Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan

Jumat, 2 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Dok. Media Jatim) Ketua Komisi IV DPRD Sumenep Mulyadi.

(Dok. Media Jatim) Ketua Komisi IV DPRD Sumenep Mulyadi.

SUMENEP, detikkota.com – Dugaan pemotongan dana insentif bagi guru Non K2 Non ASN di Kabupaten Sumenep mulai menjadi perhatian publik. Namun hingga saat ini, Komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep mengaku belum menerima laporan resmi dari para penerima bantuan.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep, Mulyadi, SH, MH, menyampaikan bahwa pihaknya belum bisa mengambil langkah lebih jauh karena belum ada pengaduan yang masuk secara formal.

“Kami belum dapat laporan terkait itu, Mas. Kalau nanti ada laporan dari penerima, tentu akan kami tindak lanjuti,” ujar Mulyadi saat dikonfirmasi, Jumat (02/01/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan, Komisi IV yang membidangi pendidikan akan memanggil Dinas Pendidikan (Disdik) apabila ditemukan laporan atau bukti adanya pemotongan dana insentif yang merugikan guru.

“Kalau ada laporan dari penerima, nanti kami panggil Disdik,” tegasnya.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep telah membantah keras tudingan pemotongan dana insentif tersebut. Kepala Disdik menegaskan bahwa penyaluran dana dilakukan secara non-tunai, langsung ke rekening guru penerima, sehingga menurutnya tidak ada ruang bagi dinas untuk melakukan pemotongan.

Meski demikian, di lapangan muncul keluhan bahwa dana insentif sebesar Rp1.500.000 yang diterima guru diduga dipotong hingga Rp500.000–Rp750.000, dengan alasan adanya “komitmen” antara oknum tertentu dan penerima bantuan.

Menanggapi hal tersebut, Komisi IV DPRD Sumenep membuka ruang pengaduan dan mendorong para guru yang merasa dirugikan untuk berani melapor secara resmi, agar persoalan tersebut dapat diusut secara transparan dan akuntabel.

Penulis : M

Editor : Red

Berita Terkait

Khofifah Indar Parawansa Salurkan Bansos Rp16 Miliar Lebih di Kabupaten Probolinggo
Khofifah Indar Parawansa Tinjau Banjir di Probolinggo, Mohammad Haris Pastikan Penanganan dan Rekonstruksi Dipercepat
Waspada Cuaca Ekstrem, BMKG Prediksi Hujan Petir di Madura
Patroli Skala Besar Ramadhan, Aparat Gabungan Jaga Kondusifitas Wilayah Sumenep
Kapolres Sumenep Sidak Penjual Kembang Api di Hari Pertama Ramadan 2026
BM Satlantas Polres Purwakarta Gelar Jumat Berbagi, Bagikan Nasi Kotak ke Warga
Bunda PAUD Kota Probolinggo Monitoring Program MBG di TK Tunas Harapan
Penyesuaian Data PBI BPJS di Lumajang Berdampak pada 52.773 Peserta

Berita Terkait

Senin, 23 Februari 2026 - 16:40 WIB

Khofifah Indar Parawansa Salurkan Bansos Rp16 Miliar Lebih di Kabupaten Probolinggo

Senin, 23 Februari 2026 - 16:38 WIB

Khofifah Indar Parawansa Tinjau Banjir di Probolinggo, Mohammad Haris Pastikan Penanganan dan Rekonstruksi Dipercepat

Senin, 23 Februari 2026 - 10:57 WIB

Waspada Cuaca Ekstrem, BMKG Prediksi Hujan Petir di Madura

Jumat, 20 Februari 2026 - 04:43 WIB

Patroli Skala Besar Ramadhan, Aparat Gabungan Jaga Kondusifitas Wilayah Sumenep

Kamis, 19 Februari 2026 - 10:01 WIB

Kapolres Sumenep Sidak Penjual Kembang Api di Hari Pertama Ramadan 2026

Berita Terbaru