TPID Sumenep Pantau Harga dan Stok Bahan Pokok Jelang Nataru 2026

Selasa, 23 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sumenep bersama BPS melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Anom Sumenep menjelang Natal dan Tahun Baru 2026.

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sumenep bersama BPS melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Anom Sumenep menjelang Natal dan Tahun Baru 2026.

SUMENEP, detikkota.com – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sumenep kembali melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Pemantauan tersebut dilaksanakan di Pasar Anom Sumenep, Selasa (23/12/2025).

Kegiatan ini dipimpin Asisten Pembangunan dan Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Abdul Madjid, didampingi Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setdakab Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, serta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, Eko Santoso.

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setdakab Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, mengatakan pemantauan tersebut merupakan upaya pengendalian inflasi dengan menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Nataru, sekaligus melibatkan BPS untuk memperkuat data lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dari hasil pemantauan yang dilakukan hari ini di beberapa lokasi, beberapa harga kebutuhan pokok memang sudah mengalami penurunan dari harga sebelumnya dan sejumlah komoditas terpenuhi,” ujar Dadang.

Ia berharap kondisi tersebut dapat terus terjaga hingga perayaan Natal dan Tahun Baru, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara optimal.

“Diharapkan nanti ke belakangnya tetap stabil dan benar-benar masyarakat terpenuhi kebutuhannya dengan baik,” tambahnya.

Dadang juga menegaskan, stabilnya harga dan ketersediaan bahan pokok diharapkan berdampak langsung terhadap pengendalian inflasi daerah. Menurutnya, meskipun pemantauan tetap dilakukan secara berkala, kondisi harga saat ini masih relatif terkendali.

“Meskipun pemantauan tetap dilakukan, khususnya menghadapi hari-hari besar nasional dan tahun baru kali ini relatif kondisi harga stabil dan bisa dijangkau oleh masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPS Sumenep, Eko Santoso, menyampaikan pihaknya mendukung penuh langkah TPID yang melibatkan BPS dalam kegiatan pemantauan harga bahan pokok.

“Kami sangat mendukung upaya Tim TPID Kabupaten Sumenep dalam pengecekan harga kebutuhan pokok ini, sehingga dengan kolaborasi yang baik pengendalian harga dapat berjalan optimal,” ujarnya.

Eko juga mengimbau masyarakat untuk mengatur pola konsumsi, terutama memanfaatkan kondisi harga yang sedang turun.

“Pada saat ada harga yang turun, masyarakat bisa berbelanja lebih awal untuk barang-barang yang relatif tahan lama,” jelasnya.

Menurutnya, pengaturan pola konsumsi penting untuk menekan lonjakan permintaan yang dapat memicu kenaikan harga menjelang Nataru.

“Apabila permintaan bisa dikendalikan, maka harga-harga kebutuhan pokok juga akan tetap stabil seperti harapan kita bersama,” pungkasnya.

Berdasarkan hasil pemantauan di Pasar Anom Sumenep, harga beras premium tercatat Rp14.600 per kilogram, beras SPSH Rp12.800 per kilogram, beras medium Rp12.500 per kilogram, gula pasir dalam negeri Rp17.000 per kilogram, minyak goreng Bimoli kemasan botol 2 liter Rp21.000, dan minyak goreng curah Rp18.000 per kilogram.

Harga daging sapi murni berkisar Rp130.000 hingga Rp135.000 per kilogram, daging ayam kampung Rp100.000 per kilogram, daging ayam broiler Rp40.000 per kilogram, telur ayam ras petelur Rp32.000 per kilogram, dan telur ayam kampung Rp30.000 per kilogram.

Sementara itu, harga cabai besar berada di kisaran Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram, cabai rawit kecil Rp60.000 per kilogram, bawang merah Rp40.000 per kilogram, dan bawang putih Rp31.000 per kilogram. Adapun harga telur ayam ras tercatat mengalami kenaikan dari Rp26.000 menjadi Rp30.000 per kilogram.

Penulis : Red

Editor : Red

Berita Terkait

Pemkot Probolinggo Pantau Harga Bapokting dan Stok BBM Jelang Lebaran
Pemkot Surabaya Tertibkan Lapak Pedagang di Jalan Simo Katrungan
Pembangunan TPS 3R Karetan Banyuwangi Capai 40,95 Persen, Ditargetkan Beroperasi September 2026
Tradisi Kitiran Sewu di Pasuruan Kembali Digelar, Warga Putar Seribu Kincir Angin Saat Ramadan
Sepekan Dibuka, Posko Pengaduan THR di Pamekasan Belum Terima Laporan
Jembatan Gantung Seneporejo Diresmikan, Mobilitas Warga dan Pelajar Makin Lancar
Babinsa dan Warga Guworejo Gotong Royong Uruk Bahu Jalan Rusak
BMKG Sumenep: Bibit Badai Menjauh, Warga Diminta Waspadai Cuaca Pancaroba

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 19:31 WIB

Pemkot Probolinggo Pantau Harga Bapokting dan Stok BBM Jelang Lebaran

Selasa, 10 Maret 2026 - 18:22 WIB

Pemkot Surabaya Tertibkan Lapak Pedagang di Jalan Simo Katrungan

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:46 WIB

Pembangunan TPS 3R Karetan Banyuwangi Capai 40,95 Persen, Ditargetkan Beroperasi September 2026

Selasa, 10 Maret 2026 - 09:55 WIB

Sepekan Dibuka, Posko Pengaduan THR di Pamekasan Belum Terima Laporan

Senin, 9 Maret 2026 - 17:26 WIB

Jembatan Gantung Seneporejo Diresmikan, Mobilitas Warga dan Pelajar Makin Lancar

Berita Terbaru