Kasus Suspek Chikungunya Muncul di Sejumlah Wilayah Pamekasan, Dinkes Minta Warga Waspada

Senin, 5 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan dr. Syaifuddin.

Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan dr. Syaifuddin.

PAMEKASAN, detikkota.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan mencatat adanya temuan suspek virus Chikungunya (CHIKV) di sejumlah wilayah kerja puskesmas. Meski demikian, penyebaran kasus tersebut dipastikan tidak terjadi secara merata di seluruh wilayah kabupaten.

Kepala Dinkes Pamekasan, dr. Syaifuddin, mengatakan dari 17 puskesmas yang ada, hanya sekitar empat wilayah kerja yang melaporkan adanya pasien dengan gejala mengarah ke Chikungunya. Saat ini, Dinkes masih melakukan pendalaman data untuk memantau perkembangan kasus di lapangan.

“Gejala yang paling menonjol berupa demam disertai linu-linu yang cukup berat, bahkan ada pasien yang sampai kesulitan berjalan,” ujar dr. Syaifuddin, melansir Karimata, Senin (05/01/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan data sementara, suspek Chikungunya ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Tlanakan, Kadur, Talang, dan Galis. Sementara sejumlah puskesmas lain dilaporkan tidak ditemukan adanya suspek kasus.

Ia menyebutkan, jumlah pasien di setiap puskesmas bervariasi, rata-rata berkisar antara 10 hingga 20 orang. Penetapan kasus saat ini masih dilakukan berdasarkan pemeriksaan klinis, karena sebagian besar pasien belum menjalani pemeriksaan laboratorium.

“Penetapan seharusnya melalui pemeriksaan darah, namun saat ini masih didasarkan pada pemeriksaan klinis karena belum semuanya dilakukan pemeriksaan laboratorium,” jelasnya.

Terkait penanganan, dr. Syaifuddin menegaskan bahwa pengobatan Chikungunya bersifat simptomatik dengan fokus mengurangi nyeri dan meningkatkan daya tahan tubuh pasien. Pasien dianjurkan untuk cukup beristirahat, memperbanyak asupan cairan, mengonsumsi makanan bergizi, serta vitamin.

“Pengobatannya berupa analgesik untuk mengurangi nyeri, ditambah vitamin untuk meningkatkan imunitas tubuh,” katanya.

Ia menjelaskan, virus Chikungunya ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Meski jarang menyebabkan kematian, penyakit ini dapat berdampak signifikan terhadap aktivitas dan produktivitas penderitanya.

“Tidak mematikan, tetapi sangat mengganggu aktivitas. Umumnya pasien tidak bisa beraktivitas selama lima hari hingga satu minggu,” tambahnya.

Dinkes Pamekasan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk, menjaga kebersihan lingkungan, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat guna mencegah penyebaran penyakit.

Penulis : Red

Editor : Red

Berita Terkait

Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas
Prestasi Kesehatan Desa, Posyandu ILP 6 SPM Pinggirpapas Juara I Sumenep
Status KLB Campak di Sumenep Masih Menunggu Keputusan Resmi Kemenkes
Puskesmas Masalembu Gencarkan BIAS, Tingkatkan Kekebalan Anak Sekolah
Kasus Campak di Sumenep Turun Drastis, November Nihil Laporan Baru
Puteri Indonesia 2025 Ajak Remaja Banyuwangi Peduli Kesehatan Mental
Wali Kota Eri Instruksikan Rumah Sakit Hilangkan Sekat Sosial dalam Pelayanan Kesehatan
Jangkau SDN hingga SLB, Puskesmas Pamolokan Tuntaskan BIAS di Empat Sekolah

Berita Terkait

Senin, 5 Januari 2026 - 14:30 WIB

Kasus Suspek Chikungunya Muncul di Sejumlah Wilayah Pamekasan, Dinkes Minta Warga Waspada

Sabtu, 3 Januari 2026 - 07:15 WIB

Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas

Minggu, 14 Desember 2025 - 11:11 WIB

Prestasi Kesehatan Desa, Posyandu ILP 6 SPM Pinggirpapas Juara I Sumenep

Rabu, 26 November 2025 - 12:28 WIB

Status KLB Campak di Sumenep Masih Menunggu Keputusan Resmi Kemenkes

Selasa, 25 November 2025 - 15:19 WIB

Puskesmas Masalembu Gencarkan BIAS, Tingkatkan Kekebalan Anak Sekolah

Berita Terbaru

Bupati Lumajang Indah Amperawati foto bersama saat menghadiri pengukuhan pengurus DPC PKDI Kabupaten Lumajang periode 2025–2030 di Pendopo Suhanto Agro, Kecamatan Sukodono, Rabu (7/1/2026).

Pemerintahan

Bunda Indah Ajak Kepala Desa Solid Bangun Lumajang Lewat PKDI

Rabu, 7 Jan 2026 - 16:24 WIB