Petani Antusias, PT Bawang Mas Mulai Beli Tembakau di Hari Kemerdekaan

Minggu, 17 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, detikkota.com – Momentum peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (17/8/2025), menjadi momen yang ditunggu para petani tembakau Madura. Pasalnya, Ketua Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau se-Madura (P4TM), H. Khairul Umam, menepati janji dengan memulai pembelian tembakau di gudang PT Bawang Mas.

Pemilik PT Bawang Mas, H. Her, mengatakan pembukaan pembelian tembakau sengaja dilakukan bertepatan dengan Hari Kemerdekaan sebagai pengingat perjuangan para pahlawan. “Kita mengenang kakek-kakek kita yang dahulu berjuang agar petani bisa hidup lebih layak seperti sekarang. Dengan begini anak cucu tahu betapa berdarah-darah perjuangan mereka melawan penjajah,” ujarnya.

Sejak pagi, antrean panjang kendaraan pengangkut tembakau terlihat di jalur utama Madura. Usai upacara HUT ke-80 RI, para petani mulai bergiliran menimbang dan menjual tembakau rajangan mereka. Kegiatan ini sekaligus menjadi pesta rakyat dengan tema “Dari Petani Tembakau untuk Indonesia Maju.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tembakau yang dijual diangkut menggunakan mobil pikap dengan hiasan bendera merah putih. Tahun ini, PT Bawang Mas menetapkan harga pembelian berdasarkan sistem grade. Grade A Plus dihargai Rp70.000–Rp75.000/kg, Grade A Rp60.000–Rp70.000/kg, Grade AB Rp60.000–Rp65.000/kg, dan Grade G Rp55.000–Rp60.000/kg. Sementara Grade HR, F, dan T berkisar Rp50.000–Rp60.000/kg, sedangkan non-grade di bawah Rp50.000/kg.

H. Her menegaskan bahwa kualitas tetap menjadi acuan utama dalam pembelian. “Insyaallah selama uang saya masih ada dan tembakaunya bagus, akan kita beli dengan harga bagus atau mahal. Jangan dijual murah,” tegasnya.

Berita Terkait

BRI, UMKM, dan Tantangan Dampak Nyata: Antara Ekspansi Kredit, CSR, dan Digitalisasi
Kopi Arabika Langka dari Lereng Gunung Raung Jadi “Emas Hijau” Banyuwangi
Nilai Ekspor Banyuwangi Capai Rp 3,9 Triliun Sepanjang 2025, Tembus 80 Negara
Akhiri 2025, Baznas Sumenep Dorong Kemandirian UMKM lewat Bantuan Rombong
Desa Pakel Kembangkan Peternakan Ayam Petelur untuk Perkuat Ekonomi dan Ketahanan Pangan
BPRS Bhakti Sumekar dan Bank Muamalat Jalin Kerja Sama Perkuat Layanan Digital Syariah
BPRS Bhakti Sumekar Gelar Bazar UMKM dan Pasar Murah Semarakkan Hari Jadi Sumenep ke-756
BPRS Bhakti Sumekar Ekspansi, Buka Kantor Cabang di Pasean Pamekasan

Berita Terkait

Kamis, 19 Februari 2026 - 09:19 WIB

BRI, UMKM, dan Tantangan Dampak Nyata: Antara Ekspansi Kredit, CSR, dan Digitalisasi

Selasa, 3 Februari 2026 - 08:58 WIB

Kopi Arabika Langka dari Lereng Gunung Raung Jadi “Emas Hijau” Banyuwangi

Senin, 19 Januari 2026 - 15:47 WIB

Nilai Ekspor Banyuwangi Capai Rp 3,9 Triliun Sepanjang 2025, Tembus 80 Negara

Kamis, 1 Januari 2026 - 15:06 WIB

Akhiri 2025, Baznas Sumenep Dorong Kemandirian UMKM lewat Bantuan Rombong

Kamis, 11 Desember 2025 - 17:58 WIB

Desa Pakel Kembangkan Peternakan Ayam Petelur untuk Perkuat Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Berita Terbaru