Hoax!!! Pesan Berantai Jumlah Kasus Covid19 Meledak di Jatim

Jumat, 14 Mei 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, detikkota.com – Beredar pesan berantai di aplikasi pesan singkat yang menyebut jumlah kasus Covid-19 di beberapa kabupaten/kota di Jawa Timur serta keterangan bahwa Kementerian Kesehatan memperkirakan akan terjadi ledakan kasus di Jatim.

Benny Sampirwanto, Kepala Dinas Kominfo Jatim memastikan kabar tersebut adalah hoax.

“Faktanya, tidak ada keterangan resmi dari Kementerian Kesehatan soal perkiraan ledakan kasus,” kata Benny dalam keterangan tertulis yang diterima awak media Jumat (14/5/2021).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun jumlah kasus dalam pesan yang beredar tersebut juga cenderung menyesatkan karena berbeda dengan rilis kasus harian yang dikeluarkan gugus tugas Covid-19 Jatim. Sebab jumlah kasus yang dirilis setiap harinya adalah jumlah kumulatif yang terdiri dari kasus positif, kasus meninggal dan kasus sembuh.

Pesan sejenis juga beredar di beberapa daerah dengan narasi yang mirip, hanya fokus wilayahnya berbeda. Misalnya beredar di Jawa Tengah dan Serang, Banten.

Herlin Ferliana Kepala Dinas Kesehatan Jatim dihubungi awak media mengatakan, kondisi penyebaran Covid-19 di Jawa Timur masih stabil.

“Kondisi penambahannya masih stagnan. Puncaknya pernah 1000 perhari, lalu 500, lalu 300 dan sekarang berkisar 200 – 100. Semoga minggu depan tetap terkendali,” tulis Herlin.

Berikut isi pesan berantai yang hoax dan beredar tersebut:

JATIM MELEDAK

UPDATE DATA TERPAPAR COVID-19 MINGGU INI, Kota Madiun peringkat pertama

Ngenes lihatnya

  1. Kota Surabaya positif 210 orang
  2. Kab. Sidoarjo positif 195 orang
  3. Gresik positif 205 orang
  4. Lamongan positif 225 orang
  5. Bojonegoro positif 188 orang
  6. Tuban positif 175 orang
  7. Probolinggo positif 210 orang
  8. Malang positif 165 orang
  9. Pasuruan positif 215 orang
  10. Madiun positif 11.876 orang* (pemecah record)
  11. Situbondo positif 250 orang
  12. Bondowoso positif 12 orang
  13. Besuki positif 125 orang
  14. Jember positif 175 orang
  15. Banyuwangi Positif 207 orang
  16. Ponorogo positif 270 orang
  17. Magetan positif 300 orang (tetap waspada)
  18. Ngawi positif 175 orang
  19. Cepu positif 275 orang
  20. Pacitan positif 180 orang
  21. Kediri positif 575 orang
  22. Blitar positi 190 orang
  23. Nganjuk positif 165 orang
  24. Tulung agung positif 25 orang
  25. Jombang positif 95 orang

Kementerian Kesehatan memperkirakan akan terjadi Ledakan yg sangat luar biasa

Oleh karena itu mari kita berdoa semoga mereka yg positif di beri kesembuhan dan dipermudah segala urusan.
Aamiin.

Monggo dishare dateng group sanes, kersane langkung waspada

Salam sehat tetap patuhi protokol kesehatan
(Redho)

Berita Terkait

Presiden Prabowo: Olahraga Cerminan Kekuatan dan Kebangkitan Bangsa
Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional
Pemerintah Bentuk Satgas Percepatan Pemulihan Pascabencana Aceh, Sumut, dan Sumbar
Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas
Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan
Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum
Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah
Fiskal Tertekan, AFED Nilai Kebijakan APBD Sumenep Tak Sejalan dengan Visi Kepala Daerah

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 14:12 WIB

Presiden Prabowo: Olahraga Cerminan Kekuatan dan Kebangkitan Bangsa

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:58 WIB

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional

Rabu, 7 Januari 2026 - 13:07 WIB

Pemerintah Bentuk Satgas Percepatan Pemulihan Pascabencana Aceh, Sumut, dan Sumbar

Sabtu, 3 Januari 2026 - 07:15 WIB

Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:11 WIB

Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan

Berita Terbaru