Kepala SPPG Bejreh Barokah Bangsa Sampaikan Permintaan Maaf Terkait MBG yang Diterima Siswa SDN Karanganyar

Rabu, 29 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makanan program makan gratis yang diduga tidak layak konsumsi diterima siswa SDN Karanganyar, Kecamatan Kalianget.

Makanan program makan gratis yang diduga tidak layak konsumsi diterima siswa SDN Karanganyar, Kecamatan Kalianget.

SUMENEP, detikkota.com – Pihak pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bejreh Barokah Bangsa di wilayah Kalianget Barat akhirnya memberikan tanggapan terkait dugaan pemberian makanan tidak layak konsumsi kepada siswa SDN Karanganyar, Kecamatan Kalianget.

Kepala SPPG, Miftaho Anwar, menyampaikan permintaan maaf atas insiden yang telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, khususnya wali murid.

“Mohon maaf atas kejadian yang sudah terjadi. SPPG kami terus melakukan evaluasi untuk ke depannya agar lebih baik kembali,” ujarnya, saat dikonfirmasi media ini, Rabu (29/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul sorotan publik terhadap program makan gratis bergizi yang dinilai tidak berjalan sesuai standar, setelah ditemukan dugaan makanan dalam kondisi tidak layak konsumsi.

Sebelumnya, kejadian pada Selasa (28/4/2026) memicu keluhan dari wali murid. Bahkan, beredar video yang menunjukkan dugaan kejadian serupa pada 14 April 2026.

Meski pihak SPPG telah menyampaikan permintaan maaf, hingga kini belum ada keterangan resmi dari Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Sumenep terkait langkah pengawasan maupun evaluasi yang akan dilakukan.

Masyarakat berharap adanya perbaikan nyata serta pengawasan lebih ketat agar program yang bertujuan meningkatkan gizi anak tersebut dapat berjalan sesuai harapan dan tidak menimbulkan dampak negatif.

Penulis : M

Editor : Id

Berita Terkait

Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan
Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada
Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen
Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap
ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA
GPN Jatim dan DLH Sumenep Investigasi Dugaan Limbah Tambak Udang di Pesisir Ambunten
Wali Kota Eri Datangi Penyalur ART di Gunung Anyar, Pekerja Terjerat Denda Rp3,5 Juta Dipulangkan
Hari Tani Nasional 2026, Bupati Probolinggo Soroti Pupuk dan Harga Komoditas

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:58 WIB

Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen

Selasa, 29 September 2026 - 16:38 WIB

ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA

Selasa, 29 September 2026 - 16:35 WIB

GPN Jatim dan DLH Sumenep Investigasi Dugaan Limbah Tambak Udang di Pesisir Ambunten

Berita Terbaru