Lima Santri Dianiaya Seniornya, Satu Diantaranya Meninggal Dunia

Rabu, 13 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pondok pesantren (Ponpes) Mambaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo

Pondok pesantren (Ponpes) Mambaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo

SIDOARJO, detikkota.com – Lima orang santri kabarnya menjadi korban pengeroyokan di pondok pesantren (Ponpes) Mambaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo. Satu dari lima orang korban dikabarkan meninggal dunia.

“Iya benar (kejadian). Tapi kasus itu sekarang ditangani Unit PPA Polresta Sidoarjo. Silahkan konfirmasi ke sana,” ungkap Kapolsek Tanggulangin, Sidoarjo, AKP Mashur Ade saat dikonfirmasi, Rabu, (13/10/2021).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden dugaan pengeroyokan terjadi pada hari Senin, (11/10) sekitar pukul 22.00 WIB. Diketahui, ada lima santri yang menjadi korban dalam dugaan penganiayaan tersebut. Yaitu, MZA (15 tahun), F (15 tahun) AN (14 tahun), KS (15 tahun), dan RD (15 tahun).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Korban diduga dianiaya oleh santri lain berinisial AA dan teman-temannya. Akibatnya, satu dari kelimanya, yakni MZA, dikabarkan meninggal dunia. Korban yang merupakan warga Dinoyo, Surabaya ini diketahui meninggal di RSUD Sidoarjo.

Kasusnya saat ini sedang ditangani Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Sidoarjo.

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, AKP Oscar Stefanus Setja saat dikonfirmasi belum bisa membeber kejadian hingga motif pengeroyokan tersebut.

“Nanti ya,” singkat AKP Oscar. ” (Redho)

Berita Terkait

TMI Sumenep Soroti Dugaan Mafia Solar Subsidi Gunakan Barcode Nelayan dan Petani
Polres Sumenep Sambut Positif Rencana Kerja Sama dengan LBH GP Ansor
Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional
Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas
Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan
Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum
Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah
Fiskal Tertekan, AFED Nilai Kebijakan APBD Sumenep Tak Sejalan dengan Visi Kepala Daerah

Berita Terkait

Kamis, 8 Januari 2026 - 22:32 WIB

TMI Sumenep Soroti Dugaan Mafia Solar Subsidi Gunakan Barcode Nelayan dan Petani

Kamis, 8 Januari 2026 - 11:13 WIB

Polres Sumenep Sambut Positif Rencana Kerja Sama dengan LBH GP Ansor

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:58 WIB

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional

Sabtu, 3 Januari 2026 - 07:15 WIB

Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:11 WIB

Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan

Berita Terbaru

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bangkalan, Zainal Alim, mewakili Sekda Bangkalan saat memberikan sambutan pada Musyawarah Wilayah VI RAPI Wilayah 1301 Bangkalan di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, Minggu (11/1/2026).

Pemerintahan

Pemkab Bangkalan Perkuat Sinergi Informasi melalui Muswil VI RAPI

Minggu, 11 Jan 2026 - 11:30 WIB