Skandal Kebijakan Batik Sumenep? Mahasiswa Bongkar Dugaan Permainan di Diskop

Rabu, 11 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gempar saat menggelar aksi protes di depan Kantor Diskop UKM Perindag Sumenep, Selasa (10/2/2026).

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gempar saat menggelar aksi protes di depan Kantor Diskop UKM Perindag Sumenep, Selasa (10/2/2026).

SUMENEP, detikkota.com – Gelombang protes mahasiswa mengguncang Kantor Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Kabupaten Sumenep, Selasa (10/2/2026). Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (Gempar) mengepung kantor dinas dan menuntut transparansi kebijakan batik yang dinilai penuh kejanggalan.

Aksi berlangsung tegang. Koordinator Gempar, Moh Asmuni, dalam orasinya menuding kebijakan dan pola sosialisasi yang dilakukan dinas tidak berpihak pada perajin batik lokal sebagai produsen utama. Ia bahkan menyebut kebijakan tersebut berpotensi mencoreng nama baik Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo.

Mahasiswa menyoroti kegiatan sosialisasi UMKM yang diklaim telah tuntas, namun dinilai tidak memberikan kejelasan manfaat bagi perajin batik Sumenep. Padahal, batik selama ini menjadi identitas budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sosialisasi UMKM yang dikatakan selesai namun faktanya tidak pernah menemukan ujung. Ini bukan sekadar kelalaian, ini manipulasi arah kebijakan,” tegas Asmuni.

Selain itu, Gempar mengkritisi Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 67 Tahun 2025 yang dinilai berpotensi mengaburkan identitas batik Sumenep. Mereka mempertanyakan adanya dugaan pergeseran makna batik lokal dengan tekstil umum yang disebut-sebut dipromosikan sebagai representasi budaya daerah.

Mahasiswa juga menduga kebijakan tersebut tidak lepas dari kepentingan ekonomi tertentu. Mereka mengklaim menemukan indikasi keterlibatan pihak luar dalam rantai distribusi, yang disebut merugikan perajin lokal.

Isu transparansi menjadi tuntutan utama. Saat meminta daftar pelaku usaha yang diundang dalam sosialisasi, mahasiswa mengaku diarahkan untuk menempuh prosedur administratif formal. Hal itu dinilai sebagai bentuk birokrasi yang tidak terbuka.

Gempar mendesak audit terbuka terhadap program batik, publikasi data penerima manfaat, serta penjelasan resmi terkait dugaan promosi produk di luar produksi perajin Sumenep.

Menanggapi tudingan tersebut, Kepala Diskop UKM Perindag Sumenep, Romli, membantah adanya penyimpangan. Ia menyatakan sosialisasi telah dilakukan sesuai prosedur dan melibatkan perwakilan UMKM.

“Kami sudah sesuai prosedur melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan perwakilan UMKM. Soal data peserta, sudah ada di masing-masing bidang,” ujarnya.

Meski demikian, mahasiswa menyatakan belum puas dengan klarifikasi tersebut. Mereka memberikan ultimatum akan menggelar aksi lanjutan dengan massa lebih besar apabila tuntutan transparansi dan audit tidak segera dipenuhi.

Penulis : M/Red

Editor : M/Red

Berita Terkait

Semarak HUT ke-81 RI, Pemkot Probolinggo Gelar Lomba Antar-OPD
Curanmor di Lenteng Terungkap, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam
Menko Pangan Tampung Keluhan Petani Banyuwangi, Janji Kawal Perbaikan Irigasi
Dari Kampus ke Garda Demokrasi, Mahasiswa Uniba Madura Tuntaskan Magang di Bawaslu Sumenep
Polresta Sumenep Edukasi 140 Pelajar MAN Sumenep soal Pemanfaatan AI
HUT ke-81 RI Jadi Momentum Kapolresta Sumenep Perkuat Pengabdian dan Sinergi
Bupati Fauzi Dorong Kabupaten Kepulauan, Sebut Aspirasi Warga Sudah Berlangsung Lama
Muktamar NU ke-35 Jadi Momentum PB IKA PMII Bedah Energi, Pangan hingga Gerakan Islam

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 12:57 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, Pemkot Probolinggo Gelar Lomba Antar-OPD

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:04 WIB

Curanmor di Lenteng Terungkap, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Menko Pangan Tampung Keluhan Petani Banyuwangi, Janji Kawal Perbaikan Irigasi

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:04 WIB

Polresta Sumenep Edukasi 140 Pelajar MAN Sumenep soal Pemanfaatan AI

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:52 WIB

HUT ke-81 RI Jadi Momentum Kapolresta Sumenep Perkuat Pengabdian dan Sinergi

Berita Terbaru

Pemerintahan

Semarak HUT RI ke-81, Dispangtan Purwakarta Gelar Berbagai Kegiatan

Jumat, 21 Agu 2026 - 11:01 WIB