Pemkab Banyuwangi Prioritaskan Dokter Spesialis dalam Beasiswa Banyuwangi Progresif

Kamis, 5 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.

BANYUWANGI, detikkota.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memperkuat sektor layanan publik, khususnya kesehatan, melalui program beasiswa Banyuwangi Progresif (B-Pro) yang memprioritaskan mahasiswa jurusan kedokteran spesialis dan bidang kesehatan.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan program beasiswa tersebut ditujukan untuk membantu mahasiswa asal Banyuwangi yang sedang menempuh pendidikan tinggi, terutama di bidang kesehatan dan kedokteran.

“Program beasiswa ini membantu putra-putri Banyuwangi yang saat ini menempuh pendidikan tinggi, utamanya mereka yang kuliah di jurusan kesehatan dan kedokteran. Namun tetap ada untuk jurusan lainnya,” ujar Ipuk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program Beasiswa Banyuwangi Progresif diberikan kepada mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan minimal semester tiga. Pendaftaran untuk penerimaan tahun perkuliahan 2027 dijadwalkan mulai dibuka pada April 2026.

Menurut Ipuk, prioritas pada pendidikan dokter spesialis dilakukan karena kebutuhan tenaga medis spesialis di Banyuwangi masih cukup tinggi. Melalui program ini diharapkan dapat menambah jumlah dokter spesialis yang nantinya bertugas di fasilitas kesehatan daerah.

Adapun program beasiswa ini menawarkan 12 bidang dokter spesialis, antara lain spesialis jantung, saraf, urologi, THT, orthopedi dan traumatologi, penyakit dalam, kedokteran fisik dan rehabilitasi, kedokteran jiwa, spesialis mata, bedah mulut dan maksilofasial, dokter gigi spesialis konservasi gigi, serta dokter gigi spesialis bedah mulut dan maksilofasial.

Selain itu, beasiswa juga terbuka bagi jurusan kesehatan lainnya seperti apoteker, ahli gizi, ahli sanitasi, bidan, dan perawat.

Ipuk menambahkan, khusus bagi mahasiswa jurusan bidan, perawat, dan apoteker akan diprioritaskan bagi mereka yang bersedia mengabdi di wilayah terluar Banyuwangi.

“Kami mengajak mahasiswa yang berasal dari daerah tersebut untuk mendaftar agar nantinya bisa kembali dan memperkuat layanan kesehatan di wilayahnya,” katanya.

Selain bidang kesehatan, Beasiswa Banyuwangi Progresif juga mencakup sejumlah jurusan lain seperti teknologi produksi tanaman pangan, teknik dan infrastruktur, ekonomi kreatif dan pariwisata, pendidikan, serta ilmu sosial.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Alfiyan, menjelaskan bahwa beasiswa ini diperuntukkan khusus bagi warga Banyuwangi.

Ia menambahkan, penerima beasiswa nantinya diwajibkan mengabdi di Banyuwangi minimal dua kali masa pemberian beasiswa ditambah satu tahun setelah menyelesaikan pendidikan.

“Komponen beasiswa meliputi uang kuliah tunggal (UKT), biaya hidup, buku, riset, serta praktik. Pemberian beasiswa dilakukan sejak penerima dinyatakan lolos seleksi hingga lulus pendidikan, yakni maksimal semester 12 untuk kedokteran dan semester 8 untuk jurusan lainnya,” jelas Alfiyan.

 

Jurusan Beasiswa Banyuwangi Progresif

Dokter Spesialis:
Spesialis Jantung
Spesialis Saraf
Spesialis Urologi
Spesialis THT
Spesialis Orthopedi dan Traumatologi
Spesialis Penyakit Dalam
Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi
Spesialis Kedokteran Jiwa
Spesialis Mata
Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial
Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi
Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial

 

Jurusan Kesehatan:
Apoteker
Ahli gizi
Ahli Sanitasi
Bidan
Perawat

 

Jurusan Lainnya:
Teknologi produksi Tanaman Pangan
Teknik dan Infrastruktur
Ekonomi Kreatif dan Pariwisata
Pendidikan
Ilmu Sosial

Penulis : Bi

Editor : Bi

Berita Terkait

Mentan Pastikan Stok Beras Nasional Aman hingga 324 Hari ke Depan
Pemerintah Groundbreaking Rusun Subsidi di Meikarta, Dukung Program 3 Juta Rumah
Presiden Prabowo Pimpin Lima Rapat Strategis di Hambalang, Bahas Pendidikan hingga Kesiapan Mudik
Polres Sumenep Raih Penghargaan Polres Teraktif pada Rakernis Bidpropam Polda Jatim 2026
PUTR Sumenep Sosialisasikan BKK Desa 2026, Kejari Ingatkan Transparansi Pengelolaan Dana
Bupati Pasuruan Temui Mensos, Usulkan Penambahan Kuota PBI-JK bagi Warga Rentan
Bupati Ipuk Buka Musrenbang RKPD 2027, Fokus Daya Saing SDM dan Hilirisasi Ekonomi
Pemkab Bangkalan Buka Posko Pengaduan THR Idulfitri 1447 H

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 12:18 WIB

Pemerintah Groundbreaking Rusun Subsidi di Meikarta, Dukung Program 3 Juta Rumah

Senin, 9 Maret 2026 - 10:28 WIB

Presiden Prabowo Pimpin Lima Rapat Strategis di Hambalang, Bahas Pendidikan hingga Kesiapan Mudik

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:53 WIB

Polres Sumenep Raih Penghargaan Polres Teraktif pada Rakernis Bidpropam Polda Jatim 2026

Jumat, 6 Maret 2026 - 13:46 WIB

PUTR Sumenep Sosialisasikan BKK Desa 2026, Kejari Ingatkan Transparansi Pengelolaan Dana

Jumat, 6 Maret 2026 - 13:00 WIB

Bupati Pasuruan Temui Mensos, Usulkan Penambahan Kuota PBI-JK bagi Warga Rentan

Berita Terbaru