Penebang Tebu PT Glenmore Ditemukan Meninggal, Begini Kronologinya

Jumat, 2 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jenazah Sugiyanto bersiap dibawa pulang oleh keluarganya ke rumah duka di Desa Seputih, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember.

Jenazah Sugiyanto bersiap dibawa pulang oleh keluarganya ke rumah duka di Desa Seputih, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember.

BANYUWANGI, detikkota.com – Warga Perkebunan PT Glenmore, Desa Margomulyo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur dikejutkan dengan penemuan mayat pekerja tebang tebu di mess pekerja, pada Kamis (1/6/2023) sekira pukul 17.30 WIB.

Diketahui mayat tersebut bernama Sugiyanto (42), warga Dusun Krajan RT 01 RW 04, Desa Seputih, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember.

Kapolsek Glenmore, AKP Satrio Wibowo mengatakan mayat Sugiyanto ditemukan oleh rekan kerjanya dalam keadaan meninggal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengetahui temannya meninggal, para saksi segera memberi tahukan kepada pihak Perkebunan PT Glenmore yang juga tinggal 1 mess.

“Dari pagi korban bersama dengan rekan-rekannya bekerja menebang tebu di Petak 02 Afdeling Besaran Perkebunan PT. Glenmore. Kemudian sekitar pukul 10.00 WIB korban merasa tidak enak badan dan sempat dikerokin oleh teman kerjanya. Korban diantar pulang oleh Mandor Besaran ke mess agar istirahat,” terang Kapolsek, Jumat (2/5/2023).

Menjelang maghrib, lanjut AKP Satrio, teman bersama paman korban pulang ke mess dalam kondisi lampu belum menyala. Setelah lampu dinyalakan, jasad korban ditemukan dalam posisi telungkup.

“Saksi memanggil rekan penebang yang lain untuk bersama-sama mengecek kondisi korban yang ternyata telah meninggal dunia,” imbuhnya.

Karyawan Perkebunan PT. Glenmore, Agus Budiono menambahkan bahwa, setelah mendapat info tersebut dirinya bersama beberapa karyawan kebun melaporkan ke pihak pimpinan perkebunan.

“Kami juga berkoordinasi dengan pihak perawat BP Kebun Glenmore untuk mengecek kondisi jenazah serta menghubungi Rumah Sakit Krikilan,” terang Agus.

Menurutnya, korban Sugiyanto baru tiba ke perkebunan untuk bekerja pada Rabu (31/5/2023) bersama beberapa rekan kelompok kerjanya.

“Menurut keterangan rekan-rekan korban bahwa, Sugiyanto tidak mempunyai riwayat sakit kronis atau parah sehingga pihak keluarga menerima kejadian itu sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan otopsi yang dicantumkan dalam surat pernyataan,” jelasnya.

Selanjutnya, lanjut Agus, jenazah Sigiyanto dibawa pulang oleh pihak keluarga yang didampingi oleh Kepala Desa Seputih Kecamatan Mayang untuk dimakamkan.

Berita Terkait

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional
Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas
Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan
Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum
Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah
Fiskal Tertekan, AFED Nilai Kebijakan APBD Sumenep Tak Sejalan dengan Visi Kepala Daerah
Banjir Baru di Situbuled Picu Amarah Warga, DPUTR dan Perkim Dikecam
Aksi Solidaritas di Polres Sumenep Desak Keadilan bagi Korban Pencabulan Anak

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:58 WIB

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional

Sabtu, 3 Januari 2026 - 07:15 WIB

Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:11 WIB

Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan

Rabu, 31 Desember 2025 - 12:41 WIB

Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum

Rabu, 31 Desember 2025 - 12:38 WIB

Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah

Berita Terbaru