BMKG Ingatkan Warga Jatim Waspada Cuaca Ekstrem Saat Pancaroba Maret–April 2026

Jumat, 13 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi cuaca ekstrem saat masa pancaroba yang ditandai perubahan cuaca cepat dari panas terik menjadi hujan lebat disertai angin kencang.

Ilustrasi cuaca ekstrem saat masa pancaroba yang ditandai perubahan cuaca cepat dari panas terik menjadi hujan lebat disertai angin kencang.

SURABAYA, detikkota.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di Jawa Timur untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem selama masa pancaroba yang diperkirakan terjadi pada Maret hingga April 2026.

Masa pancaroba merupakan periode peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau yang umumnya ditandai dengan perubahan cuaca yang cepat dan tidak menentu.

Berdasarkan informasi dari BMKG Juanda, perubahan pola angin yang mulai mengikuti monsun Australia menyebabkan kondisi cuaca pada pagi hingga siang hari cenderung cerah dan terasa panas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun pada sore hingga malam hari, pembentukan awan dapat terjadi dengan cepat sehingga berpotensi memicu hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir.

BMKG menyebut kondisi tersebut sering dikenal dengan istilah “siang menyengat, sore gawat”, yakni ketika panas terik pada siang hari tiba-tiba berubah menjadi hujan deras dalam waktu singkat.

Selain itu, musim kemarau tahun ini diperkirakan berpotensi lebih kering dan berlangsung lebih lama akibat pengaruh fenomena El Niño.

BMKG mencatat beberapa potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi selama masa pancaroba, di antaranya hujan lebat berdurasi singkat yang dapat menyebabkan genangan, angin kencang hingga puting beliung, petir saat hujan mendadak, serta kemungkinan terjadinya hujan es.

Perubahan suhu yang cukup drastis selama masa pancaroba juga dapat berdampak pada kesehatan masyarakat. Kondisi ini berpotensi menurunkan daya tahan tubuh sehingga meningkatkan risiko penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD), flu, batuk, serta dehidrasi akibat cuaca panas.

Untuk mengantisipasi dampak tersebut, BMKG mengimbau masyarakat melakukan sejumlah langkah mitigasi, seperti memeriksa kondisi atap rumah dan memangkas dahan pohon yang rawan tumbang, membersihkan saluran air agar tidak tersumbat, serta menyiapkan payung atau jas hujan saat beraktivitas di luar rumah.

Masyarakat juga disarankan menampung air hujan sebagai cadangan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang.

BMKG meminta masyarakat terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui aplikasi Info BMKG maupun kanal resmi BMKG Juanda guna mengantisipasi perubahan cuaca yang terjadi secara cepat selama masa pancaroba.

Penulis : Sur

Editor : Id

Berita Terkait

Presiden Prabowo ke Halmahera Tengah, Luncurkan Program Hilirisasi Rp180 Triliun
Prabowo Apresiasi Satgas PKH Selamatkan 6,2 Juta Hektare Hutan Senilai Hampir Rp400 Triliun
Temui Presiden FIFA, Prabowo Dorong Sepak Bola Jadi Instrumen Bangun Karakter Bangsa
Presiden Prabowo Minta Komunikasi Pemerintah Sederhana, Terbuka, dan Dialogis
BGN Buka Jalan Mitra MBG Ganti Yayasan yang Cuma Minta Setoran
Polri Mutasi 88 Pati dan Pamen, 19 Kapolda Berganti
Pesan Listyo Sigit untuk Kapolri Suyudi: Jaga Amanah dan Utamakan Pelayanan Masyarakat
SPMB Angkatan Ketiga SMA KTB Dibuka, 180 Siswa Disiapkan Beasiswa Penuh

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Presiden Prabowo ke Halmahera Tengah, Luncurkan Program Hilirisasi Rp180 Triliun

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Temui Presiden FIFA, Prabowo Dorong Sepak Bola Jadi Instrumen Bangun Karakter Bangsa

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:30 WIB

Presiden Prabowo Minta Komunikasi Pemerintah Sederhana, Terbuka, dan Dialogis

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:53 WIB

BGN Buka Jalan Mitra MBG Ganti Yayasan yang Cuma Minta Setoran

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Polri Mutasi 88 Pati dan Pamen, 19 Kapolda Berganti

Berita Terbaru