Dukungan Gubernur Jatim Perkuat Branding Lumajang sebagai Kota Pisang

Jumat, 19 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memborong Pisang Agung di Pasar Buah Ranuyoso, Lumajang.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memborong Pisang Agung di Pasar Buah Ranuyoso, Lumajang.

LUMAJANG, detikkota.com – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang, Retno Wulan Andari, menyebut dukungan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjadi penguatan penting dalam memperkuat branding Lumajang sebagai Kota Pisang.

Hal itu disampaikan setelah Gubernur memborong Pisang Agung dan buah khas Lumajang di Pasar Buah Ranuyoso pada Senin (15/9). Menurut Retno, kehadiran Gubernur tidak hanya memberi semangat pedagang kecil, tetapi juga mendorong upaya pemerintah daerah untuk mengangkat kembali kejayaan Lumajang sebagai pusat pisang unggulan nasional.

“Dukungan ini akan mendorong kami menjaga kualitas dan memperluas pasar Pisang Agung,” ujarnya, Kamis (18/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, Lumajang memiliki beberapa varietas pisang unggulan yang sudah dilepas Kementerian Pertanian, seperti Pisang Agung Semeru, Pisang Agung Talun, dan Pisang Mas Kirana. Pisang Agung sendiri memiliki keunggulan daya tahan lama sehingga cocok untuk oleh-oleh maupun produk turunan seperti keripik.

Retno menambahkan, Pemkab Lumajang telah menjalin kerja sama dengan FAO dan program HDDAP Bank Dunia guna meningkatkan kualitas produksi dan memperluas pengembangan sektor pisang. Harapannya, Pisang Agung dapat menembus pasar ekspor.

Sebelumnya, Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa Pisang Agung Lumajang memiliki cita rasa khas dan daya tahan yang baik sehingga layak menjadi oleh-oleh. Ia juga menekankan pentingnya membeli langsung dari pedagang kecil sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi rakyat.

Retno menilai langkah tersebut semakin memperkuat posisi Pisang Agung sebagai ikon pertanian Lumajang. “Ini momentum untuk membangkitkan kejayaan Lumajang sebagai Kota Pisang sekaligus mengangkat martabat petani dan pedagang kecil,” tegasnya.

Penulis : An

Editor : Red

Berita Terkait

BRI, UMKM, dan Tantangan Dampak Nyata: Antara Ekspansi Kredit, CSR, dan Digitalisasi
Kopi Arabika Langka dari Lereng Gunung Raung Jadi “Emas Hijau” Banyuwangi
Nilai Ekspor Banyuwangi Capai Rp 3,9 Triliun Sepanjang 2025, Tembus 80 Negara
Akhiri 2025, Baznas Sumenep Dorong Kemandirian UMKM lewat Bantuan Rombong
Desa Pakel Kembangkan Peternakan Ayam Petelur untuk Perkuat Ekonomi dan Ketahanan Pangan
BPRS Bhakti Sumekar dan Bank Muamalat Jalin Kerja Sama Perkuat Layanan Digital Syariah
BPRS Bhakti Sumekar Gelar Bazar UMKM dan Pasar Murah Semarakkan Hari Jadi Sumenep ke-756
BPRS Bhakti Sumekar Ekspansi, Buka Kantor Cabang di Pasean Pamekasan

Berita Terkait

Kamis, 19 Februari 2026 - 09:19 WIB

BRI, UMKM, dan Tantangan Dampak Nyata: Antara Ekspansi Kredit, CSR, dan Digitalisasi

Selasa, 3 Februari 2026 - 08:58 WIB

Kopi Arabika Langka dari Lereng Gunung Raung Jadi “Emas Hijau” Banyuwangi

Senin, 19 Januari 2026 - 15:47 WIB

Nilai Ekspor Banyuwangi Capai Rp 3,9 Triliun Sepanjang 2025, Tembus 80 Negara

Kamis, 1 Januari 2026 - 15:06 WIB

Akhiri 2025, Baznas Sumenep Dorong Kemandirian UMKM lewat Bantuan Rombong

Kamis, 11 Desember 2025 - 17:58 WIB

Desa Pakel Kembangkan Peternakan Ayam Petelur untuk Perkuat Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Berita Terbaru