Masyarakat Desa Gadu Barat Keluhkan Lokasi Galian C Berdekatan Dengan Makam Keramat

Rabu, 24 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Amrullah salah satu tokoh pemuda Desa Gadu Barat Kecamatan Ganding

Amrullah salah satu tokoh pemuda Desa Gadu Barat Kecamatan Ganding

SUMENEP, detikkota.com – Masyarakat Desa Gadu Barat Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur keluhkan keberadaan tambang galian C

Pasalnya tambang tersebut, beroprasi berdekatan dengan makam keramat (Makam Bujhu’ Paregih-red) dan mengancam keberadaan makam yang dikerematkan secara turun-temurun oleh warga sekitar tersebut. Belum lagi ancaman rusaknya lingkungan sudah didepan mata. Selama ini aktifitas penambangan galian C yang diduga tidak berijin tersebut dapat mengakibatkan ruas jalan di sekitar rusak dan licin sehingga mengganggu aktifitas keseharian warga.

Menurut salah satu tokoh pemuda desa setempat Amrullah mengungkapkan, cagar budaya yang berdekatan dengan pelaksanaan tambang galian C itu kerap sekali dikunjungi oleh warga sekitar. Dengan demikian, pelaksanaan galian C itu seharusnya dihentikan agar tidak mengganggu atau meresahkan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Di ujung bukit itu ada bagian makam keramat (Bhuju’ Paregih dan Juga Bhuju’ Pandha’), yang sering kita jadikan wisata religi oleh masyarakat. Sebaiknya pelaksanaan penambangan galian C itu dihentikan saja agar tidak merusak cagar budaya,” ujarnya Selasa, (23/11/2021).

Biasanya tempat wisata religi itu dikunjungi warga untuk berziarah setiap satu bulan satu kali tiap malam Jumat manis. Hal itu dilakukan untuk melaksanakan tahlil bersama sesuai adat lingkungan desa setempat.

“Jadi, sayang sekali jika lokasi cagar budaya itu sampai dirusak,” tutur Amrullah.

Ia juga mengungkapkan, saat ini pemerintah melalui pihak terkait sedang mengupayakan perbaikan tethadap segala aspek, termasuk juga Wisata religi, dan menjaga dengan baik lingkungan hidup, ini justru malah ada oknum yang sengaja membuat potensi bencana baru.

“Sehingga saya minta pada penegak hukum segera mengambil langkah tegas untuk menutup aktifitas galian C tersebut,” tandasnya.

Ketika ditanya terkait dengan adanya sempat ditutup oleh pihak Polsek Ganding, Amrullah membenarkan bahwa kegiatan tambang Galian C yang diduga Ilegal ini memang sempat diberhentikan oleh pihak polsek setempat.

“Itu hanya berhenti beberapa hari saja, saat ini sudah melakukan kegiatan kembali. Informasinya sudah ada beberapa kesepakatan antara pihak pemilik tanah, juga dari pelaku penambangan tersebut. Entah apa saja kesepakatan tersebut, saya kurang paham, tapi setidaknya mereka harus memahamilah atas keresahan masyarakat sekitar, karena lokasinya berada di sekitar Makam tersebut,” tukasnya.

Hingga berita ini diturunkan, beberapa awak media, telah berupaya menghubungi pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Ganding Sumenep untuk melakukan konfirmasi, namun belum bisa dimintai keterangan. Pasalnya, beberapa kali dihubungi via telepon selullernya, belum memberikan jawaban ataupun tanggapan.

Senada dengan Amrullah pada berita sebelumnya, Kepala Desa Gadu Barat saat dikonfirmasi H. Sakdi membenarkan bahwa kegiatan penambangan Galian C itu tidak ada ijin ataupun pemberitahuan terhadap Pemerintah Desa setempat

“Maaf Mas, Saya tidak bisa menjelaskan hal itu, karena Saya tidak tau, Intinya tidak ada Ijin mas ke desa. Tapi, yang bekerja di sana itu orang luar semua, dan tidak pernah ada pemberitahuan ke saya,” singkatnya. (TH)

Berita Terkait

Razia Miras di Cafe Lotus, Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan 48 Botol Minuman Beralkohol
Mahasiswa Jepang dan Malaysia Belajar Membatik di Kraksaan
Salat Subuh Berjamaah di Masjid Agung, Anak-anak Dapat Uang Saku dari Wali Kota
Kemeriahan Madura Night Vaganza 2026: Bappeda Sabet Juara Stand OPD Terbaik!
Hari PMI, Kapolresta Sumenep Dorong Gerakan Donor Darah: Setetes Darah Bisa Selamatkan Nyawa
Gas LPG, Sound System dan Lampu Dicuri dari Rombong Jagung, Pria Asal Pamekasan Ditangkap
Hari PMI, Direktur RSUDMA Sumenep Ajak Masyarakat Perkuat Kepedulian dan Semangat Kemanusiaan
Gerebek Dua Titik di Kota Sumenep, Polisi Sita 102 Botol Miras: Arak Bali Mendominasi
Tag :

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 17:54 WIB

Razia Miras di Cafe Lotus, Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan 48 Botol Minuman Beralkohol

Minggu, 6 September 2026 - 11:36 WIB

Mahasiswa Jepang dan Malaysia Belajar Membatik di Kraksaan

Minggu, 6 September 2026 - 11:26 WIB

Salat Subuh Berjamaah di Masjid Agung, Anak-anak Dapat Uang Saku dari Wali Kota

Jumat, 4 September 2026 - 06:11 WIB

Kemeriahan Madura Night Vaganza 2026: Bappeda Sabet Juara Stand OPD Terbaik!

Kamis, 3 September 2026 - 14:48 WIB

Hari PMI, Kapolresta Sumenep Dorong Gerakan Donor Darah: Setetes Darah Bisa Selamatkan Nyawa

Berita Terbaru