FPMJT Sumenep Soroti Harga Pupuk yang Melonjak Tinggi

Senin, 4 Januari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bambang Supratman selaku Ketua FPMJT

Bambang Supratman selaku Ketua FPMJT

SUMENEP, detikkota.com – Front Pejuang Masyarakat Jawa Timur (FPMJT) soroti harga kelangkaan pupuk di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur yang terjadi pada musim cocok tanam.

Hal itu disampaikan Bambang Supratman selaku Ketua FPMJT, bahwa dengan melambungnya harga pupuk di pasaran yang sebelumnya hanya Rp 95 ribu kini meningkat menjadi Rp 120 ribu.

“Pupuk urea harga mahal yang awalnya Rp 95 ribu, sekarang melonjak ke harga 120 ribu bahkan ada yang lebih,” jelas aktivis yang juga relawan pemenangan Fauzi-Eva pada Pilkada Sumenep 2020 yang lalu, Minggu (3/1/2021).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bambang Supratman meminta Pemerintah Kabupaten Sumenep, utamanya Dinas terkait agar dapat memperhatikan dengan serius situasi yang sedang dihadapi petani.

“Apabila situasi ini dibiarkan akan berdampak buruk kepada kondisi petani karena berpotensi gagal panen hingga akhirnya merugi,” ujarnya.

Selain itu ia juga mempertanyakan secara regulasi terkait penentuan harga alat-alat produksi pertanian utamanya pupuk sehingga melambung tinggi pada saat musim tanam.

Kelangkaan itu menurut dia, dapat dilihat minimnya ketersediaan stock pupuk urea di lokasi-lokasi kios distributor yang biasa menyediakan pupuk untuk kebutuhan pertanian.

“Stok yang minim tersebut, tidak diperbolehkan dibeli oleh aemha petani melainkan hanya yang memiliki kartu tani yang notabene mayoritas kepemilikannya hanya dimilki oleh petani yang tergabung kedalam kelompok tani,” tambahnya.

Padahal menurut dia, berdasarkan temuan nya masih banyak masyarakat yang berprofesi petani tidak tergabung kedalam kelompok tani, akibatnya kata dia, mereka tidak bisa membeli pupuk urea.

Ia berharap pemerintah perlu memperhatikan pendistribusiannya dan soal harga, pertanyaannya apakah melonjaknya harga itu sudah ketentuan?. (fer)

Berita Terkait

Wabup Sumenep Dorong Jubada dan La’ang Pragaan Tembus Pasar Lebih Luas
Dokter Nadya Isra Miranti Rampungkan PPNK Angkatan 73 Lemhannas RI, Siap Terapkan Nilai Kebangsaan di Dunia Kesehatan
Karnaval Kemerdekaan Karang Anyar Sumenep Meledak! Ribuan Warga Padati Jalan, Budaya Lokal Jadi Magnet
DPC BMI Demokrat Se-DKI Jakarta Dilantik, Siap Bawa Perubahan Positif dari Ibu Kota
Kerja Bakti Nasional LDII Digelar di Paberasan, Bupati Sumenep Soroti Semangat Gotong Royong
Cessie Bank Mandiri Disorot, DPN Pertanyakan Legalitas Eksekusi Aset di Cinere
Terbongkar! Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Rubaru, Polisi Amankan Pria 41 Tahun
Enam Grup Terbaik Festival Hadrah Klasik Sumenep 2026 Resmi Diumumkan

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:46 WIB

Wabup Sumenep Dorong Jubada dan La’ang Pragaan Tembus Pasar Lebih Luas

Minggu, 30 Agustus 2026 - 23:03 WIB

Dokter Nadya Isra Miranti Rampungkan PPNK Angkatan 73 Lemhannas RI, Siap Terapkan Nilai Kebangsaan di Dunia Kesehatan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Karnaval Kemerdekaan Karang Anyar Sumenep Meledak! Ribuan Warga Padati Jalan, Budaya Lokal Jadi Magnet

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Kerja Bakti Nasional LDII Digelar di Paberasan, Bupati Sumenep Soroti Semangat Gotong Royong

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 17:40 WIB

Cessie Bank Mandiri Disorot, DPN Pertanyakan Legalitas Eksekusi Aset di Cinere

Berita Terbaru