Kapolsek Sunggal Bantah 2 Tahanan Tewas Akibat Dianiaya

Kamis, 8 Oktober 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi, S.I.K

Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi, S.I.K

MEDAN, detikkota.com – Pasca tewasnya dua orang tahanan Polsek Sunggal yang terlibat dalam kasus polisi dan anggota BNN gadungan, Joko Dedi Kurniawan (36) warga Seintis, Deli Serdang dan Rudi Effendi (40) warga Mesjid Jamik Batangkuis, Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi, S.I.K, melalui Kanit Reskrim, AKP Budiman Simanjuntak, SH, membantah kematian tersangka Joko akibat dianiaya oknum petugas, Selasa (6/20/2020) pagi, sekira pukul 10.00 WIB.

Dikatakan Budiman, kedua tersangka tersebut ditahan di sel Polsek Sunggal atas kasus pencurian dengan kekerasan dengan modus mengaku sebagai petugas polisi (polisi gadungan) dan juga mengaku sebagai anggota BBN (BNN gadungan) bersama dengan beberapa orang temannya antara lain Yogi Angga (20) warga Jalan Jati Rejo Desa Sempali, Suprianto (40) Edi Syahputra (32), Ari (25) serta Khairunnisa (18) dan Muhammad Budiman (34) keempatnya warga Seintis Deli Serdang yang ditangkap pada, Selasa (8/9) lalu sekira pukul 23.00 WIB.

Selain mengamankan para tersangka, petugas juga menyita barang bukti berupa sepeda motor korban Honda Vario BK 4801 PBH, mobil Kijang LGX BK 1374 DS. Ada juga kartu Anggota BNN, 2 pucuk pistol mainan, borgol, handpone dan berkas-berkas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengatakan, setelah ditahan Joko dan Rudi mengalami sakit beberapa kali. Pada tanggal 23 September 2020, tersangka Joko mengalami keluhan lambung dan kepala selanjutnya penyidik membawa tersangka ke RS Bhayangkara Medan. Setelah diperiksa dokter, tersangka diperbolehkan pulang.

Kemudian, tanggal 25 September 2020, tersangka mengeluh sakit dan kembali dibawa berobat kembali ke RS Bhayangkara dengan keluhan lambung dan kepala setelah diperiksa oleh dokter, tersangka disarankan untuk opname. Pada saat itu, penyidik Polsek Sunggal langsung memberitahukan kepada keluarganya yang selanjutnya ikut menemani tersangka.

Setelah diopname selama 3 hari, dokter yang merawat menyatakan Joko sudah sembuh dan diperbolehkan pulang tepatnya pada 28 September 2020.

Selanjutnya, tanggal 29 September 2020, tersangka kembali mengeluh sakit dan setelah diperiksa dokter, tersangka diperbolehkan meninggalkan RS Bhayangkara. Pada 1 Oktober 2020 tersangka mengeluh sakit dan dibawa ke rumah sakit setelah diperiksa tersangka diperbolehkan meninggalkan RSU Bhayangkara.

Tanggal 2 Oktober 2020 sekira pukul 08.00 WIB tersangka kembali mengeluh sakit dan petugas langsung membawa ke RSU Bhayangkara dan dilakukan perawatan oleh dokter, setelah ditangani dokter yang merawat, tersangka dinyatakan meninggal dunia.

Lebih lanjut diutarakan Budiman Simanjuntak, saat berada dalam perjalanan menuju RS Bhayangkara, pihaknya telah menghubungi keluarga tersangka dan memberitahukan kondisi tersangka yang kembali sakit.

“Setelah dinyatakan meninggal dunia oleh dokter, pihak Polsek Sunggal sesuai dengan SOP yang ada dan koordinasi dengan pihak kedokteran untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah Joko, namun pihak keluarga dalam hal ini adalah istri dan pamannya bermohon dengan sangat agar tidak dilakukan otopsi dan membuat surat permohonan tidak dilakukan otopsi,” katanya.

Meskipun dari Polsek Sunggal sudah menyarankan agar mereka berembuk terlebih dahulu dengan keluarga yang lain, namun atas nama keluarga alm Joko menyatakan ikhlas atas kematiannya dan memohon agar tidak dilakukan otopsi jenazah.

Atas dasar permohonan keluarga tersangka itulah, pihak Polsek Sunggal selanjutnya meminta kepada dokter agar dilakukan visum luar saja dan usai dilakukan visum, kemudian jenazah diserahkan kepada pihak keluarganya untuk dikebumikan.

“Jadi tidak benar jika dikatakan bahwa terhadap tersangka Joko mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh oknum Polsek Sunggal,” tandasnya. (Leodepari)

Berita Terkait

Pengajuan Kerja Sama Publikasi Media di Diskominfo Purwakarta Dinilai Rumit dan Berbelit
Sumur Bor Keluarkan Gas Mudah Terbakar di Banyuates Sampang, Polisi Hentikan Pengeboran
Warga Kepulauan Tertahan Akibat Cuaca Ekstrem, Baznas Sumenep Langsung Salurkan Logistik
Polres Sumenep Gelar Sidang BP4R sebagai Bekal Anggota Jelang Pernikahan
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumenep Terima Kunjungan FKMSA Universitas Wiraraja
Haji Rudi Tegaskan Isu Pemotongan Anggaran Koperasi Desa Merah Putih di Sumenep Tidak Benar
Dandim 0827/Sumenep Pimpin Tradisi Pelepasan Personel Purnatugas
TMI Sumenep Soroti Dugaan Mafia Solar Subsidi Gunakan Barcode Nelayan dan Petani

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 17:42 WIB

Pengajuan Kerja Sama Publikasi Media di Diskominfo Purwakarta Dinilai Rumit dan Berbelit

Jumat, 16 Januari 2026 - 13:27 WIB

Sumur Bor Keluarkan Gas Mudah Terbakar di Banyuates Sampang, Polisi Hentikan Pengeboran

Jumat, 16 Januari 2026 - 09:36 WIB

Warga Kepulauan Tertahan Akibat Cuaca Ekstrem, Baznas Sumenep Langsung Salurkan Logistik

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:30 WIB

Polres Sumenep Gelar Sidang BP4R sebagai Bekal Anggota Jelang Pernikahan

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:37 WIB

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumenep Terima Kunjungan FKMSA Universitas Wiraraja

Berita Terbaru