PT Garam Lakukan Pemberhentian Secara Sepihak, Ratusan Buruh Protes

Minggu, 27 Juni 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, detikkota.com – Ratusan buruh PT. Garam (Persero) kembali ngeluruk kantor Pegaraman I di Desa Karang Anyar, Kecamatan Kalianget, Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu (27/6/2021).

Aksi ini dipicu atas kebijakan perusahaan yang memberhentikan sebagian buruh secara sepihak. Dan pemberhentian ini dilakukan secara tiba-tiba tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.

Mustazam, salah satu perwakilan buruh mengatakan, bahwa salah satu perusahaan BUMN ini mengumpulkan buruh secara tiba-tiba lalu diumumkan bahwa sebagian buruh mulai hari ini diberhentikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami diberhentikan secara sepihak tanpa alasan yang jelas dari perusahaan,” ujar Mustazam kepada wartawan.

Atas kejadian ini, Mustazam dan ratusan buruh lainnya mengaku kecewa atas keputusan perusahaan memberhentikan buruh secara sepihak itu. Sebab, kata dia, pekerjaan tersebut salah satu matapencaharian masyarakat di Desa Karang Anyar dan Pinggirpapas.

“Dengan adanya pemberhentian ini, bagi buruh yang diberhentikan tidak ada penghasilan lagi. Kami ingin ada solusi lain dari PT. Garam atas pemberhentian ini,” ungkap dia.

Sementara itu, Sukamto, Kepala Pegaraman I menyampaikan, pemberhentian sebagian buruh dilakukan karena saat ini masih baru memasuki awal musim produksi. Pihaknya memasukkan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan perusahaan, yakni sekitar 129 orang.

Dia menjelaskan, mereka akan bekerja untuk mulai persiapan pembuatan garam. Kemudian, setelah ada garam, perusahaan secara periodik akan memasukkan buruh yang sekarang diberhentikan sementara.

“Semoga keputusan ini bisa diterima oleh semua teman-teman buruh,” katanya.

Terpisah, Norizka Maulana, Direktur PT. Enggal Jaya Sentosa menyampaikan, untuk sementara ini, pekerja akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Hal itu dilakukan karena kondisi cuaca saat ini tidak mendukung.

“Jadi, sekarang ini kan cuacanya tidak sebaik sebelumnya. Makanya jumlah pekerjanya disesuaikan, tidak bisa dimasukkan semua,” jelas Norizka.

Tetapi, menurutnya, jika nanti kondisi cuacanya sudah baik dan masuk masa panen, maka semua pekerja akan kembali dibekerjakan. Bahkan, nanti jumlah pekerja yang akan diserap bisa lebih banyak lagi.

“Untuk sementara ini memang penyesuaian dulu. Karena kalau kita masukkan semua tidak mungkin karena kondisi cuacanya seperti ini,” ucapnya.

Sekadar diketahui, PT. Enggal Jaya Sentosa sendiri merupakan pihak ketiga dari PT. Garam. PT. Enggal Jaya Sentosa ini yang menaungi para buruh yang bekerja untuk PT. Garam. (md)

Berita Terkait

32 Tim Meriahkan Kejuaraan Drumband Kabupaten Banyuwangi 2026
Bangkalan Surplus Beras, Bupati Pastikan Ketahanan Pangan Aman hingga 13 Bulan
Aktivitas Galian C di Sekitar Asta Tinggi Sumenep Disorot Paguyuban Potra Potre Budaya Madura
Pemkot Surabaya Gelar Perayaan Natal Kota di Balai Kota
PMII UNIBA Madura Tolak Pilkada Lewat DPRD, Dinilai Ancam Kedaulatan Rakyat
Pantau Penyemprotan Padi dengan Drone, Bupati Sumenep Dorong Swasembada Pangan Berbasis Petani
Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional
Launching Panen Perdana Kolam Ikan BAPEKSI di Wanayasa, Diresmikan Ketua Umum DPP TB Hasanuddin

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:11 WIB

32 Tim Meriahkan Kejuaraan Drumband Kabupaten Banyuwangi 2026

Kamis, 8 Januari 2026 - 14:02 WIB

Aktivitas Galian C di Sekitar Asta Tinggi Sumenep Disorot Paguyuban Potra Potre Budaya Madura

Kamis, 8 Januari 2026 - 13:17 WIB

Pemkot Surabaya Gelar Perayaan Natal Kota di Balai Kota

Kamis, 8 Januari 2026 - 11:15 WIB

PMII UNIBA Madura Tolak Pilkada Lewat DPRD, Dinilai Ancam Kedaulatan Rakyat

Rabu, 7 Januari 2026 - 16:34 WIB

Pantau Penyemprotan Padi dengan Drone, Bupati Sumenep Dorong Swasembada Pangan Berbasis Petani

Berita Terbaru

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Pemerintahan

SPBE Banyuwangi Tertinggi Nasional, KemenPAN-RB Beri Nilai 4,87

Jumat, 9 Jan 2026 - 14:06 WIB