Mahasiswa UNDS Prodi Manajemen Lakukan Kegiatan Entrepreneurship

Sabtu, 15 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, detikkota.com – Mahasiswa/i Program studi manajemen Universitas Deli Sumatera, lakukan kegiatan Entrepreneurship ke pelaku usaha UMKM budidaya jamur tiram, di Jl.STM Ujung, No 149, Link XII, Kel.Suka Maju, Kec. Medan Johor Kota Medan, pada Jumat (14/1/22).

Kegiatan ini sendiri, menindaklanjuti surat permohonan Universitas Deli Sumatera Nomor : 001.05/08/UNDS/I/2021, dalam rangka syarat wajib mahasiswa/i UNDS T.A 2019/2020 untuk menempuh ujian akhir semester.

Kunjungan ke Mushroom House (MH) milik Hartono, SP selaku pelaku usaha Budidaya Jamur Tiram, mahasiswa/i Prodi Manajemen langsung didampingi Dosen Pembimbing Ir.Ernita, MM

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kesempatan kunjungannya, Ernita menyampaikan kehadiran UNDS disini adalah yang pertama, karena UNDS baru berdiri 2 tahun ini, maka dalam hal tersebut, UNDS menghadirkan mahasiswa/i ke WH ini, untuk melihat, mengetahui, mendapatkan pengetahuan secara langsung bagaimana dalam melakukan usaha Budidaya Jamur kepada pelaku usaha langsung, jelas Ernita kepada Hartono sang pelaku usaha.

Hartono, SP sang pelaku usaha menyambut baik, rasa terima kasih atas kunjungan yang dilakukan oleh adik-adik mahasiswa/i, dirinya akan dengan senang hati memberikan dan berbagi ilmu dalam penerapan usaha yang telah digeluti selama 12 tahun.

 

Selanjutnya, Hartono SP pelaku Usaha Budidaya Jamur, dalam paparannya kepada mahasiswa/i mengatakan dirinya berkecimpung dalam budidaya jamur dimulai pada bulan Oktober tahun 2010.

Dirinya menyebut, kala itu jangan beranggap usaha dimulai dari yang besar, namun dirinya merintis usaha dari modal yang sangat kecil. Proses Budidaya Jamur yang dilakoni dirinya saat itu, hanya bermodalkan 50 baglog.

Apa itu baglog, ujarnya kepada mahasiswa, baglog dalam pengertian dirinya menyebut, adalah wadah dari serpihan limbah kayu pabrik yang menjadi tempat tumbuh kembang nya jamur itu nanti, jelas Hartono dalam paparannya

Disebut lebih jauh olehnya, ada beberapa proses yang harus dilalui dalam budidaya jamur, salah satu nya adalah “Sterisasi”.

Sterilisasi menggunakan suhu 95 derajat celcius selama 3 – 10 jam. Setelah proses sterilisasi, baglog didinginkan dalam suhu ruangan dan setelah dingin siap untuk dimasukkan bibit jamur tiram. Media tanam yang sudah dingin sudah bisa dilakukan pemberian bibit jamur.

Namun dalam implementasi Pengelolahan yang dilakukan olehnya, Hartono menjelaskan, dirinya tidak menggunakan Boiler atau ketel uap yang besar, melainkan dirinya menggunakan sejenis drum kecil dalam Sterisasi.

Tujuannya adalah untuk menjaga tingkat atau resiko kerugian yang besar, karena jika menggunakan drum yang besar jika rusak maka akan terjadi kerusakan pada baglog keseluruhannya, terangnya lagi.

Proses dalam Sterisasi dipengelolahan di workshopnya, Hartono menyebut untuk 1 tabung gas maksimal 4 jam, untuk menentukan kematangan dapat dilihat dari gelembong yang ada di baglog, selanjutnya setelah itu kita tinggal menunggu proses tumbuh dari bibir jamur.

Hal itu dapat kita ketahui, yang sebelumnya dilakukan pendataan setiap bibit yang kita masukan di baglog kita data , jadi setiap proses berkembangnya tumbuh nya jamur dapat diketaui.

Kepada mahasiswa/i UNDS studi manajemen, Hartono menjabarkan keuntungan sendiri membudidayakan jamur tiram. Dimana dalam sekali panen untuk satu baglog menghasilkan minimal 3 – 5 ons jamur, pungkas Hartono. (RY)

Berita Terkait

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional
Haul Blokagung 2026, Bupati Banyuwangi Puji Kontribusi Pesantren
Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas
Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan
Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum
Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah
Fiskal Tertekan, AFED Nilai Kebijakan APBD Sumenep Tak Sejalan dengan Visi Kepala Daerah
Aksi Solidaritas di Polres Sumenep Desak Keadilan bagi Korban Pencabulan Anak

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:58 WIB

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional

Selasa, 6 Januari 2026 - 20:05 WIB

Haul Blokagung 2026, Bupati Banyuwangi Puji Kontribusi Pesantren

Sabtu, 3 Januari 2026 - 07:15 WIB

Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:11 WIB

Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan

Rabu, 31 Desember 2025 - 12:41 WIB

Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum

Berita Terbaru

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bangkalan, Zainal Alim, mewakili Sekda Bangkalan saat memberikan sambutan pada Musyawarah Wilayah VI RAPI Wilayah 1301 Bangkalan di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, Minggu (11/1/2026).

Pemerintahan

Pemkab Bangkalan Perkuat Sinergi Informasi melalui Muswil VI RAPI

Minggu, 11 Jan 2026 - 11:30 WIB