Orange Handmade: Dari Benang Sederhana Menjadi Karya Inspiratif di Industri Kreatif

Senin, 13 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Orange Handmade hadir sebagai bukti bahwa ketekunan, kreativitas, dan keberanian berinovasi mampu mengubah sesuatu yang sederhana menjadi karya bernilai tinggi.

Orange Handmade hadir sebagai bukti bahwa ketekunan, kreativitas, dan keberanian berinovasi mampu mengubah sesuatu yang sederhana menjadi karya bernilai tinggi.

JAKARTA, detikota.com – Di tengah derasnya arus modernisasi dan ketatnya persaingan industri kreatif, tidak semua pelaku usaha mampu bertahan sekaligus berkembang dengan identitas yang kuat. Namun, Orange Handmade hadir sebagai bukti bahwa ketekunan, kreativitas, dan keberanian berinovasi mampu mengubah sesuatu yang sederhana menjadi karya bernilai tinggi.

Dirintis oleh Ny. Zuhria Novianty sejak tahun 2015, Orange Handmade bermula dari langkah kecil yang penuh semangat. Siapa sangka, dari benang-benang sederhana, lahir produk rajut yang kini memiliki ciri khas kuat—memadukan kehangatan sentuhan handmade dengan estetika modern yang elegan.

Di bawah pembinaan Persit Kartika Chandra Kirana Cabang I Sintelad PG Mabesad, Orange Handmade tidak sekadar tumbuh sebagai usaha, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan. Di dalamnya, tercipta peluang kerja, kolaborasi, serta semangat kebersamaan antar pelaku UMKM.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Momentum penting hadir saat Orange Handmade berpartisipasi dalam ajang Persit Bisa 2 Tahun 2026. Mengusung tema “Earth Series”, koleksi yang ditampilkan tidak hanya menawarkan keindahan tas rajut, tetapi juga menyampaikan pesan mendalam tentang harmoni antara manusia dan alam.

Warna-warna membumi yang dipilih menjadi simbol kedekatan dengan alam, sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan di tengah perkembangan zaman.

Lebih dari sekadar produk, Orange Handmade membawa misi yang lebih besar. Dengan melibatkan tenaga kerja dan membangun kemitraan dalam proses produksi, usaha ini membuktikan bahwa pertumbuhan bisnis dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat.

Perjalanan Orange Handmade menjadi refleksi bahwa setiap karya selalu memiliki cerita, dan setiap usaha menyimpan dampak. Dari benang yang tampak sederhana, terajut harapan besar—tentang kemandirian, keberlanjutan, dan masa depan cerah bagi industri kreatif Indonesia.

Penulis : M/Red

Editor : M/Red

Berita Terkait

Pelantikan PCNU Sumenep 2026–2031 Tegaskan Penguatan Kaderisasi dan Sinergi Daerah
ISSITA Sumenep Dorong Pelestarian Budaya, Revitalisasi Museum Jadi Sorotan Kementerian Kebudayaan
FSKN Sumenep Terima Kunjungan Tim BPK Jatim Bahas Pelestarian Warisan Keraton
Fashion Show Batik Lokal Meriahkan Harjakapro ke-280 di Probolinggo
Banyuwangi Jadi Magnet Syuting, Raffi Ahmad dan The Dudas Turun Gunung
Asah Kembali Hobi Lama, Eef Supriadi Berlatih Menembak di Polres Purwakarta
Ketua TP PKK Lumajang Dorong Dunia Modeling Jadi Sarana Promosi Budaya Lokal
32 Tim Meriahkan Kejuaraan Drumband Kabupaten Banyuwangi 2026

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:21 WIB

Pelantikan PCNU Sumenep 2026–2031 Tegaskan Penguatan Kaderisasi dan Sinergi Daerah

Jumat, 15 Mei 2026 - 14:30 WIB

ISSITA Sumenep Dorong Pelestarian Budaya, Revitalisasi Museum Jadi Sorotan Kementerian Kebudayaan

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:39 WIB

FSKN Sumenep Terima Kunjungan Tim BPK Jatim Bahas Pelestarian Warisan Keraton

Selasa, 21 April 2026 - 09:13 WIB

Fashion Show Batik Lokal Meriahkan Harjakapro ke-280 di Probolinggo

Senin, 13 April 2026 - 20:45 WIB

Orange Handmade: Dari Benang Sederhana Menjadi Karya Inspiratif di Industri Kreatif

Berita Terbaru

Calon penerima Beasiswa Baznas Cendekia 2026 di Kantor Baznas Kabupaten Sumenep, Jalan KH Agus Salim, Selasa (19/05/2026).

Daerah

Ratusan Mahasiswa Ikuti Seleksi Beasiswa Baznas Sumenep

Selasa, 19 Mei 2026 - 22:23 WIB