SUMENEP, detikkota.com – Peringatan Hari Ibu 2025 di Kabupaten Sumenep dimaknai secara berbeda oleh Srikandi Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Sumenep. Tidak berhenti pada seremoni simbolik, momentum tersebut diterjemahkan menjadi gerakan nyata pemberdayaan perempuan melalui kegiatan Beauty Class bertajuk “Self Care Make-up Routine”, yang digelar Minggu (21/12/2025) di Aula Kantor Bappeda Kabupaten Sumenep.
Kegiatan ini dirancang sebagai ruang edukasi sekaligus penguatan jejaring perempuan, khususnya generasi muda. Self care diposisikan bukan sebagai gaya hidup mahal, melainkan sebagai kebutuhan dasar perempuan untuk menjaga kesehatan fisik, mental, dan kepercayaan diri. Melalui pendekatan edukatif, peserta dibekali pemahaman mengenai perawatan kulit, personal color analysis (PCA), teknik make-up harian, touch-up, hingga cara membersihkan make-up secara benar dan aman, dengan narasumber utama, Fety Make-up.
Ketua Penyelenggara, Khodaifah, menjelaskan bahwa beauty class ini menjadi bagian dari upaya Srikandi IKA PMII Sumenep memaknai Hari Ibu sebagai momentum refleksi peran perempuan dalam pembangunan sosial dan ekonomi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dalam rangka Hari Ibu, kami ingin menghadirkan kegiatan yang benar-benar berdampak. Bukan hanya belajar make-up, tetapi juga membangun kesadaran bahwa perempuan berhak merawat diri dan mengembangkan potensinya,” ujarnya.
Lebih jauh, kegiatan ini juga diarahkan sebagai media branding dan penguatan usaha para sahabat alumni PMII yang bergerak di bidang make-up artist (MUA). Para alumni perempuan dengan latar belakang usaha kecantikan dilibatkan secara aktif, baik sebagai narasumber maupun jejaring pendukung, sehingga kegiatan ini tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga membuka ruang promosi dan kolaborasi usaha.
“Ini juga bagian dari branding sahabat-sahabat alumni yang punya usaha MUA. Kami ingin alumni perempuan saling menguatkan, saling mengenalkan karya, dan tumbuh bersama,” kata Khodaifah.
Sementara, Mulyadi mewakili Ketua IKA PMII Sumenep mengapresiasi inisiatif Srikandi IKA PMII Sumenep yang dinilainya mampu memberikan kontribusi nyata bagi perempuan.
Ia menyebut kegiatan beauty class tersebut sebagai salah satu bentuk perjuangan Srikandi dalam menjawab tantangan zaman melalui cara yang relevan dan bermanfaat. “Kami bangga Srikandi bisa berkontribusi. Ini bentuk perjuangan Srikandi menjawab tantangan zaman,” ujar Mulyadi.
Menurutnya, bagi alumni pergerakan, keseimbangan antara pemikiran dan penampilan sama pentingnya dalam membangun kepercayaan diri dan peran di ruang publik. “Bagi alumni pergerakan, pemikiran dan penampilan itu sama pentingnya,” katanya.
Mulyadi juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh sponsorship dan pihak pendukung yang telah berkontribusi,” tandasnya.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Arinna Hidayah Skincare sebagai sponsorship utama. Dukungan tersebut dinilai sebagai bentuk konkret kontribusi sektor usaha dalam agenda pemberdayaan perempuan. Selain memberikan materi edukatif, Arinna Hidayah Skincare juga membagikan goodie bag kepada seluruh peserta sebagai simbol dukungan terhadap perempuan agar lebih peduli pada kesehatan kulit.
Selain sponsorship utama, kegiatan ini juga didukung oleh sejumlah pihak, antara lain Barenbliss, Bappeda Kabupaten Sumenep, Diskominfo Sumenep, dan RRI. Para peserta memperoleh berbagai fasilitas gratis seperti voucher produk, konsumsi, hingga doorprize, sehingga kegiatan dapat diakses secara inklusif tanpa hambatan biaya.
Antusiasme peserta terlihat tinggi sejak awal kegiatan. Banyak di antara mereka menilai beauty class ini sebagai ruang belajar yang langka, karena memadukan edukasi, jejaring usaha, dan semangat kebersamaan perempuan dalam satu forum.
Melalui kegiatan ini, Srikandi IKA PMII Sumenep berharap dapat terus menghadirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan perempuan, sekaligus memperkuat peran alumni sebagai agen perubahan sosial. Hari Ibu pun dimaknai bukan sekadar perayaan, melainkan momentum memperkuat solidaritas, kemandirian, dan daya saing perempuan di tingkat lokal.
Penulis : M
Editor : Red







