Menteri Keuangan Sri Mulyani Paparkan Arahan Presiden Prabowo dalam APBN 2025

Selasa, 10 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan Layar Youtube Kementerian Keuangan Saat Konferensi Pers

Tangkapan Layar Youtube Kementerian Keuangan Saat Konferensi Pers

JAKARTA, detikkota.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan anggaran belanja pemerintah pada 2025, yang sudah disepakati pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), mencapai Rp3.621,3 triliun. Nilai tersebut meningkat 8,9% dibandingkan belanja negara dalam APBN 2024.

Dari nilai tersebut, Sri Mulyani memaparkan, belanja pemerintah pusat mencapai Rp 2.701,4 triliun, yang ditujukan untuk mendorong program prioritas dalam bidang pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, ketahanan pangan dan energi, serta perumahan.

Ia juga menyampaikan, program unggulan 2025 telah digabung di 2025 melalui program makan bergizi gratis (MBG), pemeriksaan kesehatan gratis renovasi sekolah-sekolah unggulan terintegrasi dan terciptanya lumbung pangan nasional daerah desa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Arahan presiden mengenai prioritas fokus pemerintah akan terus jadi pegangan bagi alokasi dan relokasi anggaran kementerian lembaga serta tranfer ke daerah (TKD) 2025,” kata Sri Mulyani, saat penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) ke lembaga kementerian dan kepala daerah, di Istana Presiden, Selasa (10/12/2024).

Sri Mulyani menyenutknan transfer ke daeraha senilai Rp919,9 triliun untuk mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi dan pelayanan inklusif. Pada kesempatan tersebut, Sri Mulyani juga mengingatkan instruksi Presiden Prabowo mengenai keselarasan belanja daerah dan pusat, lalu efektifitas dan efisiensi belanja daerah yang menjadi pegangan bagi Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Lembaga lainnya terkait arah kebijakan belanja daerah.

Dalam APBN 2025, Sri Mulyani juga menyebutkan, target penerimaan negara mencapai Rp3.001,1 triliun. Sumber penerimaan ini akan diperoleh melalui sumber penerimaan negara dari pajak, bea cukai, dan penerimaan negara bukan pajak secara maksimal.

“Untuk mengejar berbagai target penerimaan dengan tetap menjaga iklim investasi penerimaan negara dari pajak dan PNBP dilakukan tetap dengan menjaga aspek keadilan. Dimana mereka yang tidak mampu dibantu negara melalui instrumen bansos, bantuan pendidikan, kesehatan dan subsidi dan fasilitas pembebasan pajak,” kata Sri Mulyani.

Berita Terkait

Banyuwangi Kembali Jadi Pilot Project Nasional Pengentasan Kemiskinan
Operasi Gabungan Gagalkan Penyelundupan 2,6 Ton Sabu Cair dan 1,57 Juta Rokok Ilegal di Kepri
Semarak HUT RI ke-81, Dispangtan Purwakarta Gelar Berbagai Kegiatan
DPRD Sumenep Bahas Perubahan APBD 2026, Pendapatan Daerah Turun Rp175,16 Miliar
Bappeda Sumenep Siapkan Roadmap Pertumbuhan Ekonomi, Dorong Hilirisasi dan Investasi
Retreat GP Ansor Lenteng, Satukan Perspektif dan Perkuat Solidaritas
Jelang HUT RI ke-81, Kepala Dinas Bale Atikan Purwakarta Cek Langsung Progres Pengecatan Kantor
Banyuwangi Sambut Tim Asesor UNESCO untuk Revalidasi Geopark Ijen

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Banyuwangi Kembali Jadi Pilot Project Nasional Pengentasan Kemiskinan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:01 WIB

Semarak HUT RI ke-81, Dispangtan Purwakarta Gelar Berbagai Kegiatan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:07 WIB

DPRD Sumenep Bahas Perubahan APBD 2026, Pendapatan Daerah Turun Rp175,16 Miliar

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:36 WIB

Bappeda Sumenep Siapkan Roadmap Pertumbuhan Ekonomi, Dorong Hilirisasi dan Investasi

Minggu, 9 Agustus 2026 - 16:47 WIB

Retreat GP Ansor Lenteng, Satukan Perspektif dan Perkuat Solidaritas

Berita Terbaru

Ketua Umum MIO Indonesia AYS Prayogi.

Polhukam

Kasus Hotman Paris, MIO Desak Polisi Jangan Tebang Pilih

Minggu, 23 Agu 2026 - 23:05 WIB