Lonjakan Kasus Campak, Gubernur Khofifah Turun Tangan di Sumenep

Sabtu, 23 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Khofifah memulai agenda dengan rapat teknis di Kantor Bupati Sumenep bersama jajaran Pemkab, Dinas Kesehatan Jatim, dan Kementerian Kesehatan.

Khofifah memulai agenda dengan rapat teknis di Kantor Bupati Sumenep bersama jajaran Pemkab, Dinas Kesehatan Jatim, dan Kementerian Kesehatan.

SUMENEP, detikkota.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di Kabupaten Sumenep, Sabtu (23/8/2025). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan langkah penanganan berjalan optimal di tengah lonjakan kasus campak di wilayah tersebut.

Khofifah memulai agenda dengan rapat teknis di Kantor Bupati Sumenep bersama jajaran Pemkab, Dinas Kesehatan Jatim, dan Kementerian Kesehatan. Pertemuan tersebut membahas strategi percepatan penanganan KLB. Usai rapat, ia meninjau pasien campak yang tengah dirawat di RSUD dr. Moh. Anwar, di mana hingga Kamis (22/8) tercatat 17 pasien masih menjalani perawatan.

Data Dinas Kesehatan Jatim mencatat, hingga 21 Agustus 2025 terdapat 2.035 kasus suspek campak, 159 terkonfirmasi positif, dan 17 anak meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“KLB campak yang terjadi di Sumenep menjadi perhatian kita bersama. Kami sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Sumenep, Dinkes Jatim, dan Kemenkes,” ujar Khofifah.

Sebagai langkah penanganan, Pemprov Jatim menyalurkan 9.825 botol vaksin MR untuk program Outbreak Response Immunization (ORI). Kegiatan imunisasi massal ini akan digelar di 26 puskesmas mulai 25 Agustus hingga 14 September 2025 dengan sasaran anak usia 9 bulan hingga 6 tahun. Selain itu, pelatihan epidemiologi KLB penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) juga diberikan bagi tenaga kesehatan puskesmas.

Khofifah menegaskan pentingnya mencegah penyebaran campak ke daerah lain, termasuk Madura Raya dan Surabaya Raya. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat, melengkapi imunisasi anak, serta segera membawa pasien bergejala berat ke rumah sakit.

“Kalau gejalanya ringan bisa isolasi mandiri selama tujuh hari. Jika berat, segera ke rumah sakit. Jangan lupa konsumsi vitamin A,” pesannya.

Kehadiran Khofifah di Sumenep diharapkan mempercepat koordinasi dan efektivitas penanganan KLB campak agar penyebaran penyakit menular ini dapat ditekan.

Berita Terkait

Banyuwangi Kembali Jadi Pilot Project Nasional Pengentasan Kemiskinan
Ribuan Anak Probolinggo Tampilkan Budaya Nusantara di HUT RI
Operasi Gabungan Gagalkan Penyelundupan 2,6 Ton Sabu Cair dan 1,57 Juta Rokok Ilegal di Kepri
Semarak HUT ke-81 RI, Pemkot Probolinggo Gelar Lomba Antar-OPD
Curanmor di Lenteng Terungkap, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam
Menko Pangan Tampung Keluhan Petani Banyuwangi, Janji Kawal Perbaikan Irigasi
Dari Kampus ke Garda Demokrasi, Mahasiswa Uniba Madura Tuntaskan Magang di Bawaslu Sumenep
Polresta Sumenep Edukasi 140 Pelajar MAN Sumenep soal Pemanfaatan AI

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Banyuwangi Kembali Jadi Pilot Project Nasional Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:41 WIB

Ribuan Anak Probolinggo Tampilkan Budaya Nusantara di HUT RI

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 02:59 WIB

Operasi Gabungan Gagalkan Penyelundupan 2,6 Ton Sabu Cair dan 1,57 Juta Rokok Ilegal di Kepri

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:04 WIB

Curanmor di Lenteng Terungkap, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Menko Pangan Tampung Keluhan Petani Banyuwangi, Janji Kawal Perbaikan Irigasi

Berita Terbaru