Produksi Garam di Sumenep Lampaui Target, Komisi III Ingatkan Peningkatan Teknologi

Senin, 6 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para petani sedang panen garam di lahan produksi, Desa Karanganyar, Kec. Kalianget, Kab. Sumenep.

Para petani sedang panen garam di lahan produksi, Desa Karanganyar, Kec. Kalianget, Kab. Sumenep.

SUMENEP, detikkota.com – Produksi garam pada musim kemarau tahun ini telah mencapai 132 ribu ton lebih. Jumlah tersebut melampaui target sebanyak 100 ribu ton.

Tingginya capaian hasil produksi itu tidak terlepas dari bagusnya cuaca pada musim kemarau tahun ini.

Plt Kabid Perikanan Budidaya, Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Sumenep, Edie Ferrydianto mengaku bahwa target produksi garam musim ini lebih kecil dibandingkan musim sebelumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berturut-turut berikut capaian dan target produksi garam di Kabupaten Sumenep. Pada tahun 2018, hasil produksi garam mencapai 235 ribu ton, dari target 225 ribu ton. Pada 2019 lalu, produksi garam rakyat mencapai 332 ribu ton dari target produksi 236 ribu ton.

Sementara tahun 2020 hasil produksi garam mencapai 50 ribu ton dari target produksi 236 ribu ton. Tahun 2021 ditarget 193 ribu ton tetapi produksinya hanya 94 ribu ton. Sedangkan 2022 hanya memproduksi garam 46 ribu ton dari target 100 ribu ton.

“Meski melampau target, memang masih tidak seperti tahun-tahun sebelumnya,” papar Edie.

Pihaknya tidak yakin akan ada tambahan hasil produksi garam yang signifikan, karena saat ini sudah mendekati musim penghujan.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Sumenep, Juhari mengatakan, meski capaian produksi sudah melampaui target, namun masih ada banyak pekerjaan rumah (PR) bagi organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Salah satunya, perlu adanya peningkatan teknologi canggih antihujan, sehingga tidak hanya menggantungkan musim kemarau.

“Tahun depan perlu dipikirkan, agar tidak bergantung pada cuaca terus,” pungkasnya.

Berita Terkait

Hardiknas 2026, Dinkes P2KB Sumenep Tegaskan Pendidikan Berkualitas Butuh Gerakan Bersama
Bunga Desa Jadi Solusi Layanan Dekat bagi Warga Tiga Desa di Banyuwangi
Bupati Sumenep Ingatkan Kades, Pengelolaan Dana Desa Harus Transparan dan Akuntabel
Antrean Truk Sampah Picu Kemacetan dan Bau Menyengat, Wabup Purwakarta Tinjau Dinas DLH
BI Gandeng BRI Sumenep, Gaungkan Cinta Rupiah ke Generasi Muda
Disdik Sumenep Luncurkan Buku Pintar PAUD, Dorong Penerapan Deep Learning
Operasi Pasar LPG 3 Kg di Probolinggo Diserbu Warga, Harga Dijaga Tetap Stabil
Analis Nilai Harga Emas Berpotensi Menguat di Tengah Dinamika Global

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:01 WIB

Hardiknas 2026, Dinkes P2KB Sumenep Tegaskan Pendidikan Berkualitas Butuh Gerakan Bersama

Rabu, 29 April 2026 - 15:42 WIB

Bunga Desa Jadi Solusi Layanan Dekat bagi Warga Tiga Desa di Banyuwangi

Rabu, 29 April 2026 - 13:29 WIB

Bupati Sumenep Ingatkan Kades, Pengelolaan Dana Desa Harus Transparan dan Akuntabel

Senin, 27 April 2026 - 17:37 WIB

Antrean Truk Sampah Picu Kemacetan dan Bau Menyengat, Wabup Purwakarta Tinjau Dinas DLH

Jumat, 24 April 2026 - 08:35 WIB

BI Gandeng BRI Sumenep, Gaungkan Cinta Rupiah ke Generasi Muda

Berita Terbaru

Prosesi Ritual Hong Bahhong yang digelar masyarakat Kecamatan Geger, Bangkalan, sebagai tradisi turun-temurun yang kini diusulkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.

SosBud

Ritual Hong Bahhong dari Geger Diajukan ke WBTbI

Kamis, 30 Apr 2026 - 14:41 WIB