JAKARTA, detikkota.com – Media Independen Online (MIO) Indonesia menggelar kegiatan buka puasa bersama sekaligus santunan anak yatim yang dihadiri jajaran pengurus dan dewan kehormatan organisasi. Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi serta memperkuat konsolidasi organisasi di bulan suci Ramadhan.
Acara yang berlangsung di Function Hall lantai dua Sagolicious Cafe & Resto itu dihadiri Dewan Pembina, Dewan Penasehat, Dewan Pakar, Dewan Pengawas, Dewan Etik, pengurus pusat, pimpinan wilayah, serta sejumlah mitra organisasi.
Ketua Umum MIO Indonesia, AYS Prayogie, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan buka puasa bersama tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial Ramadhan, tetapi juga memiliki makna penting dalam menjaga kebersamaan dan arah organisasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Silaturahmi seperti ini harus terus dirawat. Para dewan kehormatan menjadi kompas organisasi yang memberikan panduan moral dan pemikiran agar MIO Indonesia tetap berjalan pada jalur yang benar sebagai organisasi pers yang profesional dan bermartabat,” ujar Prayogie.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pengurus, serta mitra organisasi yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina MIO Indonesia, Taufiq Rahman, menekankan pentingnya profesionalisme perusahaan media yang tergabung dalam organisasi tersebut. Ia mengingatkan agar setiap perusahaan pers mulai menata manajemen redaksi sesuai standar yang ditetapkan Dewan Pers.
“Perusahaan media yang tergabung di MIO Indonesia perlu menata dapur redaksinya dengan baik, mulai dari legalitas hingga penyajian konten pemberitaan yang mampu mengedukasi masyarakat,” katanya.
Pandangan strategis juga disampaikan Dewan Penasehat MIO Indonesia, Indra Setiawan. Ia menilai pengurus perlu memperkuat fondasi organisasi melalui sejumlah langkah, seperti membangun database anggota yang terintegrasi, memperluas jejaring kerja sama, serta mengoptimalkan fungsi setiap divisi dalam organisasi.
Menurutnya, organisasi yang kuat harus ditopang sistem yang tertata, jaringan yang luas, serta kemandirian dalam menjalankan program.
Dalam kesempatan yang sama, pakar ekonomi kreatif Anto Suroto menyampaikan pentingnya kemampuan wartawan dalam membangun kemitraan yang produktif tanpa meninggalkan prinsip profesionalisme pers.
“Wartawan perlu mampu melihat peluang kolaborasi yang positif sehingga media tidak hanya menjalankan fungsi jurnalistik, tetapi juga dapat mengembangkan potensi ekonomi secara kreatif,” ujarnya.
Selain itu, A Bahrul BD yang akrab disapa Rully juga menyampaikan gagasan mengenai penguatan organisasi melalui pembentukan trust fund untuk mendukung keberlanjutan program serta peningkatan kapasitas wartawan melalui pelatihan dan kerja sama dengan perguruan tinggi.
Ia juga mengusulkan pembentukan Media Comment Centre sebagai pusat analisis media yang dapat memberikan perspektif terhadap berbagai isu strategis di masyarakat.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum PP MIO Indonesia, Agung Karang, menekankan pentingnya rapat pengurus yang dilaksanakan secara rutin guna menghasilkan gagasan dan program kerja baru bagi organisasi.
“Rapat pengurus secara berkala penting dilakukan, minimal satu bulan sekali, agar berbagai ide dan program kerja dapat terus berkembang,” katanya.
Kegiatan diawali dengan ramah tamah antar pengurus dan tamu undangan, dilanjutkan tausiyah menjelang berbuka puasa. Setelah berbuka bersama, acara ditutup dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim.
Melalui momentum Ramadhan tersebut, MIO Indonesia berharap semangat silaturahmi, kepedulian sosial, dan sinergi organisasi dapat terus terjaga dalam mendukung pengembangan ekosistem pers yang profesional dan bermanfaat bagi masyarakat.
Penulis : Red
Editor : Red







