Pemkab Banyuwangi Fasilitasi Anak Muda Kembangkan Usaha Lewat Program Jagoan Banyuwangi

Sabtu, 6 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama peserta program Jagoan Banyuwangi saat sesi pitching di Banyuwangi Creative Hub.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama peserta program Jagoan Banyuwangi saat sesi pitching di Banyuwangi Creative Hub.

BANYUWANGI, detikkota.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terus mendorong tumbuhnya jiwa kewirausahaan generasi muda melalui program inkubasi bisnis Jagoan Banyuwangi. Tahun ini, sekitar 100 anak muda yang telah merintis usaha mengikuti bimbingan intensif bersama mentor dan praktisi untuk mengembangkan bisnisnya.

Salah satu peserta, Wahyu Riyanto, pemilik usaha persewaan alat camping dan hiking “Moriza Outdoor”, mengaku mengikuti program ini untuk memperkuat branding sekaligus pemasaran usahanya. “Saya ikut Jagoan Banyuwangi karena ingin memperkuat branding usaha saya sekaligus pemasarannya. Bahkan, saya jadi terinspirasi membuat produk dengan merek sendiri,” ujarnya.

Program yang berlangsung sejak pertengahan Agustus 2025 ini diawali dengan kelas offline, dilanjutkan sesi post programme dan pitching day pada 25–30 Agustus di Banyuwangi Creative Hub. Dalam sesi pitching, peserta memaparkan ide pengembangan usaha mereka kepada para mentor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Eka Fahmi, peserta dari kategori Jagoan Tani sekaligus pemilik usaha bibit buah eksotis “Saben Wetan”, memperkenalkan bibit buah naga Palora Equador yang dikenal lebih manis dengan harga jual tinggi, mencapai Rp200–300 ribu per kilogram. “Selain dapat ilmu, saya juga langsung dapat mitra untuk berkolaborasi,” kata Eka.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai ruang tumbuh bagi pemuda daerah untuk mengembangkan ide dan usaha. “Semua bidang kami fasilitasi dengan mentor yang berpengalaman di bidangnya masing-masing,” ujarnya.

Jagoan Banyuwangi terbagi dalam tiga kategori, yakni Jagoan Tani yang fokus pada usaha pertanian, Jagoan Digital untuk pengembangan keterampilan TIK, serta Jagoan Bisnis yang meliputi kuliner, fashion, kriya, dan jasa.

Ipuk berharap program ini mampu mendorong para pemuda melakukan scale up usaha sekaligus membangun ekosistem ekonomi kreatif yang menopang perekonomian daerah. “Harapan kami, para peserta tidak hanya mendapat wawasan baru, tetapi juga membangun relasi dan berkolaborasi,” pungkasnya.

Berita Terkait

Nilai Ekspor Banyuwangi Capai Rp 3,9 Triliun Sepanjang 2025, Tembus 80 Negara
Akhiri 2025, Baznas Sumenep Dorong Kemandirian UMKM lewat Bantuan Rombong
Desa Pakel Kembangkan Peternakan Ayam Petelur untuk Perkuat Ekonomi dan Ketahanan Pangan
BPRS Bhakti Sumekar dan Bank Muamalat Jalin Kerja Sama Perkuat Layanan Digital Syariah
BPRS Bhakti Sumekar Gelar Bazar UMKM dan Pasar Murah Semarakkan Hari Jadi Sumenep ke-756
BPRS Bhakti Sumekar Ekspansi, Buka Kantor Cabang di Pasean Pamekasan
Dukungan Gubernur Jatim Perkuat Branding Lumajang sebagai Kota Pisang
Bupati Lumajang Dorong Usaha Kreatif Jadi Ruang Ekonomi dan Sosial

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 15:47 WIB

Nilai Ekspor Banyuwangi Capai Rp 3,9 Triliun Sepanjang 2025, Tembus 80 Negara

Kamis, 1 Januari 2026 - 15:06 WIB

Akhiri 2025, Baznas Sumenep Dorong Kemandirian UMKM lewat Bantuan Rombong

Kamis, 11 Desember 2025 - 17:58 WIB

Desa Pakel Kembangkan Peternakan Ayam Petelur untuk Perkuat Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Kamis, 23 Oktober 2025 - 18:27 WIB

BPRS Bhakti Sumekar dan Bank Muamalat Jalin Kerja Sama Perkuat Layanan Digital Syariah

Rabu, 22 Oktober 2025 - 18:01 WIB

BPRS Bhakti Sumekar Gelar Bazar UMKM dan Pasar Murah Semarakkan Hari Jadi Sumenep ke-756

Berita Terbaru