Pantai untuk Tambak Garam Bersertifikat, GEMA AKSI Akan Datangi BPN Sumenep

Minggu, 5 Maret 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, detikkota.com – Ketua Gerakan Masyarakat Menolak Reklamasi (GEMA AKSI) Amirul Mukminin menyampaikan, aksi menolak rencana pembangunan tambak garam sudah sering dilakukan oleh warga. Sejauh ini, belum ada tanda-tanda dari Pemdes Gersik Putih dan pemilik modal untuk mengurungkan niatnya menggarap Pantai Keris itu menjadi lahan tambak garam.

Padahal, pantai itu menjadi jantung kehidupan masyarakat Gersik Putih dan desa-desa sekitarnya. Mereka biasa menangkap seafood, ikan dan rajungan di lokasi itu.

“Aksi tadi, (menangkap seafood massal) untuk menunjukkan bahwa pesisir pantai bukanlah lahan kosong yang tidak bermanfaat, seperti pernyataan Kepala Desa Gersik Putih”, kata Amirul, Minggu (5/3/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, GEMA AKSI bersama warga serta nelayan lain dari berbagai desa akan terus berjuang untuk menolak rencana pembangunan tambak garam.

”Dalam waktu dekat, kami akan mendatangi pihak-pihak terkait di Pemkab Sumenep untuk menolak pembangunan tambak garam di Pantai Gersik Putih. Termasuk, mempertanyakan keanehan soal pesisir pantai atau lebih tepatnya laut yang disertifikat ke Badan Pertanahan Nasional (BPN),” jelasnya.

Sementara Kepala Desa Gersik Putih, Mohammad Mubab ketika dikonfirmasi berdalih pembangunan tambak demi kesejahteraan masyarakat, terutama di desanya. Lahan tersebut banyak disertifikat perorangan dari luar Desa Gresik Putih, sehingga jika dikelola oleh desa melalui yayasan akan lebih bermanfaat.

”Kami juga punya Perdes (Peraturan Desa) bahwa lahan kosong itu tidak boleh dikelola selain desa. Perdes ini sebagai upaya agar orang luar tidak mengelola lahan tersebut. Lagian, hanya  beberapa orang saja di Gersik Putih yang cari seafood,” dalihnya.

Muhab meyakini dengan dibangun tambak garam akan lebih bermanfaat dengan menggandeng pemilik modal atau investor. Sebab, desa akan mendapatkan bagian 10 hektar dari rencana 42 hektar kawasan pantai yang akan digarap oleh pemilik modal.

”Ini pemikiran saya. Akan lebih bagus kalau dibangun tambak. 10 tahun lagi, tidak mungkin anak-anak saya cari ikan ke laut. Dan yang sukses warga Gersik Putih kerja ke PT Garam dan merantau. Bukan cari seafood,” kata Mohab.

Seperti diberitakan, berkali-kali warga Desa Gersik Putih melakukan aksi penolakan terhadap rencana pembangunan tambak garam tersebut. Minggu pagi tadi, warga setempat beserta warga desa tetangga melakukan aksi menangkap seafood bersama sama untuk menunjukkan bahwa kawasan tersebut sangat bermanfaat bagi warga, khususnya warga Desa Gersik Putih.(red)

Berita Terkait

Sekdakab Sumenep Dorong Festival Ojung Jadi Ikon Wisata Budaya Bernilai Ekonomi
Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia hingga Tembus Olimpiade
Operasi Besar Rokok Ilegal di Madura, Ratusan Pengusaha dan 271 PR UMKM Disebut Akan Diperiksa
Kejagung Setor Rp11,4 Triliun ke Kas Negara, Menkeu: Tambah Kekuatan Fiskal
Kolaborasi Dua Terminal Selamatkan Anak Hilang Asal Sumenep
Disdukcapil Sumenep Tembus 99 Persen Layanan, Andalkan Inovasi Digital dan Jemput Bola hingga Kepulauan
Polres Sumenep dan UPT PPD Perluas Layanan Pajak hingga Pulau Raas
Bupati Lumajang Tekankan Sinergi dengan Media untuk Perkuat Pemahaman Publik

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 20:05 WIB

Sekdakab Sumenep Dorong Festival Ojung Jadi Ikon Wisata Budaya Bernilai Ekonomi

Minggu, 12 April 2026 - 12:17 WIB

Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia hingga Tembus Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 - 19:49 WIB

Operasi Besar Rokok Ilegal di Madura, Ratusan Pengusaha dan 271 PR UMKM Disebut Akan Diperiksa

Sabtu, 11 April 2026 - 14:52 WIB

Kejagung Setor Rp11,4 Triliun ke Kas Negara, Menkeu: Tambah Kekuatan Fiskal

Jumat, 10 April 2026 - 23:57 WIB

Disdukcapil Sumenep Tembus 99 Persen Layanan, Andalkan Inovasi Digital dan Jemput Bola hingga Kepulauan

Berita Terbaru