Nilai Ekspor Banyuwangi Capai Rp 3,9 Triliun Sepanjang 2025, Tembus 80 Negara

Senin, 19 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melepas ekspor ikan kalengan PT Pasifik Harvest di Kecamatan Muncar, Banyuwangi, April 2025.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melepas ekspor ikan kalengan PT Pasifik Harvest di Kecamatan Muncar, Banyuwangi, April 2025.

BANYUWANGI, detikkota.com – Kinerja ekspor Kabupaten Banyuwangi menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang tahun 2025. Nilai ekspor daerah tersebut tercatat mencapai 232 juta dolar AS atau setara Rp 3,9 triliun.

Capaian ini meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 196 juta dolar AS atau sekitar Rp 3,3 triliun. Secara persentase, nilai ekspor Banyuwangi mengalami pertumbuhan sebesar 18,33 persen.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, produk-produk unggulan Banyuwangi kini telah menjangkau pasar internasional di berbagai kawasan dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Total ada 80 negara tujuan ekspor dari Banyuwangi. Pasarnya tersebar di Asia, Afrika, Eropa, Amerika, hingga Australia,” ujar Ipuk, Minggu (17/1/2026).

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi, Nanin Oktaviantie, menyebutkan terdapat 27 jenis komoditas unggulan yang diekspor. Produk tersebut meliputi ikan hias, batu apung, koral, ikan kaleng, olahan rempah, hasil pertanian, kerajinan, hingga buah segar.

Menurut Nanin, sektor perikanan masih menjadi penyumbang nilai ekspor terbesar, khususnya produk ikan kalengan. Salah satu eksportir utama berasal dari perusahaan pengolahan ikan PT Pacific Harvest yang berlokasi di Kecamatan Muncar.

“Pengiriman dilakukan berbasis kontrak dengan negara tujuan. Dalam satu kali pengiriman bisa mencapai puluhan ton, bahkan pada kondisi tertentu hingga 40 kontainer per hari,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus berupaya meningkatkan volume dan nilai ekspor dengan memperkuat ekosistem industri, memperluas akses pasar, serta meningkatkan daya saing produk lokal.

Langkah tersebut juga diharapkan mampu menarik investasi dari perusahaan besar maupun menengah, seiring ketersediaan bahan baku, infrastruktur pendukung, dan iklim usaha yang semakin kondusif di Banyuwangi.

Penulis : Bi

Editor : Red

Berita Terkait

Akhiri 2025, Baznas Sumenep Dorong Kemandirian UMKM lewat Bantuan Rombong
Desa Pakel Kembangkan Peternakan Ayam Petelur untuk Perkuat Ekonomi dan Ketahanan Pangan
BPRS Bhakti Sumekar dan Bank Muamalat Jalin Kerja Sama Perkuat Layanan Digital Syariah
BPRS Bhakti Sumekar Gelar Bazar UMKM dan Pasar Murah Semarakkan Hari Jadi Sumenep ke-756
BPRS Bhakti Sumekar Ekspansi, Buka Kantor Cabang di Pasean Pamekasan
Dukungan Gubernur Jatim Perkuat Branding Lumajang sebagai Kota Pisang
Bupati Lumajang Dorong Usaha Kreatif Jadi Ruang Ekonomi dan Sosial
Pemkab Banyuwangi Fasilitasi Anak Muda Kembangkan Usaha Lewat Program Jagoan Banyuwangi

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 15:47 WIB

Nilai Ekspor Banyuwangi Capai Rp 3,9 Triliun Sepanjang 2025, Tembus 80 Negara

Kamis, 1 Januari 2026 - 15:06 WIB

Akhiri 2025, Baznas Sumenep Dorong Kemandirian UMKM lewat Bantuan Rombong

Kamis, 11 Desember 2025 - 17:58 WIB

Desa Pakel Kembangkan Peternakan Ayam Petelur untuk Perkuat Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Kamis, 23 Oktober 2025 - 18:27 WIB

BPRS Bhakti Sumekar dan Bank Muamalat Jalin Kerja Sama Perkuat Layanan Digital Syariah

Rabu, 22 Oktober 2025 - 18:01 WIB

BPRS Bhakti Sumekar Gelar Bazar UMKM dan Pasar Murah Semarakkan Hari Jadi Sumenep ke-756

Berita Terbaru