BOGOR, detikkota.com – Presiden Prabowo Subianto menggelar rangkaian rapat bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (8/3/2026).
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, Presiden memimpin lima rapat berbeda yang berlangsung sejak siang hingga malam hari. Dalam rapat tersebut, kepala negara meminta laporan terbaru mengenai berbagai agenda strategis pemerintah, baik yang berkaitan dengan program dalam negeri maupun perkembangan situasi global.
Salah satu isu yang dibahas adalah perkembangan pembangunan sepuluh kampus baru yang difokuskan pada penguatan pendidikan di bidang sains dan teknologi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Perkembangan pembangunan 10 kampus baru terkait di bidang STEM (Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika) serta pendidikan kedokteran,” ujar Teddy dalam keterangannya.
Selain itu, Presiden juga meminta laporan mengenai upaya peningkatan kualitas perguruan tinggi negeri agar mampu bersaing di tingkat global sekaligus memperluas kerja sama dengan universitas ternama dunia.
Dalam rapat tersebut, Presiden turut membahas dinamika geopolitik internasional, khususnya perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah yang dinilai memiliki dampak terhadap kondisi global maupun kawasan.
“Perkembangan situasi di Timur Tengah dihubungkan dengan eskalasi geopolitik di Indonesia,” kata Teddy.
Pembahasan lainnya berkaitan dengan program pendidikan bagi mahasiswa asal Palestina di Indonesia, khususnya yang menempuh pendidikan di Universitas Pertahanan. Program ini telah berjalan sejak 2022 saat Presiden Prabowo masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan.
Teddy menjelaskan, pada awalnya terdapat sekitar 20 hingga 40 mahasiswa Palestina yang diundang untuk menempuh pendidikan di Indonesia. Hingga kini jumlahnya terus bertambah dan hampir mencapai 200 mahasiswa.
Selain isu pendidikan dan geopolitik, Presiden juga meminta laporan terkait kesiapan pemerintah menghadapi arus mudik menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Kesiapan keamanan dan kelancaran mudik menjelang 10 hari menuju Hari Raya Idulfitri,” ujarnya.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam rapat tersebut, antara lain Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan, Rektor Universitas Pertahanan Anton Nugroho, serta Direktur Utama PT Pindad Sigit Santosa.
Melalui rangkaian rapat tersebut, Presiden menegaskan pentingnya koordinasi lintas kementerian untuk memastikan berbagai agenda prioritas nasional berjalan optimal, mulai dari penguatan pendidikan dan penguasaan teknologi hingga kesiapan menghadapi dinamika geopolitik global serta arus mudik Lebaran.
Penulis : Neg
Editor : M/Red







