Fatayat NU Sumenep Resmikan Malate Center, Tiga Lembaga Sepakat Perkuat Advokasi Kekerasan Perempuan dan Anak

Kamis, 11 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fatayat NU Sumenep, LPA Sumenep, dan LBH Achmad Madani Putra dalam Launching Malate Center.

Fatayat NU Sumenep, LPA Sumenep, dan LBH Achmad Madani Putra dalam Launching Malate Center.

SUMENEP, detikkota.com — PC Fatayat NU Sumenep melalui Lembaga Konsultasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (LKP3A) resmi meluncurkan Malate Center sebagai pusat layanan pendampingan dan advokasi korban kekerasan perempuan dan anak. Peresmian berlangsung pada Kamis (11/12/2025) di Aula PCNU Sumenep Lantai II, bersamaan dengan kegiatan Sosialisasi Penanganan Kasus.

Ketua PC Fatayat NU Sumenep, Ny. Hj. Dina Kamilia, ST., menegaskan bahwa pendirian Malate Center merupakan respons organisasi terhadap meningkatnya kasus kekerasan di masyarakat.

“Pelecehan dan kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah kejahatan kemanusiaan yang tidak dapat ditoleransi atas nama apa pun. Malate Center menjadi ruang aman bagi korban agar mendapatkan pendampingan yang profesional, cepat, dan berpihak,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan ini turut menghadirkan Ketua LPA Sumenep, Nurul Sugiati, M.Pd., yang menekankan pentingnya peningkatan edukasi publik sebagai upaya pencegahan.

“Penanganan kasus tidak akan efektif tanpa dibarengi edukasi di tingkat keluarga dan lingkungan. Pencegahan harus dimulai dari kesadaran masyarakat,” kata Nurul.

Sementara itu, Ketua Umum LBH Achmad Madani Putra dan Rekan, Kamarullah, SH., MH., menegaskan bahwa seluruh proses penanganan dan pendampingan harus memastikan keberpihakan kepada korban.

“Dalam setiap langkah advokasi, perspektif korban harus menjadi prioritas. Itu prinsip dasar yang tidak boleh dinegosiasikan,” tegasnya.

Dalam momen peresmian tersebut, tiga lembaga—Malate Center PC Fatayat NU Sumenep, LBH Achmad Madani Putra, dan LPA Kabupaten Sumenep—menandatangani komitmen sinergitas. Kerja sama ini meliputi pencegahan, pendampingan, serta advokasi litigasi maupun nonlitigasi.

Nota kesepahaman memuat empat komitmen utama, di antaranya: kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah kejahatan kemanusiaan, pendampingan berbasis perspektif korban, kolaborasi lintas lembaga dalam penanganan kasus, serta dukungan pembiayaan dari masing-masing instansi maupun sumber sah lainnya.

Dengan hadirnya Malate Center, Fatayat NU Sumenep berharap layanan perlindungan dan pendampingan terhadap perempuan dan anak semakin mudah diakses dan mampu menjangkau masyarakat hingga tingkat akar rumput.

Penulis : Red

Editor : Red

Berita Terkait

Polres Sumenep Tegaskan Seleksi Polri 2026 Harus Bersih dan Transparan
Darurat BBM di Kepulauan Sumenep, Harga Melonjak hingga Rp30 Ribu dan Stok Nihil, Sekolah Lumpuh Nelayan Tak Melaut
Arus Balik Tol Trans Jawa Kondusif, 2,9 Juta Kendaraan Masuk Jakarta
Puncak Arus Balik Lebaran, Pelabuhan Ketapang Dipadati Kendaraan
Kepala BNPB Tinjau Banjir Pasuruan, Soroti Penanganan Jangka Pendek hingga Panjang
Heboh! Sumur Bor di Pragaan Semburkan Gas, Aparat Amankan Lokasi
Pencairan Dana Dipersoalkan, Anggota Arisan Get di Sumenep Keluhkan Kurangnya Transparansi
Pemerintah Kaji WFH Sehari dalam Sepekan, Sejumlah Sektor Berpotensi Dikecualikan

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 22:26 WIB

Darurat BBM di Kepulauan Sumenep, Harga Melonjak hingga Rp30 Ribu dan Stok Nihil, Sekolah Lumpuh Nelayan Tak Melaut

Senin, 30 Maret 2026 - 11:15 WIB

Arus Balik Tol Trans Jawa Kondusif, 2,9 Juta Kendaraan Masuk Jakarta

Minggu, 29 Maret 2026 - 22:30 WIB

Puncak Arus Balik Lebaran, Pelabuhan Ketapang Dipadati Kendaraan

Sabtu, 28 Maret 2026 - 11:50 WIB

Kepala BNPB Tinjau Banjir Pasuruan, Soroti Penanganan Jangka Pendek hingga Panjang

Kamis, 26 Maret 2026 - 18:08 WIB

Heboh! Sumur Bor di Pragaan Semburkan Gas, Aparat Amankan Lokasi

Berita Terbaru