INILAH DAMPAK DARI PAK ” DUDUNG ” dan PAK FADIL IMRAN

Selasa, 8 Desember 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

detikkota.com – Berterimakasih Kepada Beliau Berdua, karena sudah membuka mata bahwa “PERBUDAKAN SPIRITUAL BUKAN LAH HAL YANG TEPAT” !!

Sangat Tepat Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya saling sinergi Untuk Menumpas Penyakit Radikalisme dari Kelompok efpe’i yang sudah tidak memiliki izin tersebut.

Pasal nya negara yang dengan banyak alasan tampak tak punya cara yang efektif untuk mengendalikan MRS, dan pengikutnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

KALI ini Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya, menunjukkan taring nya dan MARWAH Aparat kembali pada porsinya.

Tanpa tanggung -tanggung 6 di doorr, dan tanpa ragu, karena kelompok pendukung MRS melawan hukum dan nyerang aparat dan ada bukti membawa senjata.

Banyak pihak yang dibikin gemes sejak kedatangan MRS di Bandara Internasional Soekarno-Hatta menimbulkan kerusakan fasilitas Bandara, masih berlanjut di Petamburan dan Mega Mendung menimbulkan kerumunan, dan aksi yang menolak tak mau di tes Swab secara resmi bahkan mencaci maki petugas dan mengintimidasi awak media waktu hanya mengantarkan surat panggilan Kepolisian.

Seakan MRS penguasa negara di dalam negara Indonesia.

Setelah kemarin berusaha “PANSOS” dengan mengajak dialog, tapi tak mau patuh menghormati hukum, tentu saja aparat harus bertindak tegas. Memang kinerja Polisi yang Profesional selalu punya cara dan strategi.

Untuk meminta MRS menyerahkan diri dengan baik-baik itu jelas suatu yang mustahil.

Yang menarik, Kotak Pandora apa yang bisa di korek terbuka MRS nanti bila benar-benar kepolisian berhasil menjemput paksa si biang kegaduhan dan kerusuhan tersebut.

Maka nya ada pihak yang terus mengamankan MRS dari tempat ke tempat lain.

(Dw.A/Red)

Berita Terkait

Pemkab dan Polresta Banyuwangi Peringati HPN 2026 Bersama Insan Pers
Bupati Lumajang Tegaskan Fasilitas Kesehatan Dilarang Tolak Pasien Tidak Mampu
HPN 2026, Ketua PD MIO Indonesia Sumenep Tekankan Pentingnya Pers Merdeka dan Berintegritas
Hari Pers Nasional, Didik Haryanto: Pers Berperan Penting Mengangkat UMKM dan Budaya Lokal
Banyuwangi Disiapkan Jadi Pemasok Bioetanol Nasional, Pabrik 30 Ribu KL Dibangun di Glenmore
Presiden Prabowo Bahas Arah Politik Luar Negeri Bersama Tokoh dan Akademisi di Istana
Dukung Operasi Keselamatan Semeru 2026, Satlantas Polres Sumenep Gelar Ramp Check Angkutan Umum
PT Garam Tegaskan Kebutuhan Produksi di Tengah Penolakan Warga

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 23:38 WIB

Pemkab dan Polresta Banyuwangi Peringati HPN 2026 Bersama Insan Pers

Senin, 9 Februari 2026 - 23:36 WIB

Bupati Lumajang Tegaskan Fasilitas Kesehatan Dilarang Tolak Pasien Tidak Mampu

Senin, 9 Februari 2026 - 15:39 WIB

HPN 2026, Ketua PD MIO Indonesia Sumenep Tekankan Pentingnya Pers Merdeka dan Berintegritas

Senin, 9 Februari 2026 - 10:58 WIB

Hari Pers Nasional, Didik Haryanto: Pers Berperan Penting Mengangkat UMKM dan Budaya Lokal

Sabtu, 7 Februari 2026 - 22:56 WIB

Banyuwangi Disiapkan Jadi Pemasok Bioetanol Nasional, Pabrik 30 Ribu KL Dibangun di Glenmore

Berita Terbaru