Produksi Tanaman Padi Di Sumenep Setiap Tahun Mengalami Peningkatan

Senin, 3 Mei 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, detikkota.com – Produksi tanaman padi di Kabupaten Sumenep, Madura Jawa timur, setiap tahun mengalami peningkatan. Hal ini terbukti di data yang tercatat di Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun), Yakni periode 2019 dan tahun 2020. Senin (03/05/2021).

Di tahun 2019, produksi padi di Sumenep mencapai 189.444,03 ton pertahun. Dengan rata-rata provitas per-hektarenya 58,27 ton, dengab luas baku lahan keseluruhan yang mencakup 25.685 hektare.

Di tahun berikutnya, produktivitas padi meningkat cukup signifikan. Dimana, dalam setahun mampu memproduksi padi sebesar 214.685,66 ton. Jika diakumulasikan, dari tahun 2019 ke tahun 2020, ada peningkatan sebesar 25.241,63 ton.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal tersebut dikarenakan realisasi luas tanam periode 2020 mengalami peningkatan, yakni mencapai 42.364 hektare. Dengan rata-rata provitas per-hektarenya 5,828 ton.

Tentu saja capaian tersebut bukan berarti menambah luas baku lahan, melainkan di beberapa daerah di 24 Kecamatan di Kabupaten Sumenep. Ada yang mampu menanam padi 3 bahkan 4 kali tanam dalam satu tahun. Seperti di Kecamatan Gapura misalnya yang didukung dengan irigasi teknis, dimana di daerah itu sebagian besar sawahnya juga memiliki sumur bor pengairan.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun) Sumenep Arif Firmanto mengatakan, memasuki musim panen tahun 2021, pihaknya optimistis mampu melebihi capaian-capaian tahun sebelumnya.

Kata dia, sejak akhir bulan Maret hingga April tahun ini panen raya di Kota keris terus berpacu, masa panen di prediksi akan berakhir pada Mei mendatang. “Jadi tahun ini hasilnya belum diketahui, kan masih proses,” Ujarnya (3/5).

Pihaknya terus melakukan upaya untuk meningkatkan produktivitas hasil panen, tentu upaya itu membutuhkan waktu dan biaya.

Dimana, upaya itu diantaranya melalui penyaluran program bantuan benih/bibit, bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) hingga penyaluran pupuk bersubsidi maupun non subsidi. “Program bantuan tersebut turun langsung ke kelompok-kelompok tani. Bantuan itu banyak bersumber dari dana APBN,” jelasnya.

Meski dibeberapa daerah mampu menanam padi 3-4 kali tanam dalam setahun, pihaknya menganjurkan untuk diselingi dengan tanaman palawija seperti jangung dan lainnya.

“Sehingga ini akan memutus rantai penyakit tanaman padi sawah dan mengembalikan unsur hara yang terkandung dalam tanah. “Jadi pola tanam petani juga harus di atur,” Pungkasnya. (Fer)

Berita Terkait

Deklarasi Perisai Putih Nusantara Sumenep Digelar 29 Maret, Bupati Dijadwalkan Hadir
Kepala BNPB Tinjau Banjir Pasuruan, Soroti Penanganan Jangka Pendek hingga Panjang
Larasati 2026 Hidupkan Ruang Publik dan Gairahkan Ekonomi Kreatif Kota Probolinggo
Polemik Arisan Get di Sumenep Berakhir Damai, Admin Sebut Hanya Miskomunikasi
Heboh! Sumur Bor di Pragaan Semburkan Gas, Aparat Amankan Lokasi
Pencairan Dana Dipersoalkan, Anggota Arisan Get di Sumenep Keluhkan Kurangnya Transparansi
Presiden Prabowo Dorong Percepatan Program Waste to Energy di Kota Besar
Lomba Kapal Tradisional Perkuat Identitas Maritim Kepulauan Seribu Utara

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 15:53 WIB

Deklarasi Perisai Putih Nusantara Sumenep Digelar 29 Maret, Bupati Dijadwalkan Hadir

Sabtu, 28 Maret 2026 - 11:50 WIB

Kepala BNPB Tinjau Banjir Pasuruan, Soroti Penanganan Jangka Pendek hingga Panjang

Jumat, 27 Maret 2026 - 16:19 WIB

Polemik Arisan Get di Sumenep Berakhir Damai, Admin Sebut Hanya Miskomunikasi

Kamis, 26 Maret 2026 - 18:08 WIB

Heboh! Sumur Bor di Pragaan Semburkan Gas, Aparat Amankan Lokasi

Kamis, 26 Maret 2026 - 14:39 WIB

Pencairan Dana Dipersoalkan, Anggota Arisan Get di Sumenep Keluhkan Kurangnya Transparansi

Berita Terbaru

Surat Edaran Bupati Sumenep Nomor 17 Tahun 2026 tentang penghematan BBM yang mewajibkan ASN menggunakan transportasi non-BBM setiap hari Jumat.

Pemerintahan

Mulai April 2026, ASN Sumenep Wajib Non-BBM Setiap Hari Jumat

Sabtu, 28 Mar 2026 - 12:44 WIB