Satu Tahun Kepemimpinan Eri Cahyadi dan Armuji Sukses Menjadi Motor Penggerak Ekonomi

Jumat, 25 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, detikkota.com – Kepemimpinan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji akan genap satu tahun pada 26 Februari 2022. Selama setahun ini, sudah banyak berbagai terobosan dan inovasi yang dilakukan. Salah satunya dalam rangka membangkitkan ekonomi di tengah pandemi. Bahkan, pasangan yang mengusung tagline ‘Meneruskan Kebaikan’ ini sukses menjadi motor penggerak ekonomi di Kota Pahlawan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Kota (Bappeko) Surabaya Febrina Kusumawati menjelaskan berbagai program di tahun pertama Wali Kota Eri dan Wawali Armuji memimpin Surabaya yang paling signifikan adalah terciptanya aplikasi e-Peken yang merupakan e-commerce pemerintahan pertama dan mungkin satu-satunya di Indonesia.

“Ini e-commerce ala Pemkot yang menggandeng toko kelontong. Para toko kelontong ini dilatih dari awal hingga saat ini sudah banyak yang bergabung. Bahkan, capaian transaksi belanja online via e-Peken Surabaya mulai Januari hingga pertengahan Februari 2022, sudah tembus Rp3,34 miliar,” kata Febri Jumat (25/2/2022).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, transaksi itu sebagian besar dari para ASN Pemkot Surabaya yang diwajibkan untuk berbelanja kebutuhan rumah tangganya di aplikasi e-peken itu. Melalui cara ini, penghasilan para ASN yang berasal dari pajak warga, akhirnya kembali lagi kepada warga.

“Itulah yang digerakkan oleh Pak Wali dan terus disempurnakan hingga saat ini,” tegasnya.

Selain itu, para ASN juga diwajibkan untuk memakai produk-produk UMKM ketika bekerja, mulai dari batiknya, sepatu hingga pakaian lainnya. Bahkan, saat ini snack ketika rapat-rapat, harus membeli produk UMKM, sehingga APBD yang digunakan oleh Pemkot Surabaya benar-benar kembali lagi ke warga.

“Jadi, snack rapat itu kan pasti ada anggarannya di setiap dinas, dan itu harus ambil dari UMKM. Bahkan, pembelian itu juga tercatat dalam sistem kami, sehingga diketahui mana saja dinas-dinas yang tidak membeli produk UMKM dan mana dinas yang aktif ambil dari UMKM, sehingga uangnya ini berputar,” katanya.

Selain itu, di tangan Eri, Pemkot juga memberdayakan UMKM dalam program pemberian seragam sekolah gratis bagi anak yang keluarganya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Para pelaku UMKM ini diminta untuk membuat seragam sekolah, tas dan sepatu. Bahkan, mereka juga dilatih dan diminta untuk membuat sabun dan sandal hotel untuk memenuhi kebutuhan perhotelan di Surabaya.

“Pemkot juga berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memulihkan ekonomi ini, termasuk dunia perhotelan. Kami juga menggandeng Grab, Gojek, Tokopedia dan dunia kampus untuk mengambangkan UMKM dan pemulihan ekonomi ini,” ujarnya.

Febri menambahkan, yang tak kalah pentingnya adalah Pemkot mengoptimalkan aset BTKD untuk dikelola oleh Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Mereka dibantu bibit dan didampingi untuk mengelola pertanian, kemudian hasilnya diambil oleh mereka.

“Bahkan, beberapa lahan pertanian yang dikelola oleh BTKD sudah panen dan dihadiri oleh Pak Wali juga,” katanya.

Melalui berbagai program ini, dampaknya perekonomian Kota Surabaya mulai bangkit. Berdasarkan data yang dimililiki oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Kota Surabaya, perekonomian Surabaya sudah mulai bangkit. Pada tahun 2020, perekonomian Surabaya jatuh di angka minus 4,85, lalu di akhir tahun 2021, sudah menyentuh angka plus 4,29.

“Jadi, kita naik 8 poin, itu artinya perekonomian Surabaya sudah mulai bangkit dan Pak Wali sukses menjadi motor penggerak ekonomi,” pungkasnya. (Redho)

Berita Terkait

Presiden Prabowo: Olahraga Cerminan Kekuatan dan Kebangkitan Bangsa
Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional
Pemerintah Bentuk Satgas Percepatan Pemulihan Pascabencana Aceh, Sumut, dan Sumbar
Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas
Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan
Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum
Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah
Fiskal Tertekan, AFED Nilai Kebijakan APBD Sumenep Tak Sejalan dengan Visi Kepala Daerah

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 14:12 WIB

Presiden Prabowo: Olahraga Cerminan Kekuatan dan Kebangkitan Bangsa

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:58 WIB

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional

Rabu, 7 Januari 2026 - 13:07 WIB

Pemerintah Bentuk Satgas Percepatan Pemulihan Pascabencana Aceh, Sumut, dan Sumbar

Sabtu, 3 Januari 2026 - 07:15 WIB

Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:11 WIB

Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan

Berita Terbaru

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Pemerintahan

SPBE Banyuwangi Tertinggi Nasional, KemenPAN-RB Beri Nilai 4,87

Jumat, 9 Jan 2026 - 14:06 WIB