Madura Masuki Musim Pancaroba, Warga Diimbau Waspada

Jumat, 11 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, detikkota.com – Wilayah Madura saat ini tengah memasuki musim pancaroba atau peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau. Ari Widjajanto, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Trunojoyo Sumenep, menyampaikan bahwa masa transisi ini diprediksi berlangsung selama Maret hingga April 2025.

“Wilayah Madura saat ini masih berada dalam fase pancaroba, atau masa transisi dari musim penghujan ke musim kemarau. Kemungkinan awal kemarau akan terjadi mulai bulan Mei 2025, dan puncaknya diperkirakan jatuh pada bulan Agustus mendatang,” jelasnya, saat on air di Karimata, Jumat (11/04/2025).

Ia menyatakan, bahwa potensi hujan lokal masih bisa terjadi di beberapa wilayah Madura. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya suhu permukaan laut yang memicu pembentukan awan konvektif, penyebab terjadinya hujan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berikut adalah prediksi awal musim kemarau tahun 2025 di wilayah Madura berdasarkan pembagian dasarian:

Kabupaten Sumenep: Dasarian III Maret 2025: Batang-Batang, Batuan, Dungkek, Gapura, Gayam, Giligenting, Kalianget, Kota Sumenep, Manding, Nonggunong, Ra’as, Saronggi, Talango.

Dasarian I–III April 2025: Ambunten, Arjasa, Batuputih, Bluto, Dasuk, Ganding, Guluk-Guluk, Kangean, Lenteng, Masalembu, Pasongsongan, Pragaan, Rubaru, Sapeken.

Kabupaten Pamekasan: Dasarian I–III April 2025: Batumarmar, Galis, Kadur, Larangan, Pademawu, Pakong, Palengaan, Pamekasan, Pasean, Pegantenan, Proppo, Tlanakan, Waru.

Kabupaten Sampang: Dasarian I–III April 2025: Banyuates, Camplong, Jrengik, Karang Penang, Kedungdung, Ketapang, Omben, Pangarengan, Robatal, Sampang, Sokobanah, Sreseh, Tambelangan, Torjun.

Kabupaten Bangkalan: Dasarian III Maret 2025: Arosbaya, Geger, Klampis, Kokop, Sepulu. Dasarian I–III April 2025: Blega, Galis, Konang, Kwanyar, Modung, Tanjung.
Dasarian I–III Mei 2025: Bangkalan, Burneh, Kamal, Labang, Socah, Tanah Merah, Tragah.

Tak hanya itu, Ari juga menyampaikan bahwa dalam beberapa hari kedepan, bibit siklon tropis 96S berpotensi membawa dampak hujan lebat hingga gelombang tinggi di wilayah perairan sekitar Madura.

“Kami menghimbau masyarakat untuk waspada terhadap bencana hidrometeorologi yang rawan terjadi saat pancaroba, seperti angin kencang, puting beliung, petir, hingga hujan lebat berdurasi singkat,” ungkapnya.

Masyarakat diimbau untuk lebih siaga dan berhati-hati, terutama di wilayah yang setiap tahunnya rentan mengalami dampak cuaca ekstrem.

Berita Terkait

Bupati Purwakarta Tegur Keras Disperkim, Papan Kegiatan Proyek Dipasang di Pagar Jadi Sorotan
Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan
Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada
Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen
Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap
ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA
GPN Jatim dan DLH Sumenep Investigasi Dugaan Limbah Tambak Udang di Pesisir Ambunten
Wali Kota Eri Datangi Penyalur ART di Gunung Anyar, Pekerja Terjerat Denda Rp3,5 Juta Dipulangkan

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Bupati Purwakarta Tegur Keras Disperkim, Papan Kegiatan Proyek Dipasang di Pagar Jadi Sorotan

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:58 WIB

Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen

Minggu, 4 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap

Berita Terbaru