Gandeng Canteng Koneng, SMA Muhammadiyah 1 Sumenep Membatik

Rabu, 25 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, detikkota.com – SMA Muhammadiyah 1 Sumenep, Madura, Jawa Timur, gelar pembelajaran kontekstual kelas X dengan melaksanakan kegiatan membatik, Rabu (25/05/2022).

Kegiatan Membatik di SMA Muhammadiyah 1 Sumenep

Kegiatan yang berlangsung di Graha Puspa Matahari itu diikuti oleh seluruh siswa kelas X, dengan mendatangkan pembatik profesional Didik Haryanto selaku CEO Rumah Batik Tulis Canteng Koneng.

Kegiatan dari sekolah penggerak ini merupakan pelajaran seni budaya yang kemudian diaplikasikan belajar membatik dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran dengan mendatangkan masyarakat sesuai dengan tema “Peningkatan Mutu Pendidikan Melibatkan Peran Masyarakat (Profesional/Wali Murid/Alumni)”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala SMA Muhammadiyah 1 Sumenep, Damayanti, S.Si., dengan adanya kegiatan ini berharap anak didiknya mampu merangsang jiwa life skill dan kreatifitasnya dalam belajar membatik.

“Saya berharap anak-anak bisa belajar membatik dan memahami sejarah batik itu sendiri, sekaligus bisa termotivasi melestarikan budaya batik yang ada di Kabupaten Sumenep,” katanya saat diwawancarai.

“Juga bisa termotivasi untuk belajar bahwa belajar itu tidak hanya kepada gurunya tetapi pada orang lain yang lebih profesional,” lanjutnya.

Ia juga sangat senang melihat peserta didiknya antusias mengikuti kegiatan tersebut sampai selesai. Sampai ia tidak percaya bahwa anak didiknya bisa menghasilkan batik sebagus itu.

“Bisa disimpulkan bahwa anak-anak ini mempunyai keterampilan yang harus di asah dan digali,” ujarnya.

“Terimakasih kepada Canteng Koneng karena telah membantu dalam memfasilitasi kami dalam rangka menyenangkan anak-anak dalam belajar membatik,” tandasnya.

Senada disampaikan Waka Kesiswaan Dwi Yulianti, S.Si., MM., bahwa program sekolah penggerak ini mampu meningkatkan life skill siswa dalam seni rupa yakni membatik.

Apalagi kata dia bahwa batik sudah di akui oleh UNESCO dan akan di sosialisasikan oleh Bupati Sumenep terhadap sekolah-sekolah agar ada regenerasi.

“Dengan adanya ini kepala sekolah sangat berminat dengan membuka vokasi membatik. Mudah-mudahan sekolah kita menjadi sentra membatik,” katanya.

Sementara itu, CEO Rumah Batik Tulis Canteng Koneng, Didik Haryanto sebagai pembatik yang masih muda mengaku mendapat mandat dari Bupati Sumenep untuk kemudian membuat regenerasi terutama pemuda.

“Ternyata SMA Muhammadiyah mengawali, dan ini nanti saya kabari kepada Bupati. Semangat kalian,” kata Didik disambut tepuk tangan meriah siswa.

Menurutnya, membatik membutuhkan ketelatenan dan ketelitian yang cukup tinggi. “Kenapa harus batik tulis, karena untuk menyelesaikan satu lembar kain batik tulis membutuhkan waktu yang cukup lama, dan membutuhkan banyak tenaga ahli, baik dari desain ke pembatikan dan pewarnaan, kemudian pelepasan malan dan masih banyak lagi proses berikutnya,” paparnya.

Dengan begitu, kata Didik, menjaga warisan budaya yang telah dinobatkan oleh UNESCO untuk bangsa Indonesia ini merupakan sebuah keharusan. Selain itu, kata dia, yang pasti dapat membantu meringankan beban pemerintah untuk mengentaskan pengangguran.

“Dan yang tidak kalah penting batik tulis Sumenep kini sudah layak dibanggakan dan di regenerasikan agar tetap terjaga kelestariannya,” pungkasnya.(m/red)

Berita Terkait

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional
Haul Blokagung 2026, Bupati Banyuwangi Puji Kontribusi Pesantren
Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas
Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan
Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum
Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah
Fiskal Tertekan, AFED Nilai Kebijakan APBD Sumenep Tak Sejalan dengan Visi Kepala Daerah
Aksi Solidaritas di Polres Sumenep Desak Keadilan bagi Korban Pencabulan Anak

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:58 WIB

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional

Selasa, 6 Januari 2026 - 20:05 WIB

Haul Blokagung 2026, Bupati Banyuwangi Puji Kontribusi Pesantren

Sabtu, 3 Januari 2026 - 07:15 WIB

Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:11 WIB

Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan

Rabu, 31 Desember 2025 - 12:41 WIB

Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum

Berita Terbaru

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bangkalan, Zainal Alim, mewakili Sekda Bangkalan saat memberikan sambutan pada Musyawarah Wilayah VI RAPI Wilayah 1301 Bangkalan di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, Minggu (11/1/2026).

Pemerintahan

Pemkab Bangkalan Perkuat Sinergi Informasi melalui Muswil VI RAPI

Minggu, 11 Jan 2026 - 11:30 WIB