Seorang Pria Sebut Pengunjung Mall Memakai Masker Adalah Orang Tolol Diamankan Polisi

Rabu, 5 Mei 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, detikkota.com – Satreskrim Polrestabes Surabaya mengamankan Putu Arimbawa (28), asal Driyorejo, Gresik yang menyebut para pengunjung yang memakai masker di Pakuwon Mall adalah orang tolol.

Dia dijemput di rumahnya oleh Unit Reskrim Lakarsantri bersama Polrestabes Surabaya setelah videonya viral pada Senin (3/5).

Ia terlihat malu dan hanya menunduk saat Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Oki Ahadian Purnomo, Kanit Resmob Iptu Arief Rizky Wicaksana melakukan pers rilis di Gedung Anindita Mapolrestabes Surabaya, Selasa (4/5/2021).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Putu Arimbawa mengaku salah dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat bahwa apa yang dilakukannya itu salah.

“Saya di sini, atas nama Putu Arimbawa dengan adanya video yang saya upload di Supermall Pakuwon Surabaya yang mengatakan bahwa orang yang memakai masker adalah orang goblok,” kata Putu, Selasa (4/5/2021).

Ia menjelaskan, tidak ada niat tertentu sama sekali untuk melakukan hal tersebut. Motifnya hanya sekadar iseng.

“Tidak ada sama sekali niatan untuk memakai masker dan terlalu frontal untuk mengatai mereka bodoh dan tolol. Saat itu saya sesudah makan dengan adik saya, tidak ada tujuan seperti viral. Saya upload di media sosial itu saya Iakukan secara sadar,” ujarnya.

Ia menambahkan ungkapan itu diakuinya sebagai spontanitas menyampaikan opininya kepada masyarakat bahwa Covid-19 itu abu-abu.

“Saya masih abu-abu masalah corona. Itu hanya opini saya, selebihnya saya tahu bahwa Corona itu ada. Kebetulan teman saya perawat saya juga pernah konfirmasi juga mengatakan itu tapi saya menyesali kata-kata yang saya ucapkan memang tidak pantas,” jelas dia.

“Saya menyesali pak. Saya meminta maaf kepada seluruh warga Indonesia yang sudah melihat InstaStory saya, terutama warga Surabaya. Semua masyarakat yang sudah patuh terhadap prokes. Saya akan patuh prokes terutama masker,” imbuhnya.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Oki Ahadian Purnomo mengatakan pihaknya mengamankan pada Senin (4/5) setelah video tersebut viral.

Menurutnya, yang bersangkutan menyesali perbuatannya dan Putu meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Surabaya dan mengaku tidak pantas atas unggahannya di media sosial. Sehingga sanksi terhadap Putu diserahkan kepada pihak pemerintah daerah atau Satgas Covid-19.

“Sanksi terhadap yang bersangkutan akan kami serahkan kepada Satgas Covid-19 Kota Surabaya,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Oki Ahadian.

Sementara itu, Kasatpol PP Surabaya Eddy Christijanto mengatakan Putu melanggar aturan Perwali Nomor 10 Tahun 2021 tentang Penerapan Protokol Kesehatan dalam Rangka Pencegahan dan Memutus Rantai Penyebaran Covid-19 di Surabaya.

“Yang dilakukan Mas Putu ini termasuk pelanggaran berat karena mengajak atau mempengaruhi masyarakat untuk tidak pakai masker di masa pandemi,” ucap Eddy.

Putu akan dikenakan sanksi administrasi sebesar Rp 150 ribu dan melayani para penghuni di Liponsos Surabaya selama 1×24 jam.

“Mas Putu akan kama ajak ke Liponsos agar tahu bagaimana melayani warga yang terlantar atau terkena gangguan jiwa, termasuk menjaga kebersihan di sana,” jelas dia.

Tujuan pemberian sanksi itu untuk menimbulkan rasa empati kepada Putu Arimbawa atas perbuatan yang dilakukannya dan membuat gaduh di media sosial.

“Kita harus lebih bersyukur diberi kesehatan. Semoga Mas Putu tidak mengulangi perbuatannya,” pungkas Eddy.
(Redho)

Berita Terkait

Presiden Prabowo: Olahraga Cerminan Kekuatan dan Kebangkitan Bangsa
Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional
Pemerintah Bentuk Satgas Percepatan Pemulihan Pascabencana Aceh, Sumut, dan Sumbar
Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas
Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan
Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum
Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah
Fiskal Tertekan, AFED Nilai Kebijakan APBD Sumenep Tak Sejalan dengan Visi Kepala Daerah

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 14:12 WIB

Presiden Prabowo: Olahraga Cerminan Kekuatan dan Kebangkitan Bangsa

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:58 WIB

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional

Rabu, 7 Januari 2026 - 13:07 WIB

Pemerintah Bentuk Satgas Percepatan Pemulihan Pascabencana Aceh, Sumut, dan Sumbar

Sabtu, 3 Januari 2026 - 07:15 WIB

Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:11 WIB

Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan

Berita Terbaru

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Pemerintahan

SPBE Banyuwangi Tertinggi Nasional, KemenPAN-RB Beri Nilai 4,87

Jumat, 9 Jan 2026 - 14:06 WIB