Libatkan 31 Kecamatan, Pemkot Surabaya Sosialisasikan Kesetaraan Gender Lewat Seni Suroboyoan

Kamis, 5 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perwakilan 31 kecamatan di Surabaya menampilkan Fragmen Suroboyoan dalam rangkaian Surabaya Gender Award 2026.

Perwakilan 31 kecamatan di Surabaya menampilkan Fragmen Suroboyoan dalam rangkaian Surabaya Gender Award 2026.

SURABAYA, detikkota.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memanfaatkan pendekatan budaya lokal untuk menyampaikan pesan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak kepada masyarakat.

Upaya tersebut diwujudkan melalui pertunjukan Fragmen Suroboyoan bertema Ruang Bersama Indonesia dalam rangkaian Surabaya Gender Award 2026 yang digelar di BG Junction Surabaya, Rabu (4/11/2026).

Kegiatan ini melibatkan 31 kecamatan se-Kota Surabaya. Masing-masing kecamatan menampilkan pertunjukan seni yang mengangkat berbagai persoalan sosial, mulai dari kesetaraan hak perempuan dan laki-laki, pemberdayaan perempuan, pemenuhan hak anak, hingga pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Bidang Pengarusutamaan Gender dan Pemenuhan Hak Anak DP3A-PPKB Kota Surabaya, Relita Wulandari, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar ajang perlombaan maupun kreativitas antarkecamatan, melainkan bagian dari inovasi pembangunan yang responsif gender.

“Fragmen Suroboyoan menjadi inovasi pembangunan responsif gender dengan memanfaatkan budaya lokal sebagai media penyampaian pesan kepada masyarakat,” kata Relita.

Menurutnya, tema Ruang Bersama Indonesia mengandung pesan bahwa setiap warga, baik perempuan, laki-laki maupun anak-anak, memiliki hak dan kesempatan yang setara untuk berpartisipasi serta mendapatkan manfaat dari pembangunan.

“Tema Ruang Bersama Indonesia mengandung makna bahwa setiap orang, baik perempuan, laki-laki maupun anak, memiliki kesempatan dan hak yang sama untuk berpartisipasi serta memperoleh manfaat pembangunan,” jelasnya.

Relita menilai keterlibatan seluruh kecamatan dalam kegiatan tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas wilayah untuk membangun lingkungan yang responsif terhadap kesetaraan gender.

“Pendekatan budaya diharapkan mampu membuat pesan kesetaraan lebih dekat dengan kehidupan masyarakat sekaligus mendorong partisipasi aktif dalam pembangunan,” imbuhnya.

Ia menegaskan, pesan yang disampaikan melalui pertunjukan seni tersebut tidak boleh berhenti sebatas penampilan di atas panggung. Setiap kecamatan diharapkan mampu menerjemahkan nilai-nilai kesetaraan, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak ke dalam program nyata.

Dengan demikian, kegiatan tersebut diharapkan memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, terutama dalam memperkuat perlindungan dan pemenuhan hak perempuan serta anak.

“Pemkot berharap kegiatan ini sebagai inspirasi untuk mewujudkan Surabaya yang semakin responsif gender, memberdayakan perempuan, dan peduli anak,” pungkas Relita.

Melalui kegiatan ini, Pemkot Surabaya berharap budaya lokal tidak hanya menjadi sarana pelestarian tradisi, tetapi juga menjadi media edukasi untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai kesetaraan dan keadilan sosial.

Penulis : Su

Editor : Id

Berita Terkait

Songennep Jaja Rajja Jadi Seruan Persatuan, Bupati Sumenep Dorong Pembangunan Merata
Haul Raja-Raja Madura, Pemkab Sumenep Ajak Generasi Muda Rawat Warisan Sejarah
Sambut Hari Jadi ke-757, Pemkab Sumenep Wajibkan ASN dan Non-ASN Kenakan Baju Adat Keraton
Festmaraja Jadi Momentum Pelestarian dan Pengembangan Keris Sumenep
Polda Jatim Matangkan Program POLIRAN, Fokus pada Ketahanan Pangan dan Bank Sampah
Cafe Tikum Cikumpay Makin Seru, Kini Hadirkan Live Musik untuk Hibur Pengunjung
Konsep Baru Gandrung Sewu 2026, Pertunjukan Malam Libatkan 1.000 Penari
Pemkab Sumenep Raih Tiga Juara 1 Syariah Award Jawa Timur

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 09:59 WIB

Libatkan 31 Kecamatan, Pemkot Surabaya Sosialisasikan Kesetaraan Gender Lewat Seni Suroboyoan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Songennep Jaja Rajja Jadi Seruan Persatuan, Bupati Sumenep Dorong Pembangunan Merata

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:55 WIB

Haul Raja-Raja Madura, Pemkab Sumenep Ajak Generasi Muda Rawat Warisan Sejarah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:38 WIB

Sambut Hari Jadi ke-757, Pemkab Sumenep Wajibkan ASN dan Non-ASN Kenakan Baju Adat Keraton

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Festmaraja Jadi Momentum Pelestarian dan Pengembangan Keris Sumenep

Berita Terbaru