Hendropriyono : 2021 Soros Bergerak lagi !

Selasa, 12 Januari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hendropriyono Guru Besar Sekolah Tinggi Intelijen Negara dan Sekolah Tinggi Hukum Militer

Hendropriyono Guru Besar Sekolah Tinggi Intelijen Negara dan Sekolah Tinggi Hukum Militer

detikkota.com – Gerakan ini merupakan proyek yang paling penting baginya, sebagai warisan kepada dunia. Dalam usia 90 tahun ia bertekad, untuk terus menebar liberalisme, walau mungkin kelak harus dari liang kuburnya.

Dengan dana US $ 1 milyar pada November 2020 yang baru lalu, Soros membentuk OSUN (Open Society University Network), untuk menghancurkan nasionalisme.

Ia telah mempersiapkan Bard College New York di AS dan Central European University di Vienna Austria, untuk penghayatan filsafatnya di seluruh dunia. Bangladesh dan Taiwan dibuat, sebagai pancangan kaki gerakannya di Asia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai sasaran direncanakan para akademikus yang hidup sengsara dan merasa tertindas secara politik atau ekonomi.

Spekulan kapitalis yang lihay ini, menunjuk Lord Mark Brown sbg Ketua baru Yayasan yang membidangi proyek 2021 nya.

Proyek anti nasionalisme tersebut juga bertujuan federalisasi Eropa dan liberalisasi sistem peradilan dunia.

Nasionalisme kita mengutamakan keamanan dan kesejahteraan bersama, dengan saling asah, asih dan asuh dalam kehidupan yang toleran terhadap perbedaan suku, ras, golongan dan agama. Adapun liberalisme nya Soros mengutamakan kepentingan bangsa nya AS yang kapitalistik dan kepentingan individu, untuk bebas bersaing dan sama haknya dengan kita bahkan di negara kita sendiri.

Pd 1997 George Soros telah mnghajar sistem keuangan Thailand melalui Quontum Fund, yang dua bulan kemudian berimplikasi langsung terhadap Indonesia.

Ekonomi kita dulu runtuh dari indikator pertumbuhan yang +6% menjadi -13%. Penderitaan rakyat yang sangat pahit itu tidak ingin kita alami lagi.

Penjajahan filsafati tersebut berimplikasi langsung pada realitas ekonomi. Karena itu ia menyebut filsafatnya sebagai Refleksitas, yang intinya bahwa pelaku pasar tergantung pada persepsinya terhadap realitas bukan sebaliknya.

Hanya dengan mendalami secara akademik dan menghayati serta mengamalkan Pancasila, konstruksi sosial kita tentang nasionalisme akan cukup tangguh mnghadapi gempuran Soros tersebut.

Soros bahkan menyebut nama orang-orang yang bisa dihubungi untuk rencana nya tersebut. Kita berharap tidak ada oknum individu ataupun LSM yang tega berhianat kepada bangsa nya sendiri Indonesia.

Guru Besar Sekolah Tinggi Intelijen Negara dan Sekolah Tinggi Hukum Militer.

(Dw.A/Red)

Berita Terkait

Polda Jatim Bongkar 22 Kasus Penyelewengan BBM dan LPG Subsidi, 21 Orang Jadi Tersangka
Kapolresta Sumenep Turun Langsung Pantau Arus Pagi di Simpang Arya Wiraraja
Pastikan Internal Bersih Narkoba, BNNK Sumenep Tes Urine 29 Personel
Kapolri dan PBNU Perkuat Sinergi, Jaga Kerukunan serta Stabilitas Keamanan Masyarakat
Tiongkok Apresiasi Polri Bongkar Laboratorium Sabu 1,2 Ton di Aceh, 11 Orang Diamankan
Sambut Hari Jadi ke-757, Pemkab Sumenep Wajibkan ASN dan Non-ASN Kenakan Baju Adat Keraton
Ketua DPW ABPEDNAS Sulsel Kunjungi Bantaeng, Perkuat Konsolidasi dan Soliditas Organisasi
HNSI Pasongsongan Desak Pengerukan Pelabuhan Tuntas 2026, Komisi B DPRD Jatim Dorong Bantuan Alat Berat

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 13:22 WIB

Polda Jatim Bongkar 22 Kasus Penyelewengan BBM dan LPG Subsidi, 21 Orang Jadi Tersangka

Senin, 2 November 2026 - 13:07 WIB

Kapolresta Sumenep Turun Langsung Pantau Arus Pagi di Simpang Arya Wiraraja

Minggu, 1 November 2026 - 19:36 WIB

Pastikan Internal Bersih Narkoba, BNNK Sumenep Tes Urine 29 Personel

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Kapolri dan PBNU Perkuat Sinergi, Jaga Kerukunan serta Stabilitas Keamanan Masyarakat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Tiongkok Apresiasi Polri Bongkar Laboratorium Sabu 1,2 Ton di Aceh, 11 Orang Diamankan

Berita Terbaru