dalam menghadapi masa depan.
“Pancasila adalah rumah besar bagi seluruh rakyat Indonesia. Tugas kita hari ini bukan hanya memperingatinya, tetapi memastikan nilai-nilainya tetap hidup dalam setiap tindakan, keputusan, dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan begitu, Indonesia akan tetap kokoh, berdaulat, dan bermartabat,” pungkasnya.
Penulis : M
Editor : Id







