Ketua Dewan Pembina MIO Taufiq Rahman Dorong Perbaikan Sistem Usai Maraknya OTT KPK

Minggu, 12 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Dewan Pembina Media Independen Online (MIO) Indonesia, Taufiq Rahman.

Ketua Dewan Pembina Media Independen Online (MIO) Indonesia, Taufiq Rahman.

JAKARTA, detikkota.com – Ketua Dewan Pembina Media Independen Online (MIO) Indonesia, Taufiq Rahman, menyampaikan apresiasi atas langkah tegas Komisi Pemberantasan Korupsi dalam mengungkap berbagai kasus dugaan tindak pidana korupsi melalui operasi tangkap tangan (OTT), termasuk yang terbaru menjerat Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo.

Menurut Taufiq, keberhasilan OTT tersebut menjadi bukti bahwa KPK masih menunjukkan taringnya dalam menjaga integritas penyelenggaraan negara. Namun di sisi lain, ia mengaku prihatin karena praktik korupsi masih terus terjadi, bahkan melibatkan pejabat publik di berbagai tingkatan.

“Ini tentu patut diapresiasi, tetapi sekaligus menjadi ironi. Di tengah berbagai upaya pembinaan dan penguatan integritas, kasus korupsi justru terus berulang,” ujar Taufiq dalam keterangannya, (11/4/2026), disela-sela acara Halal Bihalal yang diadakan GPIB, di Daily Hotel, Jakarta Pusat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai wartawan senior yang turut membidani lahirnya berbagai organisasi pers pascareformasi, Taufiq menilai kasus di Tulungagung bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri. Ia menyebut, dugaan keterlibatan belasan pihak lain yang kini tengah didalami KPK semakin menegaskan bahwa praktik korupsi masih mengakar dalam sistem pemerintahan.

Lebih jauh, Taufiq juga menyoroti fenomena masih maraknya korupsi meski para pejabat telah mengikuti berbagai program pembekalan, termasuk kegiatan retret kabinet di Akademi Militer Magelang yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, retret tersebut sejatinya membawa pesan kuat tentang pentingnya disiplin, loyalitas, dan soliditas dalam menjalankan roda pemerintahan. Dalam konteks politik yang dinamis, simbol itu diharapkan mampu memperkuat komitmen kolektif aparatur negara.

“Retret menghadirkan harapan adanya satu komando yang rapi dan berorientasi hasil. Tapi realitas di lapangan menunjukkan bahwa persoalan integritas tidak selesai hanya di ruang pembekalan,” tegasnya.

Taufiq menilai, persoalan korupsi tidak semata-mata disebabkan oleh lemahnya moral individu, tetapi juga karena kuatnya tekanan sistem yang membuka peluang terjadinya penyimpangan.

“Retret itu seperti pelatihan anti-merokok. Tapi kalau lingkungannya masih penuh ‘rokok’ dan tekanan sosialnya tinggi, orang tetap bisa kembali merokok,” ujarnya mengibaratkan.

Karena itu, ia menegaskan perlunya pembenahan menyeluruh, tidak hanya pada aspek mentalitas, tetapi juga pada sistem pengawasan, transparansi, serta mekanisme akuntabilitas di lingkungan pemerintahan.

Taufiq berharap keberhasilan OTT yang dilakukan KPK dapat menjadi momentum untuk memperkuat reformasi birokrasi secara lebih substantif, sehingga upaya pencegahan korupsi tidak berhenti pada seremoni atau pembekalan semata, melainkan benar-benar menyentuh akar persoalan.

Penulis : Red

Editor : Red

Sumber Berita: Humas MIO Indonesia

Berita Terkait

Tunggakan PBB Sumenep Dipangkas 95 Persen, Warga Cuma Punya Waktu sampai 31 Oktober
Kekeringan Melanda Tanah Merah, Pemprov Jatim Salurkan Bantuan Air Bersih
Kapolresta Sumenep Imbau Masyarakat Waspada Erupsi Gunung Anak Krakatau
Banyuwangi Kembangkan Sistem Refill untuk Tekan Sampah Kemasan Sekali Pakai
82 Personel Polresta Sumenep Disiagakan Amankan Tongtong Se-Madura, Kemacetan Jadi Perhatian
Kebakaran Kawah Ijen Meluas, Bupati Banyuwangi Usulkan Helikopter Water Bombing
Polemik Perubahan Desil Mencuat, Pemuda Muhammadiyah Sumenep Siap Kawal Data Warga Miskin
Gangguan Mati Listrik Berjam-jam, Ronald Soroti Lambannya Penanganan PLN UP3 Purwakarta

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 13:19 WIB

Tunggakan PBB Sumenep Dipangkas 95 Persen, Warga Cuma Punya Waktu sampai 31 Oktober

Selasa, 8 September 2026 - 13:02 WIB

Kekeringan Melanda Tanah Merah, Pemprov Jatim Salurkan Bantuan Air Bersih

Senin, 7 September 2026 - 12:32 WIB

Kapolresta Sumenep Imbau Masyarakat Waspada Erupsi Gunung Anak Krakatau

Senin, 7 September 2026 - 10:02 WIB

Banyuwangi Kembangkan Sistem Refill untuk Tekan Sampah Kemasan Sekali Pakai

Sabtu, 5 September 2026 - 17:02 WIB

82 Personel Polresta Sumenep Disiagakan Amankan Tongtong Se-Madura, Kemacetan Jadi Perhatian

Berita Terbaru