Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum

Rabu, 31 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra.

SUMENEP, detikkota.com – Dinas Pendidikan (Disdik) menegaskan bahwa penyaluran dana insentif bagi guru Non K2 Non ASN dilakukan secara non-tunai dan langsung ditransfer ke rekening masing-masing penerima guna meminimalisir potensi penyalahgunaan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra menegaskan, pihaknya tidak pernah meminta atau melakukan pemotongan terhadap dana insentif tersebut. Ia bahkan menantang pihak-pihak yang menuding adanya keterlibatan oknum Disdik agar menyebutkan nama secara jelas.

“Saya yakin teman-teman saya tidak ada yang seperti itu. Kalau memang ada oknum dari Dinas Pendidikan, silakan tunjuk namanya,” tegasnya saat dikonfirmasi via WhatsApp, Rabu (31/12/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul keluhan di lapangan terkait dugaan pemotongan dana insentif guru. Berdasarkan informasi yang dihimpun, bantuan sebesar Rp1.500.000 yang seharusnya diterima guru diduga dipangkas hingga Rp500.000 sampai Rp750.000, bahkan disebut-sebut sebagai bentuk “bagi dua” sebagai syarat penerima.

Menanggapi hal itu, Kepala Disdik Sumenep menegaskan bahwa dana insentif bersumber dari kas pemerintah dan langsung masuk ke rekening penerima, sehingga menurutnya tidak mungkin dilakukan pemotongan oleh pihak dinas.

“Uangnya dari kas langsung masuk ke rekening. Kami menyalurkan secara non-tunai, dan saya yakin tidak ada satu pun dari Dinas Pendidikan yang meminta uang,” ujarnya.

Ia juga menyayangkan jika institusinya dituding melakukan pungutan liar, padahal menurutnya Disdik telah bekerja sesuai prosedur dan tanpa pungutan apa pun.

“Sudah tidak minta apa-apa, tapi masih difitnah minta. Itu kasihan juga bagi teman-teman di Dinas Pendidikan,” katanya.

Terkait langkah penindakan, Disdik memastikan akan bertindak tegas apabila terbukti ada oknum dari internal dinas yang terlibat.

“Kalau oknumnya dari Dinas Pendidikan, akan kami bina dan kami beri sanksi (punishment),” tegasnya.

Namun, jika dugaan pemotongan dilakukan oleh oknum di luar Dinas Pendidikan, termasuk dari pihak sekolah, maka hal tersebut berada di luar kewenangan internal Disdik.

“Kalau dari luar Dinas Pendidikan, silakan dilaporkan langsung ke sekolah yang bersangkutan. Dinas Pendidikan sudah menyalurkan dengan baik dan benar,” jelasnya.

Disdik pun mengimbau para guru penerima insentif untuk berani melapor apabila mengalami pemotongan, disertai identitas oknum yang jelas, agar penanganan dapat dilakukan secara objektif dan sesuai aturan.

Penulis : M

Editor : Red

Berita Terkait

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional
Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas
Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan
Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah
Fiskal Tertekan, AFED Nilai Kebijakan APBD Sumenep Tak Sejalan dengan Visi Kepala Daerah
Aksi Solidaritas di Polres Sumenep Desak Keadilan bagi Korban Pencabulan Anak
Aksi PMII UNIBA Memanas, Kepala Disbudporapar Sumenep Walk Out dari Dialog
Hasto Kristiyanto Sampaikan Ucapan Natal 2025 dan Serukan Solidaritas untuk Korban Bencana

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:58 WIB

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional

Sabtu, 3 Januari 2026 - 07:15 WIB

Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:11 WIB

Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan

Rabu, 31 Desember 2025 - 12:41 WIB

Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum

Rabu, 31 Desember 2025 - 12:38 WIB

Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah

Berita Terbaru

Bupati Lumajang Indah Amperawati foto bersama saat menghadiri pengukuhan pengurus DPC PKDI Kabupaten Lumajang periode 2025–2030 di Pendopo Suhanto Agro, Kecamatan Sukodono, Rabu (7/1/2026).

Pemerintahan

Bunda Indah Ajak Kepala Desa Solid Bangun Lumajang Lewat PKDI

Rabu, 7 Jan 2026 - 16:24 WIB