BANYUWANGI, detikkota.com – Permintaan daging sapi di Kabupaten Banyuwangi meningkat signifikan menjelang Hari Raya Idulfitri. Kenaikan permintaan tersebut turut mendorong harga daging sapi di pasaran.
Berdasarkan pantauan di Pasar Blambangan, Rabu (11/3/2026), harga daging sapi saat ini berada di kisaran Rp145 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram. Harga tersebut naik dari harga normal yang biasanya sekitar Rp125 ribu per kilogram.
Salah satu pedagang daging sapi di pasar tersebut, Badrus, mengatakan peningkatan permintaan sudah mulai terasa dalam beberapa hari terakhir. Jika pada hari biasa ia hanya menjual daging dari dua ekor sapi per hari, kini jumlahnya meningkat menjadi tiga ekor.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Permintaan naik menjelang Lebaran. Sekarang sehari bisa tiga ekor dan selalu habis,” ujarnya.
Ia menambahkan, tingginya permintaan membuat stok daging yang dijual para pedagang selalu habis dalam waktu singkat setelah pemotongan.
Untuk memastikan daging yang beredar di pasaran tetap aman, Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Banyuwangi melakukan pemeriksaan di sejumlah pasar tradisional.
Petugas melakukan pengecekan kualitas daging, termasuk rapid test, guna memastikan daging yang dijual memenuhi standar aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).
Kepala Dispertan Banyuwangi, Danang Hartanto, mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan daging sapi yang dijual pedagang masih aman dan layak dikonsumsi masyarakat.
“Tidak ditemukan daging oplosan, gelonggongan, maupun yang mengandung bahan kimia berbahaya. Masyarakat tidak perlu khawatir,” katanya.
Ia menjelaskan, peningkatan konsumsi daging sapi menjelang Lebaran diperkirakan mencapai sekitar 80 persen dibandingkan hari biasa. Hingga pukul 01.00 WIB tercatat sebanyak 41 ekor sapi telah dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH), dan jumlahnya diperkirakan masih akan bertambah.
Secara umum, produksi daging di Banyuwangi biasanya berkisar antara 3 hingga 3,5 ton per hari. Namun menjelang Lebaran, jumlah tersebut meningkat hampir dua kali lipat.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dispertan Banyuwangi, drh. Nanang Sugiharto, menyebut peningkatan konsumsi daging juga dipicu tingginya permintaan bahan baku pentol bakso menjelang Lebaran.
“Biasanya mendekati Lebaran konsumsi bisa naik hingga hampir 100 persen. Tapi stok masih aman karena populasi sapi di Banyuwangi sekitar 100 ribu ekor,” ujarnya.
Selain daging sapi, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap daging ayam yang dijual di pasar. Hasil pemeriksaan menunjukkan daging ayam yang beredar juga aman dan layak dikonsumsi masyarakat.
Penulis : Bi
Editor : Id/Red







