Proses Hukum Tetap Berlanjut, ID.Express Sumenep Diduga Terlibat Pengiriman Paket Rokok Ilegal

Kamis, 10 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, detikkota.com – Pasca penggerebekan yang dilakukan oleh Bea Cukai Madura di kantor ID.Express Kabupaten Sumenep pada tanggal 25 Januari lalu, atas dugaan menerima jasa pengiriman dan mengangkut rokok ilegal atau tanpa dilekati pita cukai, hingga hari ini masih belum ada kejelasan sanksi hukum pidananya.

Menyikapi hal itu, tim awak media kembali mencoba mengkonfirmasi pihak Bea Cukai Madura, terkait barang bukti dan sanksi pidana atas kasus tersebut.

“Barang bukti sudah diamankan, untuk proses hukum masih dalam tindak lanjut,” jelas pihak admin Bea Cukai Madura saat dikonfirmasi awak media via pesan singkat WhatsApp, Rabu (9/2/2022) kemarin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketika ditanyakan terkait ada berapa orang tersangka dan barang bukti apa saja yang diamankan, serta penerapan sanksi hukumnya itu seperti apa? Pihak Bea Cukai hingga berita ini diturunkan, belum atau tidak merespon.

Sebelumnya diberitakan, Bea Cukai Madura pada tanggal (25/01/2022) lalu, berhasil menggagalkan peredaran rokok tanpa dilekati pita cukai yang diperjualbelikan melalui e-commerce yang akan dikirimkan melalui perusahaan jasa titipan atau jasa pengiriman iD.Express yang ada di wilayah Sumenep.

Disoal terkait adanya penangkapan tersebut, apakah ada karyawan perusahaan dan mobil box atau barang bukti lainnya yang diamankan oleh Beacukai masih ditahan disana. Pihak ID.Express malah mengalihkan pembicaraan.

“Memang Ada pak kemaren, dan barang buktinya langsung dibawa pihak Bea Cukai. Maksudnya langsung dibawa ke kantor Bea Cukai Wilayah madura yang ada di kabupaten Pamekasan pak, tapi untuk paket yang tidak ada kaitannya dengan hal itu dikembalikan lagi,” kata Yanto Salah seorang Koordinator iD.Express Sumenep sesaat ditemui awak media di kantornya, Rabu (26/1/2022).

Sekedar Diketahui, dikutip dari laman Website Bea Cukai madura, Petugas melakukan pemeriksaan kemasan yang diduga berisi barang kena cukai hasil tembakau/rokok ilegal dan dari penindakannya yang deketahui telah menegah 753 resi pengiriman yang semua paketnya berisikan rokok tanpa dilekati pita cukai dengan tujuan beberapa kota di Indonesia.

Pada aksi tersebut petugas berhasil mengamankan 816.400 batang rokok ilegal dengan potensi kerugian negara yang diselamatkan sebesar Rp574.533.336. Yang sampai saat ini pihak Bea Cukai Madura masih melakukan penelitian lebih lanjut.

Sementara dasar hukum dari kegiatan penindakan tersebut merupakan pelanggaran pidana yang diduga melanggar pasal 54 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai yang berbunyi, setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun dan/atau pidana denda paling sedikit dua kali nilai cukai dan paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Selanjutnya pada Pasal 56 yang berbunyi: “Setiap orang yang menimbun, menyimpan, memiliki, menjual, menukar, memperoleh, atau memberikan barang kena cukai yang diketahuinya atau patut harus diduga berasal dari tindak pidana berdasarkan undang-undang ini, dapat dipidana dengan pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun dan pidana denda paling sedikit dua kali nilai cukai dan paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.(im)

Berita Terkait

BMKG Ungkap Ciri Pancaroba, Waspadai Hujan Lebat dan Awan Cumulonimbus
Polres Sumenep Tegaskan Seleksi Polri 2026 Harus Bersih dan Transparan
Darurat BBM di Kepulauan Sumenep, Harga Melonjak hingga Rp30 Ribu dan Stok Nihil, Sekolah Lumpuh Nelayan Tak Melaut
Arus Balik Tol Trans Jawa Kondusif, 2,9 Juta Kendaraan Masuk Jakarta
Puncak Arus Balik Lebaran, Pelabuhan Ketapang Dipadati Kendaraan
Kepala BNPB Tinjau Banjir Pasuruan, Soroti Penanganan Jangka Pendek hingga Panjang
Heboh! Sumur Bor di Pragaan Semburkan Gas, Aparat Amankan Lokasi
Pencairan Dana Dipersoalkan, Anggota Arisan Get di Sumenep Keluhkan Kurangnya Transparansi

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 12:29 WIB

BMKG Ungkap Ciri Pancaroba, Waspadai Hujan Lebat dan Awan Cumulonimbus

Selasa, 31 Maret 2026 - 22:40 WIB

Polres Sumenep Tegaskan Seleksi Polri 2026 Harus Bersih dan Transparan

Selasa, 31 Maret 2026 - 22:26 WIB

Darurat BBM di Kepulauan Sumenep, Harga Melonjak hingga Rp30 Ribu dan Stok Nihil, Sekolah Lumpuh Nelayan Tak Melaut

Senin, 30 Maret 2026 - 11:15 WIB

Arus Balik Tol Trans Jawa Kondusif, 2,9 Juta Kendaraan Masuk Jakarta

Minggu, 29 Maret 2026 - 22:30 WIB

Puncak Arus Balik Lebaran, Pelabuhan Ketapang Dipadati Kendaraan

Berita Terbaru