Dugaan Tumpang Tindih Jabatan dan Manipulasi Pengerjaan Banprop di Desa Kertasari

Minggu, 7 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PURWAKARTA, detikkota.com – Program Bantuan Provinsi (Banprop) untuk pembangunan TPT (Tembok Penahan Tanah) dan infrastruktur drainase di Desa Kertasari, Kecamatan Bojong, kembali menjadi sorotan warga. Sejumlah warga menilai terdapat kejanggalan dalam proses perencanaan hingga pelaksanaan proyek tersebut.

Tumpang Tindih Jabatan Dinilai Berpotensi Nepotisme

Berdasarkan informasi yang dihimpun, salah satu pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program Banprop diduga merangkap jabatan sebagai pengurus RW sekaligus menjadi pelaksana teknis (TPK) lapangan. Kondisi ini dinilai warga sebagai bentuk tumpang tindih kewenangan yang membuka peluang praktik nepotisme, lemahnya kontrol, serta minimnya transparansi penggunaan anggaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seorang warga mengungkapkan bahwa rangkap jabatan tersebut membuat proses pengawasan menjadi tidak maksimal.

“Kami khawatir karena satu orang memegang dua peran sekaligus. Harusnya ada pemisahan tugas supaya proyek bisa lebih transparan,” ujarnya.

TPT Diduga Bukan Pembangunan Baru

Selain persoalan jabatan, warga juga mempertanyakan kondisi fisik TPT yang dalam laporan desa disebut sebagai pembangunan baru. Namun hasil pengecekan warga di lapangan menunjukkan bahwa beberapa titik TPT diduga sudah pernah dibangun sebelumnya.

Pada beberapa lokasi, TPT yang diklaim baru terlihat hanya ditambal, diplester ulang, atau dilapisi di bagian permukaannya.

“Warga bingung, kok dibilang pembangunan baru? TPT itu sudah berdiri sejak lama. Yang berubah hanya bagian luarnya saja,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Drainase Depan Masjid/Madrasah Turut Disorot

Kejanggalan serupa juga disebut terjadi pada pengerjaan drainase di depan Masjid/Madrasah Ustad Ma’mun, RT 10. Warga menilai bahwa drainase tersebut sebenarnya sudah ada jauh sebelum proyek Banprop dijalankan.

“Drainasenya bukan baru. Sudah ada dari dulu, tapi tetap masuk dalam laporan pekerjaan,” ujar warga lainnya.

Selain itu, proyek cor jalin sepanjang 300 meter dengan lebar 1 meter juga mendapat sorotan. Warga mempertanyakan kejelasan pelaksanaan proyek tersebut, terlebih karena TPK yang bertanggung jawab disebut-sebut merangkap sebagai RW.

Warga Minta Pemerintah Kecamatan dan Kabupaten Turun Tangan

Dengan munculnya berbagai dugaan tersebut, warga berharap pemerintah kecamatan maupun pemerintah kabupaten segera melakukan pengecekan langsung untuk memastikan penggunaan anggaran Banprop sesuai prosedur serta memastikan tidak terjadi penyimpangan.

Mereka juga menilai pentingnya transparansi, akuntabilitas, serta pemisahan peran dalam struktur pelaksana proyek agar pembangunan benar-benar memberi manfaat dan tidak menimbulkan polemik.

Pihak Desa Belum Memberikan Keterangan

Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Desa Kertasari maupun Sekretaris Desa belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon maupun pesan WhatsApp tidak direspons.

Warga berharap pihak desa dapat segera memberikan klarifikasi terkait dugaan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan pembangunan yang bersumber dari Banprop tersebut.

Penulis : R

Editor : Red

Berita Terkait

Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan
Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada
Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen
Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap
ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA
GPN Jatim dan DLH Sumenep Investigasi Dugaan Limbah Tambak Udang di Pesisir Ambunten
Wali Kota Eri Datangi Penyalur ART di Gunung Anyar, Pekerja Terjerat Denda Rp3,5 Juta Dipulangkan
Hari Tani Nasional 2026, Bupati Probolinggo Soroti Pupuk dan Harga Komoditas

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen

Minggu, 4 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap

Selasa, 29 September 2026 - 16:38 WIB

ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA

Selasa, 29 September 2026 - 16:35 WIB

GPN Jatim dan DLH Sumenep Investigasi Dugaan Limbah Tambak Udang di Pesisir Ambunten

Berita Terbaru