BPBD Sumenep Ingatkan ASN Waspada Puncak Musim Hujan, Potensi Banjir hingga Pohon Tumbang

Senin, 23 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumenep Achmad Laili Maulidi memimpin apel gabungan di Halaman Kantor Pemkab Sumenep, Senin (23/2/2026), sekaligus mengingatkan kewaspadaan menghadapi puncak musim hujan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumenep Achmad Laili Maulidi memimpin apel gabungan di Halaman Kantor Pemkab Sumenep, Senin (23/2/2026), sekaligus mengingatkan kewaspadaan menghadapi puncak musim hujan.

SUMENEP, detikkota.com – Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumenep Achmad Laili Maulidi mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Sumenep untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi puncak musim penghujan yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi.

Hal itu disampaikannya saat memimpin apel gabungan perdana di bulan Ramadan 1447 Hijriah yang digelar di Halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, Senin (23/2/2026).

“Kami harapkan semua untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat Januari hingga Februari merupakan puncak musim penghujan yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, genangan air, hingga pohon tumbang,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Laili, memasuki puncak musim hujan, ASN harus menjadi motor penggerak dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ia menegaskan, pencegahan bencana dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan secara kolektif.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain membuang sampah pada tempatnya, membersihkan drainase agar tidak tersumbat, memeriksa kondisi atap rumah, serta memangkas pohon yang rimbun dan rawan tumbang.

“Langkah sederhana ini sangat penting untuk mencegah risiko bencana,” tegasnya.

Ia menambahkan, kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana bukan hanya tanggung jawab BPBD, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen pemerintah dan masyarakat.

“Kesiapsiagaan itu kunci utama dalam menjaga lingkungan dan responsif terhadap potensi risiko, maka dampak bencana bisa diminimalisir. Momentum Ramadan ini sebagai penguat kepedulian sosial dan tanggung jawab bersama,” tambahnya.

Apel gabungan tersebut merupakan agenda rutin setiap Senin di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep sebagai sarana konsolidasi dan penguatan disiplin aparatur. Kegiatan itu dihadiri Plt Sekretaris Daerah Kabupaten, para asisten, pimpinan OPD, pejabat eselon III dan IV, pejabat fungsional, serta seluruh ASN di lingkungan Pemkab Sumenep.

Penulis : M/Red

Editor : M/Red

Berita Terkait

Warga Raas Lepas Camat Subiyakto dengan Haru, Apresiasi Pengabdian Selama Menjabat
Baznas Sumenep Jangkau Pulau Terluar, Salurkan Bantuan RTLH untuk Dua Warga Pagerungan Kecil
Petani Kepulauan Butuh Pupuk, DPRD Sumenep Dorong Percepatan Penyaluran
Aliansi Hukum Indonesia Gelar Aksi Simbolis, Desak Dugaan TPPU yang Menyeret Oknum Kejaksaan Diusut Transparan
Pembagian Lapak Pasar Ganding Disorot, Sulaisi: Jangan Jadikan Pasar Milik Rakyat sebagai Ruang Ketidakadilan
Diduga ODGJ Tidur di Trotoar Kota Sumenep, SERDADU Desak Pemkab Jangan Tutup Mata
Diduga Pengambilan Batu dari Kawasan Mata Air, Proyek P3-TGAI Desa Margaluyu Tuai Sorotan
Karya Bakti TNI AD Skala Besar Siap Digelar di Madura, Libatkan Ribuan Prajurit dan Perwira Tinggi

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:04 WIB

Warga Raas Lepas Camat Subiyakto dengan Haru, Apresiasi Pengabdian Selama Menjabat

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:06 WIB

Baznas Sumenep Jangkau Pulau Terluar, Salurkan Bantuan RTLH untuk Dua Warga Pagerungan Kecil

Minggu, 12 Juli 2026 - 18:53 WIB

Petani Kepulauan Butuh Pupuk, DPRD Sumenep Dorong Percepatan Penyaluran

Jumat, 10 Juli 2026 - 21:11 WIB

Aliansi Hukum Indonesia Gelar Aksi Simbolis, Desak Dugaan TPPU yang Menyeret Oknum Kejaksaan Diusut Transparan

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:07 WIB

Pembagian Lapak Pasar Ganding Disorot, Sulaisi: Jangan Jadikan Pasar Milik Rakyat sebagai Ruang Ketidakadilan

Berita Terbaru